Estetika Musik: Autonomis versus Heteronomis dan Konteks Sejarah Musik

Sunarto Sunarto

Abstract


Estetika musik Barat telah dikaji sejak ratusan tahun, yang telah dimulai sejak sebelum Masehi. Dalam perjalanan sejarahnya tersebut telah mengalami berbagai perubahan ide atau konsep tentang estetika musik. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari roh tiap zaman di mana musik itu hidup berdampingan dengan disiplin yang lain. Ide atau konsep estetika musik selalu dipengaruhi oleh hal-hal di luar musik itu sendiri, seperti: budaya, sosial, dan politik. Para tokoh estetika musik berdebat tentang estetika musik, sesuai dengan ideologi mereka masing-masing. Perdebatan tersebut mencapai puncaknya terjadi antara Eduard Hanslick dan Richard Wagner. Keduanya berbeda ideologi: Hanslick seorang akademi dan kritikus musik; sedang Wagner seorang komposer dan juga penulis musik. Perdebatan keduanya telah menghiasi iklim intelektual dalam bidang musik sejak era Romantik.


Keywords


Musik; Estetika; Autonomis; Heteronomis

Full Text:

PDF

References


Abraham, Gerald. 1990. The Concise Oxford History of Music, Oxford-New York: Oxford University Press.

Bowman, W. 1989 Philosophical Perspectives on Music, Oxford.

Bujic, B., (ed.). 1988. Music in European Thought, 1851–1912, Cambridge.

Bowman, W. 1989. Philosophical Perspectives on Music, Oxford.

Dahlhaus, Carl. 1990. Esthetics of Music, translated by William W. Austin. Cambridge: Cambridge University Press.

Davies, S. 1994. Musical Meaning and Expression. New York: Ithaca.

Einstein, Alfred. 1975. Music in the Romantic Era,: History of Musical Thought in the 19th Century. New York-London: W.W. Norton & Company.

Grout, Donald Jay. 1980. A History of Western Music. New York-London: W.W. Norton & Company.

Hanslick, Eduard. 1986. On The Musically Beautiful, transleted by Geoffrey Payzanor. New York: Hackett Publishing.

Hari Martopo. 2017. Musik Barat: Selayang Pandang. Yogyakarta: Panta Rhei Books.

Krausz, M., (ed.). 1993. The Interpretation of Music, Oxford: Oxford University Press.

Lang, P.H. 1997. Music in Western Civilization, New York.

Lippman E. 1992. A History of Western Musical Aesthetics. Lincoln, NE.

Lippman, E., (ed.). 1990. Musical Aesthetics: a Historical Reader. New York.

Levinson, J. 1990. Music, Art, and Metaphysics, New York: Ithaca.

Meyer, L.B. 1956. Emotion and Meaning in Music. Chicago.

Miller, Hugh M. 1965. Introduction to Music (Apresiasi Musik). Diterjemahkan Triyono Bramantyo, Editor Sunarto. Yogyakarta: Thafa Media.

Reese, Gustave. 1970. Music in the Middle Ages. New York-London: W.W. Norton & Company.

Scruton, R. 1997. The Aesthetics of Music. Oxford: Oxford University Press.

Suka Harjana. 1983. Estetika Musik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sunarto. 2015. “Pemikiran Hanslick tentang Estetika dan Kiritik Musik”, Promosika: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan musik, Vol. 2, No. 2, Oktober 2015, hal. 83-93.

______, 2017. Prolog: Estetika Musik: Musik Absolut dan Programa”, dalam F.H. Smits van Waesberghe S.J., 2017, Estetika Musik. Yogyakarta: Thafa Media, hal. v-xxxi.

Sunarto dan Suherman. 2017. Apresiasi Seni Rupa. Yogyakarta: Thafa Media.

Waesberghe, F.H. Smits van. 2017. Estetika Musik, Editor Sunarto. Yogyakarta: Thafa Media




DOI: https://doi.org/10.24821/promusika.v4i2.2278

Article Metrics

Abstract view : 78 times
PDF - 1124 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2338-039X (print) | ISSN: 2477-538X (online)