Dingin

Ahmad Susantri

Abstract


Karya tari “Dingin” merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari pengalaman empiris di kampung halaman. Karya ini mempresentasikan peristiwa-peristiwa suka dan duka saat berada di kota Liwa, yang pada akhirnya mengarahkan pada satu pilihan untuk kembali pulang.
Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sebuah ingatan yang tidak terlupakan. Kebersamaan yang mengembirakan, kesendirian, hidup di keluarga yang ‘kaku’, dan suasana dingin kota Liwa yang membuat nyaman, adalah beberapa peristiwa yang meninspirasi. Berdasarkan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa yang dialami, dingin dalam karya ini dimaknai sebagai dingin yang dirasakan tubuh sebagai dingin yang menyenangkan, dan ‘dingin hati’ sebagai ungkapan perasaan menyedihkan.
Karya tari ini digarap dengan tipe tari studi dan dramatik, ditarikan oleh tiga penari putra, menggunakan setting panggung berupa vinyl berwarna putih yang akan menutup sebagian lantai stage, dan menampilkan multimedia yang menjadi bagian dari pertunjukan karya ini. Bentuk penyajian musik karya ini adalah Musik Instrument Digital Intervace (MIDI). Karya ini diharapkan memberikan manfaat untuk dapat bersikap menghargai masa lalu dan tetap optimis menjalani masa depan.

Keywords


Dingin tubuh, dingin hati, Tari studi dan dramatik.

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Abu.2003. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Bagian HUMAS dan Protokol Kab. Lampung Barat. 2010. Selayang Pandang Kabupaten Lampung Barat. Lampung.

Borg, James. 2010. Buku Pintar Memahami Bahasa Tubuh dialih bahasakan oleh Abdul hamid. Yogyakarta: Think jogjakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi keempat), Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ellfeldt, Lois. 1971. A Primer For Choreographers, Palo Talo: Mayfield Publishing Compay. Diterjemahkan oleh Sal Murgiyanto, 1997. Pedoman Dasar Penata Tari, Jakarta: Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta.

Hadi, Y.Sumandiyo. 2011. Koreografi (Bentuk – Tehnik – Isi). Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins, Alma M. 1988. Creating Through Dance, New Jersey: Princeton Book Company. Diterjemahan oleh Y. Sumandiyo Hadi, 1990. Mencipta Lewat Tari, Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Liye, Tere. 2014. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Jakarta: PT. Gramedia.

Martiara, Rina. 2012. Nilai dan Norma Budaya Lampung; Dalam Sudut Pandang Strukturalisme. Yogyakarta: Kanisius.

Martono, Hendro. 2010. Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan. Yogyakarta: Multi Grafindo.

______________. 2008. Sekelumit Ruang Pentas Modern dan Tradisi. Yogyakarta: Cipta Media.

Ahmad Susantri (JURNAL DINGIN)

Mufid, Muhammad. 2009. Etika dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Smith, Jacquelin. 1976, Dance composition: A Practical Guide for Teachers, London: A & Black. Diterjemahkan oleh Ben Soeharto, 1985. Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru, Yogyakarta: IKALASTI.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v9i1.1667

Refbacks

  • There are currently no refbacks.