Fungsi Tari Babangsai Dalam Upacara Aruh Ganal Di Desa Loksado Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan

Rahmani Rahmani, I Wayan Dana

Abstract


Tari Babangsai disajikan sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa gembira atas berhasilnya panen padi. Tarian ini tersaji menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan upcara Aruh Ganal. Kegembiraan masyarakat penyangga ini tampak terlihat dengan hadirnya masyarakat Loksado sebagai pelaku maupun penyelenggara upacara Aruh Ganal.

            Penyelengaraan upacara Aruh Ganal diadalan setahun sekali, sesuai dengan ketentuan masyarakat adat Loksado Hulu Sungai di Kalimantan Selatan. Kehadiran tari Babangsari dalam upacara Aruh Ganal berfungsi sebagai sarana upcara di satu sisi, dan di sisi yang lain juga untuk hiburan bagi masyarakat pelaku upacara sehingga dapat melaksanakan upacara secara berurutan selama tujuh hari tujuh malam.

 

The Babangsaidance is performed as an expression of thankfulness and happiness due to the successful rice harvest. This dance is an inseparable part of the AruhGanalceremony. The joyfulness of the supporting community can be seen from the presence of the members of Loksado society as both the performers and organizers of the ceremony.

            The AruhGanalceremony is carried out once a year, that is in accordance with the rule of the society of  the village of river upstream Loksado, south Borneo. The existence of the Babangsaidance in the AruhGanalritual ceremony functions as a means of ceremony on one hand, and as an entertainment for the society carrying out the ritual ceremony on the other. Consequently, the ceremony may take place continually for seven days and seven nights.


Keywords


Babangsai, upacara Aruh Ganal, fungsi

Full Text:

PDF

References


Ahmad Syadzali& Tahniyatus. (2013), Dealiktika Budaya Banjar,Tahura Media, Banjarmasin.

Daut, Alfani. (1997),Islam dan Masyarakat Banjar, P.T. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Dhavamony, Mariasusai. (1995), Fenomenologi Agama, Kanisius, Yogyakarta.

Eliade, Mircea. (1959),The sacred and the profane atau Sakral dan Profan,terjemahan Nuwanto.(2002), Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta.

Endraswara, Suwardi. (2006), Metodologi Penelitian Kebudayaan, Gadjah Mada Press., Yogyakarta.

Hadi, Y.Sumandiyo. (2003), Aspek-aspek Dasar Koreografi Kelompok, ELKAPHI, Yogyakarta.

. (2006),Seni Dalam Ritual Agama, PUSTAKA, Yogyakarta.

.(2007), Kajian Tari Teks dan Kontek, Pustaka Book Publisher,Yogyakarta.

. (2005), SosiologiTari, Pustaka, Yogyakarta.

.(2012), Koreografi (Bentuk-Teknik-Isi), Cipta Media, Yogyakarta.

Haryono, Timbul. (2008), Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dalam Perspektif Arkeologi, ISI Press., Surakarta.

Havilan, William A. (1988), Antropologi Jilid 2, Terjemah R.G. Soekadijo, Erlangga, Jakarta.

Hawkins, Alma M. (1988) Creating Through Danceatau Mencipta Lewat Tari, terjemahan Y. Sumandiyo Hadi. (1990), Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

Ideham, M. Suriansyah, B.A, Syarifuddin, M. Zainal Arifin Anis & Wajidi. (2007), Urang Banjar Dan Kebudayaannya, Pustaka Banua, Banjarmasin.

Kusmayati, A.M. Hermien. (2000), Arak-Arakan Seni Pertunjukan dalam Upacara Tradisional di Madura, Yayasan Untuk Indonesia.Yogyakarta.

Kreinath, Snoek, dan Michale Stausber, (2006), Theorizing Rituals: Issues, Topics, Approaches, concepts, Brill, Leiden.

Maman, Muhlis. (2009), Sekilas Tentang Seni Tradisi Kalimantan Selatan, UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Maunati, Yekti. (2004),Identitas Dayak – Komodikasi dan Politik Kebudayaan, LKIS, Yogyakarta.

Muhrotien, Andreas. (2012),Rekontruksi Identitas Dayak, TICI Publication.Yogyakarta.

Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama IAIN Antasari Banjarmasin. (1978), Upacara Leligi dan Beberapa Adat Istiadat Masyarakat Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan, Institut Agama Islam Negeri Antasari, Banjarmasin.

Radam, Noerid Haloei. (2001),Religi Orang Bukit,Yayasan Semesta, Yogyakarta.

Radcliffe-Brown, A.R. (1950), Struktur dan FungsidalamMasyarakat Primitif, terj. A.Razak, Dewan Bahasa dan Kementrian Malaysia, Kuala Lumpur.

Salim, H. (1996), Islam Banjar, Relasi Antar Etnik dan Pembangunan, Interfidei, Yogyakarta.

________________. (1996),Masyarakat Banjar, Relasi antar Etnik dan Pembangunan, dalam Hairus Salim (ed.). “Kisah dari Kampung Halaman; Masyarakat Suku, Agama Resmi, dan Pembangunan”, Dian Interfidei,

Yogyakarta.

Susanto, P.S. Hary.(1987),Mitos Menurut Pemikiran Mircea Eliade, Kanisius, Yogyakarta.

Soedarsono, R.M. (2001),Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, MSPI, Bandung.

. (2002), Melacak Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi, Gadjah Mada University Press., Yogyakarta.

SY, Hasnah. (2013), Seni Tari dan Tradisi yang Berubah; Studi Terhadap Penciptaan Kolektif dan Perubahan Tari Tangan Oleh Masyarakat Padang Laweh, Media Kreativa, Jogjakarta.

Syahrani, Aliman. (2012), Menjembara Jejak Berlari: Dindang Ligum Karasmin Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hulu Sungai Selatan.

Rusmiadi, Iskandar, Ady Prayitno, Nanang Syaifuddin, & Amrullah. (2010), Tari Kanjar, Musium Lambung Mangkurat, Banjarbaru.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1602

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1602.g402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.