Ritus Barong

I Gede Radiana Putra

Abstract


"Ritus Barong”, adalah judul yang dipilih untuk garapan tari ini. Karya ini menggambarkan tentang tahapan sakral Barong Ket yang ada di desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali. Tahapan tersebut berupa tahap ngetus (melepas bagian barong), tahap ngatep (memasang kembali bagian tersebut), dan tahap nyambleh (menyucikannya kembali). Prosesi ini sangat sakral bagi masyarakat Singapadu. Singapadu terkenal dengan kesenian dan tradisi budaya barongnya. Barong yang disakralkan sudah menjadi kebanggaan budaya Singapadu.
Barong menjadi inspirasi untuk menciptakan sebuah karya tari, berawal dari kesenangan penata menari dan mengikuti kunjungan spiritual Barong Ket Singapadu. Barong identik dengan suara-suara gongseng yang menambah kesan sakral dan magis. Pengolahan gongseng tersebut sebagai pendukung musikalitas karya tari yang banyak memainkan musik-musik internal, dari tubuh penari itu sendiri. Gongseng merupakan salah satu bagian terpenting dari barong. Oleh karena itu, penggunaan properti gongseng dengan rasa musikalitasnya digarap sebagai studi gerak kaki.
Karya tari “Ritus Barong” merupakan koreografi garap kelompok dengan sepuluh penari laki-laki. Tujuh orang laki-laki sebagai penari inti, pada saat tertentu menggambarkan kebersamaan warga masyarakat Singapadu, dua orang penari sebagai penari barong dan seorang penari rangda. Melalui karya ini diharapkan muncul regenerasi penari barong setidaknya penari menguasai unsur-unsur gerak tari Barong.

Keywords


Ritus Barong, Gongseng, Choreography Group

Full Text:

PDF

References


Bandem, I Made. (1983), Ensiklopedi Tari Bali, Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI)

Denpasar Bali, Denpasar.

_____________. (1986), Prakempa Sebuah Lontar Gamelan Bali, Akademi Seni Tari

Indonesia Denpasar, Denpasar.

_____________. (2004), Kaja dan Kelod Tarian Bali dalam Transisi, Institut Seni

Indonesia (ISI) Yogyakarta,

Belo, Jane. (1960), Rangda and Barong, University of Washington Press, Seattle.

Dibia, I Wayan. (1996), Kecak The Vocal Chant of Bali, Hartanto Art Books, Bali.

____________. (1999), Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali, Masyarakat Seni

Pertunjukan Indonesia, Jakarta.

____________. (2004), Pragina, Sava Media, Malang.

____________. (2012), Ilen-ilen Seni Pertunjukan Bali, Bali Mangsi, Denpasar.

____________. (2012), Mongkah Tanah Mungkah Lawang Biografi I Wayan Geria,

Yayasan I Wayan Geria, Bali.

____________. (2013), Puspasari Seni Tari Bali, UPT ISI Denpasar, Denpasar.

____________. (2014), Menapak Jejak Tiga Seniman, Yayasan Wayan Geria, Denpasar.

Hadi, Y. Sumandiyo. (2003), Aspek-Aspek Dasar Karya Tari Kelompok, Manthili, Yogyakarta.

________________. (2007), Kajian Tari Teks dan Konteks, Pustaka Book Publisher, Yogyakarta.

________________. (2011), Koreografi: Bentuk Teknik Isi, Cipta Media, Yogyakarta.

Hawkins, Alma M. (1998), Creating Trought Dance, diterjemahkan Y. Sumandiyo Hadi berjudul Mencipta Lewat Tari (2003), Manthili, Yogyakarta.

______________. (1991), Moving From Within: A New Method for Dance Making, diterjemahkan I Wayan Dibia berjudul Bergerak Menurut Kata Hati : Metode Baru dalam Menciptakan Tari (2003), MSPI, Jakarta.

Martono, Hendro. (2008), Sekelumit Ruang Pentas Modern dan Tradisi, Cipta Media, Yogyakarta.

_____________. (2010), Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan, Cipta Media, Yogyakarta.

_____________. (2012), Ruang Pertunjukan dan Ruang Berkesenian, Cipta Media, Yogyakarta.

Meri, La. (1965), Dance Composition: The Basic Elements, diterjemahkan Soedarsono berjudul Komposisi Tari Elemen-Elemen Dasar (1975), Massachussets, Jacobs’pillow Dance Festival.

Senen, I Wayan. (2013), Bunyi-Bunyian Pancagita dalam Upacara Odalan di Kabupaten Karangasem Bali. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Smith, Jacqueline. (1976), Dance Composition, A Practical Guide For Teachers, diterjemahkan Ben Suharto berjudul Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis BagiGuru (1985), IKALASTI, Yogyakarta.

Soedarsono, R.M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Suanda, Endo. (2004). Topeng. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

B. Nara Sumber

- I Wayan Dibia (67th) Singapadu 1948, berprofesi sebagai Guru Besar ISI Denpasar, pengamat dan penari barong.

- Cokorda Raka Tisnu (67th) Puri Singapadu, berprofesi sebagai Dosen ISI Denpasar, Pembuat topeng barong di Singapadu.

- I Ketut Kodi (54th) Singapadu, berprofesi sebagai Dosen ISI Denpasar, pembuat dan pengamat barong di Singapadu.

- “Pertunjukan Barong and Keris Dance Banjar Sengguan Singapadu” oleh Banjar Sengguan Singapadu.

- Koreografi 3 “Barong Tri Sedatu” karya I Gede Radiana Putra




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v9i1.1671

Refbacks

  • There are currently no refbacks.