TRILOGI CELENG DJOKO PEKIK KAJIAN MAKNA MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIKA PIERCE

Dilla Eka Lusiana

Abstract


Lukisan Djoko Pekik yang sering disebut dengan istilah Trilogi celeng tersebut adalah: pertama, Susu Raja Celeng tahun 1996, kedua, Indonesia Berburu Celeng tahun 1998 dan ketiga, Tanpa Bunga dan Telegram Duka tahun 1999. Lukisan Trilogi Celeng merupakan karya yang monumental tidak hanya bagi pelukisnya tetapi kehadirannya pernah tercatat sebagai lukisan termahal pelukisnya. Berkaitan dengan uraian di atas, maka rumusan permasalahan dalam penelitian dapat dijabarkan dalam pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Mengapa Djoko Pekik membuat tema Trilogi Celeng, Mengapa Djoko Pekik mengangkat Celeng sebagai simbol dalam karya lukisnya dan Bagaimana makna karya Trilogi Celeng ditinjau dari kondisi kontekstual yang melahirkannya. Penelitian difokuskan pada lukisan Trilogi Celeng Djoko Pekik, Penelitian yang akan digunakan jenis deskriptif analitik. “Penelitian deskriptif analitik yaitu suatu cara pemecahan masalah yang diselidiki berdasarkan fakta-fakta yang tampak dengan apa adanya. Dari temuan-temuan didapatkan simpulan tentang aspek-aspek penting yang berkaitan dengan munculnya lukisan-lukisan Trilogi Celeng. Aspek tersebut adalah pengalaman-pengalaman pahit masa lalu yang pernah dialami Djoko Pekik, sedangkan makna Trilogi Celeng merupakan penggambaran fase-fase runtuhnya rezim orde baru.

Kata kunci: Djoko Pekik, Trilogi Celeng, Kajian makna


Full Text:

PDF

References


Buku:

Antariksa. 2005. Tuan Tanah Kawin Muda: Hubungan Seni Rupa LEKRA 1950- 1965.Yogyakarta: Cemeti

Danesi, Marcel. 2012. Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi, Yogyakarta : Jalasutra.

Siregar, TH Aminudin. 2004. Lukisan Baru setelah Lukisan Non-Repesentasional di Bandung. Bandung Galeri Kita.

Wawancara:

Djoko Pekik di kediamannya di Jl. RE. Martadinata No. 38 Yogyakarta, pada tanggal 16 Mei 2013.

Katalog:

Yuliman, Sanento. “Seni Djoko Pekik”, katalog pameran tunggal lukisan Djoko

Pekik di Galeri Taman Budaya Surakarta, Yogyakarta: Bentang Graphic Design. 1993




DOI: https://doi.org/10.24821/jocia.v4i2.2618

Article Metrics

Abstract view : 37 times
PDF - 115 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN 2442-3394 (media cetak)  || ISSN 2442-3637 (media online)


View My Stats