After Dark

Annisa Zahara

Abstract


After Dark adalah karya tari yang di ciptakan berdasarkan dari pengalaman empirik penata. Ide ini muncul berdasarkan fenomena yang terjadi yaitu selain sebagai mahasiswi, penata juga berprofesi sebagai penari klub malam. Penari klub malam adalah para wanita yang berprofesi sebagai dancer atau penari di klub malam dengan kostum atau pakaian yang lebih terbuka. Para pelaku profesi ini kebanyakan adalah para pendatang dari luar daerah Yogyakarta yang pada awalnya berniat untuk melanjutkan pendidikan.
Fenomena ini menarik bagi penata dan menjadi masalah yang kemudian diangkat menjadi sebuah karya tari. Berpijak pada pengalaman penata terhadap profesi ini dan juga lingkungan penata sebagai seorang mahasiswi jurusan tari. Penata merasa menjadi seorang penari klub malam bukanlah hanya sekedar menari dan menghibur tetapi ada hal lain yang tidak terungkap dan tidak diketahui oleh banyak orang. Gejolak terdalam di hati seorang perempuan, perasaan yang disembunyikan di balik tuntutan pekerjaan yang baginya bukanlah sebuah keinginan. Perasaan kecewa, khawatir, sedih, dan selanjutnya, munculah gagasan untuk mengangkat fenomena ini ke dalam sebuah karya tari, misteri apa yang terjadi di balik fenomena ini. Mengapa fenomena ini begitu marak terjadi di kalangan mahasiswi? After Dark yang bila diartikan adalah “Setelah Gelap”, yang dimaksud adalah waktu yang berlangsung ketika menjalani rutinitas sebagai penari klub malam dan harapan untuk menjadi lebih baik seperti yang diyakini oleh penata bahwa setelah gelap akan selalu ada kebaikan.
Karya ini memunculkan unsur dramatik tentang gejolak perasaan wanita yang berprofesi sebagai penari klub malam. Gejolak perasaan yang dihadirkan dalam karya ini adalah segala perasaan yang muncul yang dibagi dalam 3 bagian yaitu : kebahagiaan, kesedihan, perasaan tertekan serta kekalutan karena imaji yang beredar di masyarakat bahwa seorang penari klub malam sebagai hal yang negatif. Karya ini dikemas menarik dalam koreografi kelompok dengan jumlah penari lima orang penari putri.

Keywords


Wanita, Penari, Klub Malam

Full Text:

PDF

References


Brouwer M.A.W dkk. 1979. Kepribadian dan

Perubahannya. Jakarta: PT.Gramedia

Hadi, Y. Sumandiyo. 2012. Koreografi Bentuk-Teknik_isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins, M. Alma. 2003 . Bergerak Menurut Kata Hati, terjemahan I Wayan Dibya. Jakarta: Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan.

James. Judi. 2010 . The Body Language . Jakarta: PT.Ufuk Publishing House.

Kartono. Kartini. 1981. Patalogi Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Langer, K. Suzanne. 2006. Problems of Art, terj. FX. Widaryanto. Bandung: Sunan Ambu Press (STSI Bandung).

Nugroho. Eko. 2008 . Pengenalan Teori Warna . Yogyakarta : CV. Andi Offset.

Nugroho. Sarwo. 2015 . Manajemen Warna dan Desain. Yogyakarta : CV. Andi Offset.

Nuraini, Indah. 2011 . Tata Rias dan Busana Wayang Orang Gaya Surakarta . Yogyakarta : Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Smith. Jacqueline. 1976 . Dance Composition: A Practical Guide For Teacher. London : Lepus Book, terj. Oleh Ben Suharto. 1985. Komposisi Tari : Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta : Ikalasti Yogyakarta

Suharto. Sugihastuti . 2002 . Kritik Sastra Feminist : Teori dan Aplikasi . Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

Syam. Nur . 2011 . Agama Pelacur . Yogyakarta : LKIS Grup

B. Narasumber

Nama : A.K

Umur : 24 tahun

Alamat : Yogyakarta

Nama : U.A

Umur : 23 tahun

Alamat : Yogyakarta

C. Discografi

Film “Honey 3 : Dare to Dance disutradarai oleh Bille Woodruff produksi Universal Picture tahun 2016

Karya Tari “I’m Fine” karya Muhammad Febrian Rochmadoni dalam Tugas Akhir Penciptaan ISI Yogyakarta pada tahun 2015

D. Webtografi

http://Eunikeyosefina.blogspot.co.id/2013/01/sexy-dancer-nurani-vs-ironi.html diunduh pada tanggal 15 September 2016

http://Portalmadura.com/sexy/dancer/di/suguhkan/.html diunduh pada tanggal 15 September 2016

http://pendekatan- kualitatif:metode- penelitian etnografi.html diunduh pada tanggal 23 November 2016




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v9i1.1668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.