BASIR BELIAN

Harianto Harianto

Abstract


Basir Belian merupakan judul karya tari yang terinspirasi dari upacara Berayah, yaitu sebuah ritual pengobatan suku Dayak Jalai yang menganut kepercayaan Kaharingan yang dipimpin oleh seorang Belian. Basir berarti laki-laki yang menjadi seorang Belian. Jadi, Basir Belian dipilih sebagai judul karya agar dapat mewakili rangkaian dari upacara ritual itu sendiri, serta sosok pemimpin atau Belian Bancir yang juga diartikan sebagai seorang Basir, juga seorang Belian dalam ritual pengobatan. Karya Basir Belian menyampaikan beberapa hal yaitu fenomena keperempuanan dalam sebuah upacara ritual yang dilakukan oleh Belian Bancir dan aktivitas yang dilakukan Belian Bancir dalam upacara ritual.
Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi dari gerak-gerak tradisi Kalimantan Tengah dengan kualitas gerak keras sebagai penggambaran sisi maskulin laki-laki Dayak dan kualitas gerak lembut visual dari roh gaib yang memiliki sifat feminin. Motif vibrasi dan stakato yang dipadukan dengan beberapa gerak tradisi Kalimantan Tengah menghasilkan beragam motif gerak baru yang memperkaya garapan ini. Selain itu aktivitas yang terjadi dalam sebuah upacara ritual melengkapi dramatisasi yang dibangun dari awal hingga akhir tarian.
Karya tari Basir Belian disajikan dalam garap koreografi kelompok besar, sembilan penari laki-laki dengan format musik live music dipentaskan di proscenium stage Jurusan Tari ISI Yogyakarta. Tata rias dan busana merupakan hasil kreasi penata yang tetap mengacu pada bentuk asli dari tata rias dan busana yang dikenakan Belian Bancir pada saat upacara ritual.

Keywords


Dowry Rite, Belian Bancir, Group Choreography.

Full Text:

PDF

References


A. Sumber Tercetak

Fakih, Mansour. 2016. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Insist Press.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: Elkaphi.

. 2006. Seni dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Pustaka.

. 2007Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

. 2011. Koreografi (Bentuk–Teknik–Isi). Yogyakarta: Cipta Media.

. 2012. Seni Pertunjukan Masyarakat dan Penonton. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Haryanto. 2016. Musik Suku Dayak: Sebuah Perjalanan di Pedalaman Kalimantan. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Heriyawati, Yanti. 2016. Seni Pertunjukan dan Ritual. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Humprey, Doris., The Art of Making Dance. Terjemahan Sal Murgiyanto, 1983. Seni Menata Tari, Dewan Kesenian Jakarta.

Ihromi, T.O. 1999. Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Martono, Hendro. 2008. Sekelumit Rupa Pentas. Yogyakarta: Cipta Media

. 2010. Mengenal Tata Cahaya Pertunjukan. Yogyakarta: Cipta Media.

. 2015. Ruang Pertunjukan dan Berkesenian. Yogyakarta: Cipta Media.

Meri, La. 1975, Terjemahan R.M. Soedarsono, Elemen-Elemen Dasar Komposisi Tari. Yogyakarta : Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Nuraini, Indah. 2011. Tata Rias dan Busana Wayang Orang Gaya Surakarta. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Riwut, Tjilik. 2003. Tjilik Riwut Sanaman Mantikei. Manaser Panatau Satu Hiang: Alam dan Kebudayaan, Palangka Raya: Pusaka Lima.

. 2007. Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta: NR Publishing.

Riwut, Nila. 2011. Bawin Dayak: Function, and Roles of Dayaknese Woman. Yogyakarta: NR. Publishing.

. 2012. Sanaman Lampang (Besi Mengambang) Kisah Seputar Kehidupan Tjilik Riwut. Yogyakarta: NR. Publishing

Royce, Anya Peterson. 1980. The Antropology of Dance. First MidlandBbook Edition, terjemahan. F.X. Widaryanto. 2007. Antropologi Tari. Bandung: STSI Press Bandung.

Smith, Jacqueline. 1976. Dance Compesition: A Practical Guide for Teachers. London: Lepus Book, terjemahan Ben Suharto. 1985. Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta: Ikalasti.

Soedarsono, R.M. 2002. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

SP, Soedarso, 2006. Trilogy Seni, Penciptaan, Eksistensi, dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

Sumaryono. 2011. Antropologi Tari dalam Perspektif Indonesia. Yogyakarta: Media Kreativa.

Warsito, R.H. 2015. Antropologi Budaya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Yudiarni, et al. 2017. Karya Cipta Seni Pertunjukan. Yogyakarta: JB Publisher bekerjasama dengan FSP ISI Yogyakarta.

Zaman, Budhy K. 2016. Sejarah Sukamara. Yogyakarta: Bulaksumur.

B. Sumber Lisan

Nama : Janggot Jaeng

Umur : 96 tahun

Pekerjaan : petani ladang dan seorang belian

Nama : Sangsing

Umur : 87 tahun

Pekerjaan : ibu rumah tangga dan seorang Belian perempuan

Nama : Yanti

Umur : 35 tahun

Pekerjaan : ibu rumah tangga

C. Discografi

Ritus Maratus karya Budi Jaya Habibi

Tariu Galang karya Mega Silalahi

D. Webtografi

beriam.blogspot.com

youtube.com




DOI: https://doi.org/10.24821/joged.v12i2.2545

Article Metrics

Abstract view : 11 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.