Pendidikan Seni Film dan Televisi Menjadi Penggerak Industri Ekonomi Kreatif

Alexandri Luthfi

Abstract


Globalisasi, sebagai suatu proses integrasi internasional, terjadi karena pertukaran pandangan dunia dalam berbagai sektor. Di Indonesia gelombang globalisasi sudah bergerak lebih dari 25 tahun. Tumbuh dan berkembangnya memberikan pengaruh terhadap berbagai sisi kehidupan bangsa dengan semua  atribut budayanya. Di bidang pendidikan, globalisasi memiliki dampak yang cukup besar bagi perubahan pada sistem atau model pembelajaran dan kurikulum yang diajarkan. Era industri kreatif yang digulirkan oleh pemerintah melalui Menteri Perdagangan RI waktu itu masih dijabat oleh Dr. Mari Elka Pangestu, telah  memberikan peluang seluas-luasnya bagi pendidikan tinggi seni agar dapat berfungsi sebagai salah satu pilar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Indonesia sudah memiliki kantong-kantong institusi dan perusahaan yang dapat menjadi mitra bagi para lulusan pendidikan seni. Para talenta yang kreatif dan terampil lulusan pendidikan seni adalah sumber daya manusia yang diperlukan bagi sektor industri kreatif di masa mendatang. Karya film dan program acara televisi sebagai karya seni yang memiliki standart estetika, di dalamnya terdapat gagasan, pengolahan artistik, matrialisasi, pengalaman teknik dan manajemen produksi, yang  proses produksinya  membutuhkan sekelompok atau individu sumberdaya manusia berkualitas dengan tingkat  pendidikan setara diploma dan sarjana. Kemudian juga dengan  televisi apabila sudah masuk ke dalam rana industri kapitalis, tentu akan berdampak pada bagi masyarakatnya, seperti yang dijelaskan oleh Redatin Parwadi untuk menciptakan perilaku konsumtif bagi konsumennya inilah, televisi mempunyai peran yang sangat penting baik sebagai media ataupun sebagai alat bagi kaum kapitalis untuk mengkonstruksi pikiran konsumen. Sejalan dengan konsep HAKI yang melindungi kualitas  karya cipta  anak bangsa dari originalitas dan eksistensinya, tentu lembaga pendidikan seni memiliki peran penting di dalam melahirkan sumberdaya manusia yang mampu menghasilkan karya seni  kreatif dan inovatif. Maka dewasa ini, di Indonesia sudah saatnya menerapkan konsep  pendidikan multikulturalisme berbasis budaya lokal yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun kearifan lokal menuju kebudayaan dunia.

 

Art Education of Film and Television as Actuation in the Creative Economy Industry for the Lecturers of Television Department, Faculty of Recorded Media Arts ISI Yogyakarta. Globalization, as a process of international integration, occurs because there is an exchange of the world’s view in some sectors. In Indonesia, the wave of globalization has been ongoing for more than 25 years. Its growth and development have given influence to all aspects of nation’s life with its cultural attributes. In education, globalization has a quite big impact for the shift of system or learning model and the taught curriculum. The era of creative industry launched
by the government through the Indonesian Minister of Trade which was once held by Dr. Mari Elka Pangestu, has now given a vast opportunity for higher education in art to be one of the pillars for the growth of creative economy in Indonesia. Indonesia has certain institutions and companies that could be partners for the graduates of art school. Creative talents and
skillful graduates from art school are the necessary human resources for creative industry sector in the future. Films and television programs as works of art which has standardized aesthetics, therein we could find ideas, artistic process, materialization, technique and production management experience, whose production processes need a group of people or qualified human resources holding diplomas of bachelor degree and bachelor of honors or those in equivalence. When television is admitted into capitalist’s industry, it will affect the society, as stated by Redatin Parwadi, to create a consumptive behavior for the consumers,
television has an important part both as media and as means for the capitalists to construct the mind of the consumers. In accordance with the concept of HAKI (intellectual rights) to protect the quality of copyrights owned by the nations’ generation with their originality and existence, higher education of arts has a very significant role in creating human resources who are able to create creative and innovative works of art. Nowadays, Indonesia has already applied multiculturalism education concept on the basis of local wisdom that could be one of
alternatives to build local wisdom into world’s culture.


Keywords


art education; film and television; creative industry; globalization; HAKI

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24821/rekam.v13i2.1933

Refbacks

  • There are currently no refbacks.