Mata Kuliah Musik Pop dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia

Hari Sasongko

Abstract


Musik pop adalah suatu genre yang sangat dekat dengan televisi. Melalui televisi, musik ini menjadi tak terpisahkan dengan massa. Musik ini juga merupakan mass culture karena diproduksi secara massal bagi masyarakat yang masif. Musik pop merupakan musik  hiburan. Dari hiburan itu orang memperoleh  kesenangan. Selain itu, musik ini juga berorientasi pada keuntungan karena diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pasar. Oleh karena diciptakan untuk kepentingan massa, maka tidak mengherankan jika musik ini memiliki syair yang mudah dihafal, alunan melodi dan progresi akord yang sederhana, serta bersifat fleksibel, dalam arti mudah beradaptasi dengan jenis-jenis musik yang lain. Masalahnya adalah dengan karakteristik seperti ini dapatkah musik yang ‘main-main’, yang tampil dengan tujuan menghibur ini ‘diangkat’ menjadi materi baku di dalam kurikulum pendidikan tinggi yang tentu saja bersifat serius sesuai dengan karakter ilmu pendidikan?  Jika memang harus dilakukan, maka sifat kependidikannya harus disesuaikan dengan karakter musik ini: semakin sederhana, semakin baik. Semakin baik lagi jika mampu membangun relasi dengan acara di televisi.


Keywords


musik pop; budaya massa; televisi; kurikulum

Full Text:

PDF

References


Agger, Ben. 1992. Culture Studies as Critical Theory, London: E Palmer Press.

Collins, J. 1989. Uncommon Cultures: Popu-lar Culture and Post-modernism, New York: Routledge.

Daniels, Patricia S., et al. 2003. Almanac of World Histoy. Washington D.C.: Na-tional Geographic.

Frits, S. 1983. Sound Effects: Youth, Leisure, and Politics of Rock. London: Consta-ble.

Gans, Herbert J. 1974. Popular Culture and High Culture. New York: Basic Books, Inc., Publisher.

Ginsburg, Faye D. et al. 2002. The Consum-ers, Media Worlds: Anthropology on New Terrain. London: University of Californis Pres.

Andy Hamilton, Andy. 2007. Aesthetics and Music. New York: Continuum.

Hariyadi, Mathias, 1995, "Mengapa Manusia Suka Bermain?" dalam Ba-sis, No. 9, 1995.

Hardjana, Suka. 2002. "Eksistensi Musik Pop dalam Perkembangan Musik di Indonesia," dalam Kompas (surat kabar/ harian), 19 Mei 2002.

Hauser, Arnold. 1982. The Sociology of Art, trans. Kenneth J. Norhcott. London: University of Chicago Press.

Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasar-an: Analisis, Perencanaan, Implementa-si, dan Kontrol, terj. Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli. New Jersey: Simon & Schuster, (Asia) Pte., Ltd.

Labib, Muh. 2002. Potret Sinetron Indone-sia, Jakarta: MU:3 Books.

MacDonald, Dwight. 1964. "A Theory of Mass culture." Bernard Rosenberg dan David Manning White, ed. Mass culture: The Popular Arts in America. London: Collirer MacMillan Publish-er.

Mack, Dieter. 1995. Apresiasi Musik: Musik Populer. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Webster, Merriam. 2001. Merriam-Webster's Collegiate Dictionary, Tenth Edition. Springfield, Massachussets, USA: Merriam-Webster Incorpo-rated.

Neuman, Matthius. 1978. "Towards an Integrated Theory of Imagination," dalam Jurnal of Philosophy Quarterly, Vol. Xviii, No.3.

Sasongko, Michael Hari, 2002 "Musik Pop yang Irrasional," dalam Kompas (Surat Kabar/ Harian), 19 Mei 2002.

Strinati, Dominic. 2007. Popular Culture, (terj. Abdul Mukhid, Popular Culture: An Introduction of Theories of Popular) Culture. Bandung.

Shuker, Roy. 2006. Understanding Popular Music. London: Routledge.

Tschmuck, Peter. 1994. Creativity and In-novation in Music Industry. Nether-lands: Springer.

William, Raymond. 2000. "The Tecnology and tthe Society," dalam John Thor-ton Caldwel, ed., Electronic Media and Tecnoculture. New Jersey: Rut-gers University Press.

Wolff, Janet. 1993. The Social Production of Art. New York: New York Universi-ty Press.




DOI: https://doi.org/10.24821/promusika.v4i1.2269

Article Metrics

Abstract view : 61 times
PDF - 65 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2338-039X (print) | ISSN: 2477-538X (online)