MEMETAKAN JEJAK AVANT GARDE DENGAN MENGGARIS ULANG NILAI ESTETIK SENI KONTEMPORER

Moh Rusnoto Susanto

Abstract


Seni kontemporer merupakan konstelasi penting dan barometer pencapaian konsep seni maupun pencapaian tertentu mengenai artistik dengan diskursus yang menopang kemunculan dengan memetakannya. Sebuah aktivitas seni yang tak sekedar mengeksplorasi, mengeksploitasi dan mengumbar eksotika visual namun seni yang mampu menjadi penanda jaman dengan mengekspresikan kritik terhadap peradaban (mempertanyakan diri sendiri mengenai warisan budaya kita) seraya menegosiasi masa depan melalui pandangan kritis baik secara visual, makna artistik maupun intelektual. Pandangan seni yang cair, dinamis, transformatif, hibrid, sinkretisme, dan kontekstual membuka ruang perluasan batasan seni yang rigid dalam membangun jejaring sosio kultural lintas teritorial. Bahasa ungkap yang dilahirkan secara inheren dan spesifik menginvestigasikan, mempresentasikan, merepresentasikan masa kini dalam perhelatan kesadaran kritis hampir semua aspek kesenian yang menghidupi dengan mempersandingkan global, lokal, dan glokal. Profesor Achille Bonito Oliva, seorang kritikus seni dan kurator seni internasional sekaligus guru besar sejarah seni Universitas Sapienza Roma. Kritikus seni yang paling berpengaruh di Eropa peraih berbagai penghargaan kritik yang diantaranya ‘Flash Art International Critic Award’ secara runtut membentangkan esai-esai mengenai Seni Setelah Tahun Dua Ribu. Esai-esainya menjadi bagian penting dalam proses pemetaan seni kontemporer yang dijumpainya sebagai insight, temuan-temuan survey, dan risetnya tentang modernisme untuk memetakan jejak dari avant garde Barat pasca Perang Dunia II hingga kini, merevolusi, dan menggaris ulang nilai estetik (nilai ekonomi seni termasuk peran sosial dan kultural dari seniman abad 21). Buku ini penting disimak, dipelajari, ditinjau, dikaji, dikomparasi, dan dijadikan referensi akademik. Paparannya yang ringkas, sederhana, naratif, mudah dipahami secara cepat dengan panduan dokumentasi data visual yang lengkap dan contoh karya yang menggugah. Esai yang disajikan dalam dua bahasa sekaligus (Indonesia-Ingris) sangat memudahkan diserap para pembaca lokal maupun internasional. Gaya bahasanya yang lugas, elaboratif, pemilihan diksi yang tepat, dan keluasan pandangan kritis membuat buku ini makin penting dimiliki sekaligus dicermati.

 

Kata Kunci: Avant-Garde, Memetakan, dan Seni Kontemporer

References


Baudrillard, J. 1983, Simulations, New York: Semiotex (e)

_______________ .1987, Forget Foucoult, New York: Semiotex (e)

Gahral, Donny Adian. 2005, Percik Pemikiran Kontemporer, Jalasutra, Yogyakarta.

Lecthe, John. 1994, Fifty Key Contemporary Thinkers: From Structuralism to Postmodernity, London and New York: Routledge

Piliang, Yasraf Amir. (2008), Multiplisitas dan Diferensi: Redefinisi Desain, Teknologi dan Humanitas, Jalasutra, Yogyakarta.

Steven Best and Douglas Kellner. 1997, The Postmodern Turn, The Guilford Press, New York-London

Sugiharto, Bambang. 2007, ”Posisi Ruh dalam Peradaban Kontemporer” dalam Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer, Jalasutra, Yogyakarta.

Listyowati, S S. ‘history-of-performance-art’ 1998, http://performanceartnewsinfo.blogspot.com/2008/05/history-of-performance-art.html (Diakses pada Selasa, 8 Mei 1998, pukul 17:14).

https://grafisosial.wordpress.com/category/ulasan/page/2/(Diakses pada 2 September 1999)




DOI: https://doi.org/10.24821/jocia.v3i2.1920

Article Metrics

Abstract view : 149 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN 2442-3394 (media cetak)  || ISSN 2442-3637 (media online)


View My Stats