KOMIK WAYANG ANAK PANDAWA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI JAMAN KEKINIAN

Wiekandini Dyah Pandanwangi, Farida Nuryantiningsih

Abstract


ABSTRAK

 

Wayang telah melekat dan menjadi bagian hidup bangsa Indonesia khususnya Jawa. Dalam seni wayang, terdapat kearifan lokal yang bermanfaat untuk membangun karakter dan jati diri bangsa Indonesia yang tergambarkan melalui cerita dan watak para tokohnya. Pembangunan karakter yang berlandaskan kearifan lokal sebagai jati diri bangsa Indonesia bagi generasi muda sangatlah penting untuk mencetak anak bangsa yang cerdas, berkepribadian, dan berahklak mulia. Terlebih lagi jaman sekarang dimana anak-anak Indonesia sudah mulai luntur karakter aseli sebagai bangsa Indonesia karena tergerus globalisasi dan kecanggihan teknologi. Rasa hormat dan sopan santun kepada orang yang tua mulai pudar. Sifat yang individualistis lebih ditonjolkan sehingga terasa tidak humanis lagi kepada sesamanya. Itulah yang disebut sebagai istilah kids jaman now.

Melihat hal tersebut, diperlukan media pendidikan karakter yang tepat untuk anak-anak.  Media pendidikan karakter yang diilhami oleh budaya asli bangsa Indonesia seperti komik wayang anak Pandawa. Melalui media komik wayang anak Pandawa, akan dibangun karakter dalam diri anak dengan penanaman nilai-nilai kearifan lokal, yaitu mengenalkan cerita dan tokoh-tokoh wayang Pandawa. Semua tokoh dalam cerita wayang memiliki karakter yang bersumber dari kepribadian asli bangsa lndonesia. Filosofi kehidupan dalam cerita wayang dan karakter tokoh pewayangan perlu untuk dimaknai lebih mendalam karena esensinya sangat berguna bagi kehidupan, terlebih lagi untuk disampaikan pada generasi muda. Oleh sebab itu, komik wayang anak Pandawa diperlukan sebagai media untuk memahami filosofi kehidupan dalam cerita wayang dan karakter tokoh pewayangan sehingga mampu diserap dengan mudah oleh anak-anak.

 

Abstract

Wayang have been embodied and become part of the life of the Indonesian people, especially Java. In the art of wayang, there is a local wisdom that is useful to build the character and identity of the Indonesian people which is depicted through the stories and character of the characters. Character building based on local wisdom as the identity of the Indonesian people for the younger generation is very important to create intelligent, personality, and noble children of the nation. Even more so today, where Indonesian children have begun to wear off their original character as Indonesians because of the erosion of globalization and technological sophistication. Respect and courtesy to old people are fading. The individualistic nature is more highlighted so that it feels no longer humanistic to others. That is what is called the term kids today.

Seeing this, the right character education media for children is needed. Media of character education inspired by the indigenous culture of the Indonesian people such as the Pandawa puppet comics. Through the Pandawa puppet comic media, characters will be built in the child by planting the values of local wisdom, namely introducing stories and figures of the Pandawa puppets. All characters in wayang stories have characters derived from the original personality of the Indonesian nation. The philosophy of life in wayang stories and puppet character needs to be interpreted more deeply because its essence is very useful for life, moreover to be conveyed to the younger generation. Therefore, the Pandawa puppet comics are needed as a medium to understand the philosophy of life in wayang stories and puppet characters so that they can be absorbed easily by children.

 


Keywords


komik wayang, pandawa, pendidikan karakter, kekinian

Full Text:

PDF

References


Fajrie, Nur. “Media Pertunjukan Wayang untuk Menumbuhkan karakter Anak Bangsa”. PGSD-FKIP- Universitas Muria Kudus. http://publikasiilmiah.ums.ac.id.

Handoko, Antonius, Subandi. 2017. “Peran Identifikasi Tokoh Wayang dalam Pembentukan Identitas Diri”. Jurnal Psikologi, Volume 44, Nomer 2, 2017: 97-106. https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/22793/17393. Diakses, 13 Oktober 2018.

Heru Dwi Waluyanto (2005) ‘Komik Sebagai Media Komunikasi Visual Pembelajaran’, Jurnal Nirmana, 7(1), pp. 45–55. doi: 10.9744/nirmana.7.1. Surabaya: Universitas Kristen Petra. http://ced.petra.ac.id/index.php/dkv/article/view/16441.

