Idealisme Seniman Berdampak pada Marginalisasi Kesenian Indang Tradisi

Indrayuda Indrayuda

Abstract


This article aims to reveal and analyze the problem of the artistry of traditional art in Padang Pariaman district. Today the existence of Indang art less popular in the cultural life of the community Padang Pariaman. In turn, Indang art is rarely used and functioned by Padang Pariaman society today. The research was done by explanation method, and the research data is qualitative. Data collected throughout the interview process, observation of socio-cultural symptoms of society, and the existence of Indang. The analysis was done by ethnography approach, by determining component analysis and determining the cultural theme. The result of the research obtained is that the structure and shape of Indang have not changed until now. Indang art form and structure is less suitable to the taste of today’s society so that Indang art is less popular to the public for entertainment activities. The activities of artists on stage often disturb the artistic and aesthetic performances, i.e. the artists often create any activities that spoil the atmosphere of the show.
Keywords: Indang tradisi; form and structure; ethnographic approach; explanation method


Full Text:

PDF

References


Asriati, A. 2016. Pandangan Pemangku Adat Terhadap Tari Pasambahan di Kota Padang. Humanus, 15(1).

Andriani, T. 2012. Pantun Dalam Kehidupan Melayu (Pendekatan historis dan Antropologis). Jurnal Sosial Budaya, 9(2).

Cauto, Nasbahri dan Indrayuda. 2013. Pengantar Sosiologi Seni. Padang: UNP Press.

Desfiarni, D. 2013. Tinjauan Estetika Tari Piriang Jorong Limau Sundai Pasir Talang Solok Selatan. Humanus, 12(2).

Ediwar. 2010. Kesenian Indang dalam Konteks Budaya Rakyat Minangkabau. Jurnal Aswara, Jun 2010.

Efrida, E. 2016. Toleransi Masyarakat Minangkabau Terhadap Peran Perempuan dalam Aktivitas seni Budaya. Gelar, 7(2).

Efrida, E. 2016. Estetika Minangkabau dalam Gerak Tari Bujang Sembilan. Ekspresi Seni, 18(1).

Hardi, H. 2015. Karakteristik Karya Tari Syofiani dalam Berkreativitas Tari Minangkabau di Sumatera Barat. Ekspresi

Seni, 17(1).

Indrayuda, I. 2012. Eksistensi Tari Minangkabau dalam Sistem Matrilinial dari Era Nagari, Desa dan Kembali ke Nagari . Padang: UNP Press

Indrayuda. 2013. Tari Sebagai Budaya dan Pengetahuan. Padang: UNP Press.

Jannah, Nurul. 2016. Hubungan Etnosentrisme dengan Prasangka. Skripsi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Kamal, Z. 2012. Eksistensi Seni Pertunjukan Luambek dalam Kehidupan Masyarakat Nagari Kepala Hilalang Kecamatan 2

X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman.. Wacana Etnik, 3(1).

Rustiyanti, S., Djajasudarma, F., Caturwati, E., & Meilinawati, L. 2013. Estetika Tari Minang dalam Kesenian Randai Analisis Tekstual- Kontekstual. Panggung, 23(1)

Sari, K. M., Asriati, A., & Darmawati, D. 2013. Struktur Gerak Tari Tupai Jonjang Di Kanagarian Lumpo Kecamatan IV

Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Sendratasik, 2(1).

Subagyo, H. 2016. Visualisasi Garap Cerita dan Struktur dalam Tari Wireng di Mangkunegaran. Greget, 9(1).

Sutiyono, S. 2010. Manajemen Seni Pertunjukan Kraton Yogyakarta Sebagai Penanggulangan Krisis Pariwisata

Budaya. Bahasa dan Seni, 38(2).

Syahrial, S. 2016. Guna dan Fungsi Tari Piring Padang magek Sumatera Barat. Greget, 12(2).

Vortixa, O., Agustina, A., & Nursaid, N. 2012. Struktur Lirik Nyanyian Indang di Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Pendidikan

Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1).




DOI: https://doi.org/10.24821/dtr.v2i2.3310

Article Metrics

Abstract view : 83 times
PDF - 65 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

 

Flag Counter