KEBEN (BARRINGTONIA ASIATICA), MOTIF DAN PEWARNA BATIK

Djandjang Purwo Sedjati

Abstract


Perkembangan batik di Yogyakarta cukup menggembirakan, namun bila melihat  batik khas Yogyakarta di pasaran masih di dominasi  motif lama yang sudah ada sejak dulu. Motif baru khas Yogyakarta belum nampak secara signifikan, kalau pun ada masih sebatas mengkomposisikan tata letak beberapa motif yang dijadikan satu dalam sebuah kain. Hal ini kurang menjadi daya tarik, sehingga diperlukan karya ciptaan baru yang kreatif dan inovatif yang akan memperkaya motif batik khas Yogyakarta dan akan memantabkan kedudukan sebagai kota batik dunia. Berangkat dari kondisi tersebut, penulis ingin menciptakan motif baru dengan mengambil tumbuhan Keben (Barringtonia Asiatica) sebagai motif dan pewarna alam pada kain panjang batik tulis. Metode pustaka dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode Practiced Based Research digunakan untuk memperoleh pengetahuan baru melalui riset praktek dan hasil riset praktek. Metode Penciptaan Seni Kriya Pola Tiga Tahap Enam Langkah digunakan untuk menggali sumber ide dan perancangan. Metode Eksperimen dan Improvisasi juga digunakan penulis untuk mendapatkan pengetahuan baru dari eksperimen yang dilakukan terutama pada pewarna alam serta improvisasi bila dalam pelaksanaan menemukan ide-ide baru. Karya yang dihasilkan berupa 4 lembar kain panjang batik tulis sutera motif stilisasi daun,bunga dan buah Keben dengan zat warna alam Keben dikombinasikan pewarna alam lain yang menghasilkan warna khas batik Yogyakarta. Pola yang dipakai adalah pola Ceplok, Parang, dan Lung-Lungan.

 

Kata Kunci : Keben, Batik, Warna Alam

Full Text:

PDF

References


Condronegoro, Mari S.,Busana Adat 1877-1937 Kraton Yogyakarta: Makna dan Fungsi Dalam Berbagai Upacara, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta, 2010.

Dakung, Sugiarto, Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta,Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, 1981/1982.

Gustami Sp., Butir-Butir Mutiara Estetika Timur: Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia, Prasista, Yogyakarta, 2007.

J.E. Jasper dan Mas Pirngadie, De Batik-kunst : De Inlandsche Kunstnijverheid in Nederlandsch Indie Vol.3, The Hague, Mouton & Co, 1916.

Malins, J., Ure, J. Dan Gray, C., The Gap: Addressing Practised-Based Research Training Requirements for Designers, The Robert Gordon University, Aberden, UK.

Sabdacarakatama, Sejarah Keraton Yogyakarta, Narasi, Yogyakarta, 2009.

Sp., Soedarso,Tinjauan Seni Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni, Saku Dayar Sana, Yogyakarta, 1990.

________, Trilogi Seni : Penciptaan Eksistensi dan Kegunaan Seni, Badan Penerbit ISI Yogyakarta, 2006, 82.

Suyanto, A.N., Sejarah Batik Yogyakarta,Rumah Penerbitan Merapi kerjasama dengan Yayasan Adi Karya IKAPI Ford Foundation, 2002.

Susanto, Sewan, Seni Kerajinan Batik Indonesia, Yogyakarta, Balai Penelitian Batik dan Kerajinan Departemen Perindustrian, 1973.




DOI: https://doi.org/10.24821/corak.v8i2.2789

Article Metrics

Abstract view : 152 times
PDF - 159 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 CORAK

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN 2301-6027 (print) | ISSN 2685-4708  (online).

 

 

View My Stats