Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe

Daru Tunggul Aji

Abstract


Kunjungannya ke Indonesia pada 1998 memberikan kesan tersendiri bagi Oli –panggilan akrab-, Oliver Johannsen Raap lengkapnya. Jawa memberikan daya tarik baginya. Ia bukan saja seorang pecinta sejarah, namun juga kolektor yang telaten. Ia mengumpulkan ribuan benda kuno yang berkaitan dengan Indonesia masa lampau, baik buku, dokumen, benda seni, maupun kartu pos. Pada April 2013 ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Pekerja di Djawa Tempo Doeloe, dan tujuh bulan setelahnya terbit buku kedua: Soeka Doeka di Djawa Tempo Doeloe. Dua buku ini berisikan kartu pos yang dengan telaten ia kategorikan dengan disertai narasi yang menarik.

        Industri yang berkaitan dengan fotografi –salah satunya kartu pos- menjadi barang “mahal” pada waktu itu. Fotografer dengan studio fotonya bukan semata pertanda masuknya modernitas, namun juga mengindikasikan lahirnya ukuran-ukuran baru dalam hal relasi kuasa dan strata sosial. Dengan “mata baratnya”, fotografer memiliki kuasa untuk menentukan sekaligus mengkonstruksi masyarakat yang hendak dimodelkan. Mereka diarahkan sedemikian rupa sesuai pesanan (pasar).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.