Fashion Budaya Nasional dalam Konteks Wawasan Kebangsaan: Studi Kasus pada Jember Fashion Carnaval

Agustinus Tampubolon, Cecep Darmawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi makna fashion yang berkaitan dengan konsep wawasan kebangsaan. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi mendalam dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) hal-hal yang diungkapkan fashion sebagai penguat wawasan kebangsaan melalui Jember FashionCarnaval (JFC) berkaitan dengan aspek kreativitas, tema, dan simbol-simbol dalam kostum karnaval;(2) pesan fashion berkaitan dengan wawasan kebangsaan karena memuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang dilandasi semangat dan usaha rela berkorban. Pesan menggambarkan bagaimana konstruksi nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki secara bersama-sama dapat dijadikan sebagai pedoman hidup antarmasyarakat berbangsa dan bernegara;(3) proses mengonstruksi nilai-nilai kebangsaan melalui fashion ditunjukkan dengan partisipasi atau keterlibatan secara aktif dan bertanggung jawab dalam mengikuti program pelatihan dan pembimbingan. Program yang disebut In House Training selama lima bulan menjelang pelaksanaan JFC meliputi pemilihan tema berdasarkan riset dan pengkajian sampai pada acara puncak, yaitu grand carnival.

 

The Fashion of National Culture in the Context of National Insight : CaseStudy on Jember Fashion Carnaval. This study aims to explain the construction meaning of fashion related to the concept of national insight. The study is qualitative with phenomenological method. Data collection technique was carried out by interviews, in-depth observation, and documentation studies. The results show that: (1) disclosed matters of the fashion as a reinforcement of the concept of national insight through Jember Fashion Carnaval (JFC) deal with aspects of creativity, themes, and symbols in carnival costume; (2) the fashion statement relates to the concept of national insight because it contains the values of unity and the spirit of understanding and self-sacrificing efforts. The messages describe how the construction of the national values held together can be used as guidelines for intra-national and state of life; (3) the process of constructing the national values through fashion is indicated by participation or involvement actively and responsibly in the training program and coaching. The program called In House Training for five months before the implementation of JFC includes the selection of themes based on the research and studies until the main event, which is a grand carnival.


Keywords


fashion,budaya nasional, wawasan kebangsaan, fashion, national cultures, nationality insight

Full Text:

PDF

References


Aji & Effendi, 2014. The Roles of Culture and Tourism Service in Succeeding Semarang Night Carnival Performance in Semarang City, Central Java Province. The Internasional Journal of Social Sciences, 25(1), pp.24–25.

Arvanitidou, Z., 2011. Fashion, Gender and Social Identity. First Colloquia, pp.1–19. Available at: http://www.fashion.arts.ac.uk/media/research/documents/zoi-arvanitidou.pdf.

Barata, D., 2010. Fashion Sebagai Strategi Simbolik Komunikasi Non-Verbal. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), pp.45–51.

Berek, D., 2014. Fashion Sebagai Komunikasi Identitas Sub Budaya. Jurnal Interaksi, 3(1), pp.56–66.

Budimansyah, D., 2010. Tantangan Globalisasi Terhadap Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air di Sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 11(1), pp.8–16.

Budimansyah & Suryadi, 2008. PKn dan Masyarakat Multikultural, Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan.

Darmadi, H., 2010. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan, Bandung: Alfabeta.

Eicher & Higgins, 1992. Dress and Identity. Clothing and Textiles Research Journal, 10(1), pp.1–8.

Ferreira, R., 2013. Making a case for global education: Revisiting pre-service teacher Lesson planning methods. In M. . Plakhotnik & S. M. Nielsen, eds. Proccedings of the 12th Annual South Florida Education Research Conference. Miami: Florida Internasional University.

Hardiman, B., 2009. Demokrasi Deliberatif, Yogyakarta: Kanisius.

Harmoko, 2009. Seri Buku Indonesia Indah: Busana Tradisional 10, Jakarta: Yayasan Harapan Kita.

Hendrariningrum & Susilo, 2008. Fashion dan Gaya Hidup: Identitas dan Komunikas. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), pp.25–32.

Henslin & James, M., 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi, Jakarta: Erlangga.

Hidayat & Widjanarko, 2008. Reinventing Indonesia: Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa, Jakarta: Mizan.

Himawan, W., 2014. Citra Budaya Melalui Kajian Historis dan Identitas: Perubahan Budaya Pariwisata Bali Melalui Karya Seni Lukis. Journal of Urban Society’s Arts, 1(1), pp.74–88.

Himawan, W. & Nugroho, A., 2014. Visual Tradisi dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Sebagai Wujud Artistik Pengaruh Sosial Budaya. Journal of Urban Society’s Arts, 1(4), pp.99–109.

Huang, T.C. & Chen, C.C., 2013. Animating civic education: Developing a knowledge navigation system using blogging and topic map technology. Educational Technology and Society, 16(1), pp.79–92.

Jannah, R., 2012. Jember Fashion Carnaval (JFC), Identitas Kota Jember dan Diskursus Masyarakat Jaringan. Jurnal Sosiologi Masyarakat, 7(2), pp.115–133.

Jenks, C., 2013. Culture Studi Kebudayaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kiptiah, M., 2011. Implementasi Integrasi Sosial Dalam Pengembanan Budaya Kewarganegaraan. Jurnal Acta Civicus: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1), pp.1–20.

Kociatkiewicz & Johansson, 2011. City Festivals: Creatifity and Control in Stages Urban Experiences. Journal Sage: European Urban and Regional Studies, 18(4), pp.392–405.

Kuntjara, E., 2006. Penelitian Kebudayaan: Sebuah Panduan Praktis, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Langman, L., 2003. Culture, Identity and Hegemony: The Body in a Global Age. Current Sociology, 51(3), pp.223–247.

Mäkinen & Bromley, 2011. Diversity in Civic Education: Finland in Historical and Comparative Perspective CICE Hiroshima University. Journal of International Cooperation in Education, 14(2), pp.35–50.

Nuryanti, 2014. Penanaman Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren Melalui Pendidikan Sejarah. Jurnal Majalah Ilmiah Pawiyatan, 21(10), pp.124–134.

Putra & Ahimsa, 2014. Kebhinnekaan Budaya sebagai Modal Merespons Globalisasi. Jurnal Literasi, 4(2), pp.167–175.

Rahmanto & Yani, 2015. Pemahaman Kader PKPT IPNU-IPPNU Universitas Negeri Surabaya Tentang Wawasan Kebangsaan. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 3(3), pp.1369–1381.

Satries, 2009. Peran Serta Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat. Jurnal Madani, (1), pp.88–93.

Simmel, G., 2006. Fashion. The American Journal of Sosiology, 62(6), pp.541–558.

Sotiropoulou & Dkk, 2015. The Civic Education in Greek Kindergartens. The Views and the Practices of Greek Kindergarten Teachers Concerning Civic Education. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 11(2), pp.55–70.

Syam, N., 2005. Islam Pesisir, Yogyakarta: LkiS.

Tauchid, M., 2015. Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka., Yogyakarta: UST.

Wahab & Sapriya, 2011. Teori & Landasan Pendidikan Kewarganegaraan, Bandung: Alfabeta.

Widhagdo, 2010. Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Bumi Aksara.

Winataputra & Budimansyah, 2012. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori, dan Profil Pembelajaran), Bandung: Widya Aksara Press.

Zen, F., 2004. NU Politik: Analisis Wacana Media, Yogyakarta: LkiS.




DOI: https://doi.org/10.24821/jousa.v3i1.1473

Article Metrics

Abstract view : 1025 times
PDF - 1576 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).