EKSPLORASI BENTUK PATUNG ABSTRAK DENGAN TEKNIK PAHAT (CARVING) DAN BAKAR (FLAMED)

Yoga Budhi Wantoro

Abstract


Seni patung merupakan salah satu cabang seni rupa yang menghasilkan karya seni berujud tiga dimensional. Dalam proses perwujudannya memerlukan beberapa tahap yang sangat penting agar karya patung tersebut bisa hadir dengan wujud serta performa yang indah dan menarik. Proses tersebut diawali dengan munculnya gagasan/ide hingga sentuhan akhir untuk kepentingan kualitas karya.
Patung abstrak merupakan salah satu gaya dalam perkembangan seni patung di dunia. Gaya abstrak dalam seni patung dibagi menjadi dua yaitu abstrak representasional dan abstrak non representasional. Dalam abstrak representasioanal bentuk yang dihadirkan masih bisa dilacak (mengacu kepada bentuk alam) sedangkan dalam abstrak non representasional embrio bentuk sudah tidak bisa dilacak lagi.
Tekstur atau barik adalah bagian dari perwujudan seni patung baik dengan bahan organik maupun non organik. Tekstur sering dimaknai keberadaannya sebagai penguat atau aksentuasi di dalam bentuk, agar permukaan menjadi jelas karena dengan teksur maka cahaya akan membantu menguatkan bentuk. Cekung akan terlihat lebih kuat apabila ada tektur di dalamnya.
keberadaan tekstur di dalam patung abstrak bagi penulis sangat penting karena persoalan krusial di dalam bentuk patung abstrak adalah muncul dari kebentukan itu sendiri. Terkadang konsep atau gagasan hanya sebagai batu loncatan di dalam proses terbentuknya patung abstrak tersebut. Penciptaan tekstur dengan teknik bakar (flamed) di dalam seni patung abstrak dengan material batu andesit merupakan teknik baru, biasanya tekstur yang diciptakan dengan menggunakan bush hammer yaitu dengan cara memukulkan palu yang bergerigi di atas permukaan batu/patung abstrak. Melalui teknik bakar (flamed) ini penulis juga bisa mencampurkan warna dalam proses pembakaran tersebut guna mendapatkan permukaan yang estetis untuk mendukung performa dalam seni patung abstrak.


Kata kunci: Patung abstrak, teknik bakar (flamed), Tekstur.


References


Anusapati, (2004), “Eksplorasi di dalam Bahasa

Medium’, Katalog pameran Mc (row)

Media Contemporary, Langgeng Gallery

Magelang.

Djelantik, A.A.M. (1999), Estetika Sebuah

Pengantar, MSPI (Masyarakat Seni

Pertunjukkan Indonesia), Bandung.

D.k. Ching, Francis (2002), Architecture, Space

and Order, New York; Maxmillan

Publishing Company.

Ebdi Sanyoto, Sadjiman. (2010), NIRMANA, Elemen-elemen Seni Rupa Desain.

Jalasutra: Yogyakarta.

Edwards, David D, (1980), How To Be More

Creative, Published by Occasional

Production, USA.

Edmund Burke Feldman, Prentice-Hall, Inc.

Englewood Cliffs, New Jersey. 1967

Kartika Sony, Dharsono. (2017), Seni Rupa

Modern. Penerbit; Rekayasa Sains.

Bandung

Marianto, Dwi, (2015), Art and Lavitation,

Penerbit Pohon Cahaya, Yogyakarta.

Soedarso SP, Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar

untuk Apresiasi Seni, Saku Dayar Sana,

Yogyakarta, 1988

Widayat. (1995), “Karya Seni Patung Sebagai

Penghias Taman”, Katalog Pameran Seni

Patung 1995, Satu Tahun Museum H.

Widayat, Museum H. Widayat Museum

Seni Rupa Indonesia.

Wirjodirdjo, Budiharjo. (1986), Desain Visual.

Fakultas Seni Rupa, Institut Seni

Indonesia Yogyakarta.

Wisetrotomo, Suwarno. (1995), “Seni Patung

Indonesia: Tanda, Ragam, dan

Kekosongan”, Katalog Pameran Seni

Patung 1995, Satu Tahun Museum H.

Widayat, Museum H. Widayat Museum

Seni Rupa Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/jocia.v4i1.2050

Refbacks

  • There are currently no refbacks.