NARASI SIMBOLIK RELIEF “MANUSIA INDONESIA” KARYA SUDJOJONO DI EKS BANDARA KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT

Julia Dwi Yanti

Abstract


Relief ‘Manusia Indonesia’ karya Sudjojono merupakan salah satu relief beton pertama di Indonesia yang dibuat atas prakarsa Bung Karno pada zaman pra-kemerdekaan Indonesia. Tema dan ide relief ‘Manusia Indonesia’ tersebut dirancang oleh S. Sudjojono pada dinding ruang tunggu VIP di Bandara pertama Indonesia, Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Hakikat seni dalam pemikiran Sudjojono dengan konsep jiwa ketok pun Sudjojono tuangkan pada sebuah relief yang diberi judul “Manusia Indonesia” pada tahun 1957.

Narasi simbolik yang ada pada relief ‘Manusia Indonesia’ karya Sudjojono ini menceritakan tentang kearifan lokal dan kekayaan alam bangsa Indonesia. Melalui observasi dan pengamatan yang mendalam, ditemukan beberapa fakta bahwasanya Sudjojono ingin merepresentasikan jati diri bangsa Indonesia di mata dunia melalui figur-figur maupun simbol yang ada di dalam rangkaian relief beton tersebut. Kearifan lokal pada relief tersebut ditandai dengan beberapa simbol yang mewakili pakaian adat masyarakat Indonesia kala itu, budaya, flora, maupun fauna yang ada. Kekayaan alam Indonesia juga digambarkan dengan ilustrasi aktivitas penambangan dan wilayah maritime Indonesia. Seiring berjalannya waktu, bandara yang dahulunya pernah menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia ini, kini sudah beralih fungsi menjadi sebuah bangunan tua yang tidak terurus lagi. Begitu pun dengan relief-relief yang ada di dalamnya.

Kata kunci: Sudjojono, relief, bandara kemayoran, narasi, simbolik.


Full Text:

PDF

References


Berger, Arthur Asa, (2000). Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontemporer:

Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Bustam, Mia. (2006), Sudjojono dan Aku: Yogyakarta: Pustaka Utan Kayu.

Danesi, Marcel. (2010), “Pesan, Tanda dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai

Semiotika dan Teori Komunikasi”: Yogyakarta: Jalasutra.

Dwi Marianto, M. (2015), Art and Levitation: Seni dalam Cakrawala Quantum.

Yogyakarta: Penerbit Cahaya.

Dyastriningrum. (2009), Antropologi Kelas XII: Jakarta: Pusat Perbukuan,

Departemen Pendidikan Nasional.

Hafiz, Ugeng T. Moetidjo. (2007), Seni Lukis Indonesia Tidak Ada: Jakarta: Dewan

Kesenian Jakarta.

Hoed, Benny H. (2011), Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya: Depok: Komunitas

Bambu.

Kartika, Dharshono Sony. (2007), Kritik Seni: Bandung: Rekayasa Sains Bandung.

Margono, S. (2015), Metodelogi Penelitian Pendidikan: Jakarta: Rineka Cipta.

Rosidi, Ajip. (2000), Pelukis S. Sudjojono: Yogyakarta.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. (2010), Nirmana, Elemen-elemen Seni dan Desain.

Yogyakarta: Jalasutra.

Setiawan, Hersri. (2006), Sudjojono dan Aku: Yogyakarta: Pustaka Utan Kayu.

Soedjatmoko. (2004), Kebudayaan Sosialis: Jakarta: Melibas.

Widyamartaya, A. (1990), Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius.

Yuliman, Sanento. (1976), Seni Lukis Indonesia Baru-Sebuah Pengantar. Jakarta:

Dewan Kesenian Jakarta.

Website

Alesander, Hilda, (Oktober, 2013) “Terancam Dihancurkan, Selamatkan Menara Kemayoran”, artikel Kompas, diakses pada 10 Agustus 2017 pukul 01.40. WIB.

Ghozim, (Oktober 2011), “Seni Bagian dari Budaya” diakses pada 7 Agustus 2017 pukul 22.50 WIB at URL: http://gozhim-centre.blogspot.co.id/2011/10/seni-bagian-dari-budaya.html

https://jeashafidzh.wordpress.com/2016/08/27/mengkaji-bahasa-rupa-melalui-analisis-semiotika-umberto-eco/ , diakses pada 27 Agustus 2016 pukul 07.45 WIB.

http://news.detik.com/berita/2302576/ssst-ada-relief-cantik-dan-bersejarah-di-gedung-eks-bandara-kemayoran diakses 11Agustus 2017 pukul 18.08

http://properti.kompas.com/read/2013/10/16/0816399/Terancam.Dihancurkan.Selamatkan.Menara.Kemayoran. diakses 4 Desember 2016 jam 11.06

https://sgimage.detik.net.id/content/2013/07/15/10/reliefmanusia1.jpg, diakses pada 11Agustus 2017 pukul 18.10 WIB

Kawashima, Van Damian, (November, 2015) “Makalah Seni Rupa Manusia &

Kebudayaan, Pengertian Seni, Konsep Keindahanp” diakses pada 9 Agustus 2017 jam 18.50 at URL:https://www.slideshare.net/ivancyberkids/makalah-seni-rupa-manusia-kebudayaan-pengertian-seni-konsep-keindahan

Kusumastuti, Eny. (2013), “Jurnal Filsafat Ilmu dalam Perspektif Estetika”

diakses pada 7 Agustus 2017 jam 23.02 WIBat URL: http://www.academia.edu/9723312/filsafatilmudalamperspektifestetika

Laili, Amin Laili, (Juni, 2015), “Kapitalisme di Eks Bandara Kemayoran”, artikel Kompas, diakses pada 7 Agustus 2017 pukul 23.01WIB.

Rosyida, Lutfi Khoiri. (Juni, 2015) “Estetika dan Filsafat Keindahan”, artikel Kompasiana, diakses pada 9 Agustus 2017, jam 01.25 WIB at URL: http://www.kompasiana.com/www.fhepooh.com/estetika-dan-filsafat-keindahan_550ab0bc813311cf14b1e199

Tedi Sutardi, (Juni, 2001) artikel “Antropologi: Mengungkap Keberagaman

Budaya”.

Sumbo Tinarbuko, (Januari, 2003) “Jurnal Semiotika Analisis Tanda pada Karya

Desain Komunikasi Visual” Vol. 5, No. 1, ISI Yogyakarta diakses tanggal

Agustus 2017 at URL:

http://nirmana.petra.ac.id/index.php/dkv/article/viewFile/16093/16085

Web Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, (Juni, 2016), “Warisan Eks Bandara Internasional Kemayoran” diakses pada 10 Agustus 2017 pukul 02.23 WIB.

Wisanggeni, Aryo, (Januari, 2015), “Kemayoran, Tintin, dan Kambing Piaraan”, artikel Kompas, diakses pada 9 Agustus 2017 pukul 17.36 WIB.




DOI: https://doi.org/10.24821/jocia.v4i2.2619

Article Metrics

Abstract view : 52 times
PDF - 278 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN 2442-3394 (media cetak)  || ISSN 2442-3637 (media online)


View My Stats