Isun Hang Gandrung

Elan Fitra Dianto

Abstract


Isun Hang Gandrung adalah judul karya tari yang diciptakan. Judul ini sekaligus menjadi konsep dasar yang diwujudkan dalam sebuah koreografi kelompok. Isun dalam bahasa Osing artinya Saya, kemudian Hang berarti yang, dan Gandrung berarti disanjung, dicintai, atau digandrungi. “Isun Hang Gandrung“ berarti saya yang digandrungi. Ide tersebut muncul dari ketertarikan terhadap kesenian Gandrung yang dulunya dilakukan oleh laki-laki sehingga disebut Gandrung Lanang.

            Gandrung merupakan sebuah kesenian yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam sejarahnya Gandrung dulunya dilakukan oleh seorang laki-laki, namun sekarang berganti menjadi perempuan. Segala bentuk sumber telah dicari melalui buku, wawancara, dan juga melalui video. Hal tersebut sangat membantu dalam proses penciptaan dan penjajakan gerak serta komposisinya.

            Karya tari Isun Hang Gandrung disajikan dalam sebuah koreografi kelompok dengan melibatkan delapan penari laki-laki dan satu penari perempuan, dengan menggunakan properti kipas dan dipentaskan di proscenium stage. Gerak yang digunakan bersumber dari gerak tari Gandrung Banyuwangi yang dikomposisikan dengan memperhatikan aspek ruang, waktu, dan tenaga.

 

Isun Hang Gandrung is the title of a dance piece created. The title also became a basic concept that is embodied in a choreography group. Isun in Osing language means „I‟, Hang means „that‟, and Gandrung means praised or loved. “Isun Hang Gandrung“mean that I am loved. The idea came from the interest of the arts Gandrung that formerly done by men so-called Gandrung Lanang.

            Gandrung is an art from Banyuwangi, East Java. Historically, Gandrung formerly done by a man, but now turned into woman. All forms of resources have been sought through books, interviews, and also via video. It was very helpful in the process of creation and exploration of movement and composition.

            Isun Hang Gandrung dance piece presented in a choreography group involved eight male dancers and one female dancer, the property of the fan was used and staged in a proscenium stage. The motion was obtained from Gandrung Banyuwangi dance composed with attention to aspects of space, time, and energy.

 


Full Text:

PDF

References


A. Sumber Tertulis

Ali, Hasan. 2004. Kamus Bahasa Daerah Using-Indonesia. Banyuwangi : Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Dariharto. 2009. Kesenian Gandrung Banyuwangi. Banyuwangi : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Dibia, I Wayan, FX. Widaryanto, Endo Suanda. 2006. Tari Komunal. Jakarta : Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Griffiths Trevor R. 1998. Stagecraft : The Complete Guide Theatrical Practice. New York : Knickerbocker Press.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Aspek-aspek koreografi kelompok. Yogyakarta: Elkaphi.

_______________.2011. Koreografi : Bentuk- Teknik-Isi. Yogyakarta : Cipta Media.

Haryamawan, RMA. 1988. Dramaturgi. Bandung : Rosda Offset.

Martono, Hendro. 2008. Sekelumit Ruang Pentas : Modern dan Tradisi. Yogyakarta : Cipta Media.

_____________. 2010. Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan. Yogyakarta : Cipta Media.

Murgiyanto, Sal M. T.T. Seblang dan Gandrung : Dua Bentuk Tari Tradisi di Banyuwangi. Jakarta : Media Kebudayaan.

M. Echols, John, Hassan Shadily. 1998. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Padmodarmaya, Pramana. 1998. Tata dan Teknik Pentas. Jakarta : Balai Pustaka.

Santoso, Tri Budi. 2009. Skripsi Tugas Akhir Tari : Fungsi Seblang Bagi Masyarakat Osing di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Yogyakarta : Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Smith, Jacqueline. 1976. Dance Composition: A Practical Guide For Teachers. London : Lepus Book, terj. Oleh Ben Suharto. 1985. Komposisi Tari

Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta : Ikalasti.

Soelarko, B, S. Ilmi. t.t. Kesenian Rakyat dari Banyuwangi. Jakarta : Proyek Pengembangan Media Kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumaryono, Endo Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta : Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Wijaya, Arie Yulia. 2011. Skripsi Tugas Akhir Seni Tari : Analisis Struktural Gandrung Terob Banyuwangi. Yogyakarta : Perpustakaan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

B. Sumber Video

- Video tari Gandrung Marsan karya Subari Sufyan

- Video tari Gandrung Banyuwangi

- Video tari Gemblak karya Mamuk Rohmadona

C. Sumber Lisan

Nama : Subari Sofyan

Umur : 59 tahun

Pekerjaan : penata tari, penari Gandrung Lanang, perias busana, dan pemilik sanggar “Sayu Gringsing”

Nama : Ammy Aulia Renata

Usia : 21 tahun

Pekerjaan : Penari Gandrung dan Alumni ISI Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1596

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1596.g396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.