PENCIPTAAN FOTOGRAFI SUREALISME HUMAN AND TIME

Marventyo Amala

Abstract


Abstrak


Waktu adalah sebuah konsep yang sepenuhnya tergantung pada persepsi manusia. Waktu
adalah sebuah konsep yang tergantung pada kejadian-kejadian yang dapat diperbandingkan
dengan apa yang dialami. Seseorang, bahkan setiap manusia tidak bisa terlepas dari entitas
waktu ini. Sekuat apa pun ingin melepaskan diri, manusia tidak akan pernah lepas dari
“sang” waktu, bahkan saat mati pun masih dilingkupi oleh waktu. Berlandaskan pada konsep
tentang waktu, maka terbesit sebuah ide mengenai penciptaan fotografi dengan tema waktu
yang bergaya surealis. Karakteristik karya fotografi ini lebih menekankan pemotretan subjek
manusia dibalut dengan kain putih sebagai representasi waktu. Unsur pencahayaan menjadi
hal yang sangat diperhatikan agar ekpresi dari subjek dapat terekam dengan baik. Sementara
itu, sifat momen, pilihan arah cahaya, dan eksplorasi dengan menggunakan teknik multiple
exposure, menjadi bagian yang juga ditekankan pada karya ini.

 


Abstract


The Creation of Surrealism Photography: Human and Time. Time is a concept that is
entirely dependent on human perception. Time is a concept that depends on events that can
be compared with what happened. Someone, even every man cannot be separated from the
entity of time. No matter how someone wants to get away, he would never be separated from
“his” time, even death is still surrounded by time. Based on the concept of time, then an idea
about the creation of photography with the theme of time and surrealist styles popped up. The
characteristis of this photography project emphasizes on shooting human subjects wrapped
in a white cloth as a representation of time. Lighting element is very highly considered to
show the expressions of the subject that it could be recorded properly. In the meanwhile, the
moment, the choice of light direction, and exploration using multiple exposure technique, are
essential parts of this work.


Keywords


photography; surrealism; time

Full Text:

PDF

References


Barnbaum, Bruce. 2010. The Art of

Photography: An Approach to Personal

Expresion. California: Rocky Nook Inc.

Berger, Arthur Asa. 2000. Tanda-Tanda

dalam Kebudayaan Kontemporer.

Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Breton, Andre. 1969. Manifestoes of Surrealism.

Michigan: The University of Michigan

Press.

Clark, Tom. 2011. Digital Photography

Composition for Dummies. Indiana:

Wiley Publishing, Inc.

Feiniger, Andreas. 1965. The Complete

Photographer (Unsur-Unsur Utama

Fotografi). Terjemahan R.M. Soelarko.

. Semarang: Dahara Publishing.

Grant, Kim. 2005. Surrealism and The Visual

Arts. UK: Cambridge University Press.

Jung, Carl Gustav. 2003. Memories, Dreams,

Reflections. Yogyakarta: Penerbit

Jendela.

Prakel, David. 2010. The Visual Dictionary of

Photography. UK: AVA Publishing.

Soedarso, SP. 2000. Sejarah Seni Rupa Modern.

Yogyakarta: Penerbit ISI.

Soedarso, SP. 2006. Trilogi Seni: Penciptaan,

Estetika, dan Kegunaan Seni.

Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta

Soedjono, Soeprapto. 2007. Pot-Pourri

Fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.

Sontag, Susan. 2005. On Photography. New

York: Rosetta Book.

Wolmen, Benjamin B. 1981. Contemporary

Theories and Systems in Psychology.

New York.N.Y.10011.

Yahya, Harun. 2005. Hakikat di Balik Materi.

Surabaya: Risalah Gusti.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/rekam.v12i2.1430

Refbacks

  • There are currently no refbacks.