SISTEM TERITORIAL AREA DAGANG DI PASAR BERINGHARJO

Alifa Mifty Fala, Ismael Setiawan

Abstract


Pasar merupakan ruang publik yang didalamnya terjadi berbagai aktivitas dan interaksi
sosial di antara pelakunya. Interaksi tersebut memungkinkan terjadinya konflik di antara pelakunya
khususnya untuk mempertahankan area teritori masing-masing. Penelitian ini memfokuskan
bagaimana para pedagang di pasar Beringharjo membentuk territorial selama beraktivitas dagang.
Metode kualitatif digunakan untuk menemukan fakta-fakta di lapangan. Sampel dipilih secara acak
berdasarkan komoditi yang dijual. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem teritorial yang berlaku
di pasar Beringharjo ini sangat unik, tidak mengenal hirarki ruang tetapi lebih dipengaruhi oleh
perilaku dan sikap yang berlaku di kehidupan masyarakat khususnya budaya Jawa. Kaidah-kaidah
kerukunan, rasa hormat diterapkan untuk menciptakan keselarasan dalam mengatur sistem teritori
dagang di lingkungkan pasar Beringharjo.

Keywords


teritori, pasar, budaya Jawa

Full Text:

PDF

References


Halim, D. (2006). Psikologi Arsitektur. Jakarta: PT Gramedia Widiarsa Indonesia.

Hall, E. T. (1990). The Hidden Dimension. New York, United States: Bantam Doubleday Dell Publishing Group

I1.

Magnis Suseno, F. (1988). Etika Jawa. Jakarta: PT Gramedia Widiarsa Indonesia.

Moleong, L. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.




DOI: https://doi.org/10.24821/lintas.v7i1.3069

Article Metrics

Abstract view : 91 times
PDF - 95 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ISSN 1978-0702 (media cetak)   |  ISSN 2580-6521 (media online)

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.