Cinte Yin Galema

Renny Destiani

Abstract


Karya tari yang berjudul Cinte Yin Galema diambil dari nama seorang tokoh yang sangat berpengaruh di kerajaan Balok pulau Belitung dan merupakan seorang putri keturunan Tiongkok berparas cantik dan berjiwa kesatria. Yin Galema menceritakan sosok putri Cina yang akrab dengan kebudayaan Melayu seperti cara berpakaian dan bersikap sopan santun di dalam kerajaan Melayu Belitung. Seorang putri ini memilik hasrat dan keinginan yang luar biasa untuk menjaga janji suci pernikahannya dengan suami yang bukan berasal dari golongan manusia, suami yang dimiliki oleh Yin Galema merupakan makhluk bunian yang berarti makhluk keturunan bangsa jin yang memiliki kekuasaan di Pulau Belitung. Karya ini memunculkan sosok laki-laki bunian, dalam hal ini penata menyimbolkan sesuatu yang berbeda alam dengan memunculkan sosok bunian di bagian belakang panggung seperti hanya bayangan sesosok laki-laki yang tidak terlihat.
Kehidupan cinta Yin Galema yang sangat indah walaupun berbeda alam namun bisa saling menyentuh berkat pertolongan Raja pertama kerajaan Balok, dengan kekuatan supranatural yang digunakannya dalam bentuk sebuah gelang sakti dan dapat membuat Yin Galema masuk ke dalam dunia makhluk bunian, kehidupan cinta Yin Galema dibangun dengan sangat sempurna, tanpa ada satu orangpun yang mengetahuinya kecuali Raja pertama kerajaan Balok. Yin Galema yang dikenal dengan paras cantiknya membuat semua lelaki yang ada di kerajaan Balok jatuh cinta dan tergila-gila dengan wajah indahnya termasuk lelaki yang menjadi pewaris tahta kerajaan Balok yaitu pangeran Ki Agus Mending atau biasa disebut dengan julukan K.A Mending. Besarnya keinginan pangeran K.A Mending untuk memiliki Yin Galema yang membuatnya mendapatkan tubuh Yin Galema. Hal ini memunculkan terjadinya suatu pengkhianatan yang diketahui oleh makhluk bunian, sehingga menjadikan hubungan percintaan Yin Galema menjadi suram dan menakutkan akibat dari sebuah kutukan bunian.
Karya tari ini digarap dengan tipe tari dramatik dan tipe tari studi, dengan adanya alur yang dibuat saling berhubungan atau saling terkait. Penata mengembangkan studi gerak pada tari campak (salah satu kesenian tradisional masyarakat kerajaan Balok) dengan mengambil motif becampak (gerakan mengayun kedua kaki dan tangan secara bergantian). Karya ini memunculkan sosok laki-laki yang menjadi Bunian, dalam hal ini penata menyimbolkan sesuatu yang berbeda alam dengan memunculkan sosok bunian di bagian belakang panggung seperti hanya bayangan saja dan penari perempuan maupun laki-laki lainnya melakukan gerak dengan mengexplor ke tiga karakter tersebut.

Keywords


Tiongkok, Yin Galema, Belitung.

Full Text:

PDF

References


Groeneveldt, W.P 2009. Nusantara Dalam Catatan Tionghoa. Komunitas Bambu Jakarta.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok.Elkaphi Yogyakarta.

Seni dalam Ritual Agama.Pustaka Yogyakarta.

Koreografi Bentuk-Teknk isi. Cipta Media Yogyakarta.

La Meri. 1975 Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Terjemahan Soedarsono.Yogyakarta: Lagaligo.

Martono, Hendro 2008. Sekelumit Ruang Pentas Modern dan Tradisi. Cipta Media Yogyakarta.

Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan. Cipta Media Yogyakarta.

Ruang Pertunjukan dan Berkesenian. Cipta Media Yogyakarta.

Reid, Anthony. 2010. Sumatera Tempoe Doeloe. Tim Komunitas Bambu. Jakarta.

Sancin,Ian. 2006. Yin Galema.Serambi Ilmu Semesta. Jakarta.

Sancin, Ian. 2015 ARAI Novel Sejarah Kerajaan Balok Belitong Abad ke-18. PT Serambi Ilmu Semesta. Jakarta.

Sukisman,W.D. 1992. Sejarah Cina Kontemporer. PT Pradnya Paramita. Jakarta.

Taniputera,Ivan. 2013. History Of China. AR-RUZZ Media.Yogyakarta.

Yah, Salim. 1999. Cerite Adat Belitong. PT.TIMAH. Belitung.

Reality, Tim. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. REALITY PUBLISHER.Surabaya.

B. Filmografi / Diskograi

a. Teater kolosal “Yin Galema” disutradarai oleh iqbal H.Saputra.

b. Tari Yin Galema karya Renny Destiani dalam ujian mata kuliah koreografi 3.

c. Tari “becampak” karya sanggar Wilsen kepulauan Bangka Belitung.

C. Narasumber

a. Ian Sancin, penulis novel Yin Galema bertempat tinggal di jalan Ahmad Yani No 12 Kelurahan Pangkalalang.

b. Iqbal H.Saputra, Sutradara teater kolosa Yin Galema bertempat tinggal di jalan Aik Ketekok No 23 Kelurahan Paal Satu.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v9i1.1674

Refbacks

  • There are currently no refbacks.