Mataram, S. (2015) ‘BAHASA RUPA KOMIK WAYANG KARYA R . A . KOSASIH’, Jurnal Seni Budaya Gelar. Vol.13, No.1. pp. 13–21. ISI Surakarta. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/gelar/article/view/1537

Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2011) ‘Wayang dan pengembangan karakter bangsa’, Wayang Dan Pengembangan Karakter Bangsa, (1), pp. 1–17. doi: 10.21831/jpk.v1i1.1314.

Nuryantiningsih, Farida, dkk. 2016. “Peningkatan Budi pekerti anak Sekolah dasar melalui Pemakaian Undhausuk Bahasa Jawa”. Purwokerto: LPPM Unsoed

Pamuji, Muhammad Bagus. 2014. “Pengembangan komik sebagai Media Pembelajaran Biologi pada Materi Sistem Saraf Manusia untuk SMP/MTS Kelas IX Semester Ganjil. www.diglib.uin.suka.ac.id. Diakses, 2 Juli 2017.

Pandanwangi. Wiekandini. 2015. ”Model Pendidikan Karakter Berlandasakan Falsafah Jawa sebagai Pencegahan Korupsi sejak Usia Dini”. Purwokerto: LPPM Unsoed

Pandanwangi, W. D. and Nuryantiningsih, F. (2017) ‘Animasi Kartun Bertema Falsafah Jawa Sebagai Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini’, Jurnal Rekam, 13(1), pp. 21–28. Yogyakarta: Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta. http://journal.isi.ac.id/index.php/rekam/article/view/1644. Diakses, 13 Oktober 2018.

Purwanto, E. and Yuliana, M. E. (2016) ‘Penerapan animasi pertunjukan wayang sebagai media pendidikan budi perkerti dan memperkenalkan budaya bangsa kepada anak usia dini’, Jurnal Sainstech, 1(6), pp. 21–31. http://www.poltekindonusa.ac.id/wp-content/uploads/2017/01/Artikel-4_Jurnal-Sainstech_Vol-1-Nomer-6-Desember-2016_Eko-Purwanto.pdf.

Riyanto, B. (2011) ‘Wayang Purwa dan Tantangan Teknologi Media Baru’, Jurnal Nirmana, 13, pp. 5–11. doi: 10.9744/nirmana.13.1.5-11. http://nirmana.petra.ac.id/index.php/dkv/article/view/18411/18230

Saptodewo, F. (2015) ‘Mempopulerkan Cerita Pewayangan Di Kalangan Generasi Muda Melalui Motion Comic’, Jurnal Desain, 2(3), pp. 145–156. http://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/viewFile/580/546

Saputro, H. B. and Soeharto (2015) ‘Pengembangan Media Komik Berbasis Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Tematik-Integratif Kelas Iv Sd’, Jurnal Prima Edukasia, 3(1), pp. 61–72. doi: http://dx.doi.org/10.21831/jpe.v3i1.4065. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpe/article/view/4065/3520

Senawangi. 2008. Ensiklopedia wayang Indonesia. Jakarta: Sakanindo Printama.

Sigit and Surahman (2016) ‘Determinisme Teknologi Komunikasi Dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia’, Jurnal Rekam, 12(1), pp. 31–41. ISI Yogyakarta. http://journal.isi.ac.id/index.php/rekam/article/view/1385

Siswanto, J. (2003) “Metafisikan Wayang, Simbol Ontologis Wayang Sebagai Simbol Kehidupan”, Jurnal Filsafat, 13(1). Available at: https://journal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/31275/18896.

Soedarso, N. (2015) ‘Komik: Karya Sastra Bergambar’, Humaniora, 6(4), pp. 496–506. Universitas Bina Nusantara. http://journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/view/3378

Sutarno. 2008. “Pertunjukan Wayang dalam Era Global”. Jurnal Resital, Vol.9, No. 2, 2008. Yogyakarta: ISI Yogyakarta. http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/463/57

Sutarso, J. and Murtiyoso, B. (2008) ‘Wayang Sebagai Sumber dan Materi Pembelajaran Pendidikan Budi Pekerti Berbasis Budaya Lokal’, Jurnal Penelitian Humaniora, 9(1), pp. 1–12. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/586

Swandayani, D. (2011) ‘Sastra sebagai Dasar Pendidikan Karakter Bangsa’, (November). Makalah dalam Seminar Nasional “Pengajaran Bahasa Asing dan Pendidikan Karakter”, Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, UNY pada tanggal 10 November 2011.




DOI: https://doi.org/10.24821/jousa.v5i1.2208

Article Metrics

Abstract view : 135 times
PDF - 129 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).