Bentuk dan Makna Gong Timor dalam Upacara Ritual Tfua Ton di Napan

Sunarto Sunarto, Agustinus Renaldus Afoan Elu

Abstract


Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami tentang bentuk musik ritmik Gong Timor dalam upacara ritual Tfua Ton berdasarkan elemen-elemen irama yang terkandung didalamnya serta memahami lebih dalam tentang makna simbolik Gong Timor dalam upacara ritual Tfua Ton. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, bentuk musik Gong Timor terdiri dari beberapa elemen irama yaitu ketukan, aksen dan pola irama. Makna simbolik yang terkandung pada Gong Timor dalam upacara ritual Tfua Ton yaitu sebagai simbol komunikasi, keperkasaan, karakter dan identitas masyarakat Desa Napan. Simbol tersebut dimaknai dengan adanya perjuangan masyarakat dalam memperjuangkan kehidupan dan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat. Dalam ritual tersebut Gong timor dimaknai sebagai penghubung antara masyarakat dengan para leluhur dan alam yang mendiami tempat tersebut. Gong Timor tersebut mamiliki makna simbolik yang hanya bisa dipahami oleh masyarakat setempat. Gong Timor dalam upacara ritual Tfua Ton telah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

 

The Form and Meaning of Gong Timor on the Ritual Ceremony of Tfua Ton in Napan.This paper aims to understand the rhythmic musical form of Gong Timor in the Tfua Ton ritual based on the rhythm elements contained in it and to understand more deeply the symbolic meaning of Gong Timor in the Tfua Ton ritual. The research method uses descriptive qualitative research design with phenomenology. Research data were collected using observation, interview and document study techniques. The data analysis technique was done through the process of reduction, presentation, and concluding. The results of this study indicate that the Gong Timor music form consists of several elements of rhythm, namely beats, accents and rhythm patterns. The symbolic meaning contained in the Gong Timor in the Tfua Ton ritual ceremony is as a symbol of communication, strength, character, and identity of the people of Napan Village. The symbol is interpreted by the struggle of the community in fighting for lives and economic needs. In the ritual, Gong Timor is interpreted as a liaison among the community and the ancestors, and nature that inhabit the place. The Gong Timor has a symbolic meaning that can only be understood by the local community. Gong Timor in the Tfua Ton ritual ceremony has become an inseparable unit.

Keywords: timor gong; tfua ton; symbolic meaning


Keywords


gong timor; tfua ton; makna simbolik

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, W. L. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran Inovatif Kooperatif Musik Ritmis Berbasis Multimedia Di Sma Negeri 3 Pati.Catharsis : Journal of Arts Education, 1(2), 1–5. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis

Dodo, S. I. dan T. R. R. (2016). Fungsi Dan Makna Bide Dalam Kehidupan Masyarakat Dayak Kanayatn Di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Catharsis : Journal of Arts Education, 5(2), 123–134. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis

Green, L. (2015). Popular Music Education in and for Itself , and for “ Other ” Music : Current Research in the Classroom Popular music education in and for itself , and for “ other ” music : current research in the classroom. International Journal Of Music Education, 24(2), 103–120. https://doi.org/10.1177/0255761406065471

Hield, F., & Price, S. (2018). “ I realised it was the same song ”: Familiarisation , assimilation and making meaning with new folk music. International Journal of Traditional Arts, (2), 1–23. Retrieved from www.tradartsjournal.org

Irawati, Eli. 2014. “Makna Simbolik Pertunjukan Kelentangan dalam Upacara Belian Sentiu Suku Dayak Benuaq Desa Tanjung Isuy, Kutai Barat, Kalimantan Timur.”Jurnal Kajian Seni, Vol. 1 (1): 60-73. Retrieved from https://sdoi.org/10.22146/art.5876.

Jatmiko, E. M. (2015). Struktur Bentuk Komposisi dan Akulturasi Musik Terbang Biola Sabdo Rahayu Desa Pekiringan, Kecamatan Talang, Kabupaten TegaL. Catharsis : Journal of Arts Education, 4(1), 8–14. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis

Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni : Pengantar dan Model Studi Seni. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Jazuli, M. (2015). Pengembangan Kreativitas Seni Budaya Tradisi sebagai Materi Pendidikan Seni. Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Uiversitas negeri Semarang.

Langer, S. K. (1957). Problem Of Art. New York: Ten Philosofical Lecture.

Prier, K.-E. (2018). Kamus Musik. Yogyakarta: Percetakan Rejeki Yogyakarta.

Rahimah, H. dan D. (2018). Kajian etnobotani (upacara adat suku aceh di provinsi aceh). Jurnal Biotik, 6(1), 53–58.

Rohidi, T. R. (2000). Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan. Bandung: STISI Press Bandung.

Sasi, D. (2016). Perubahan budaya kerja pertanian lahan kering. Jurnal Kajian Budaya, 6(2), 145–164. https://doi.org/10.17510/paradigma.v6i2.94

Sedyawati, E. (1995). "Konsep dan Implementasi Pendidikan Seni".Makalah disampaikan pada Seminar Nasional IKIP Semarang.

Suharjana, F. (2010). Aktivitas ritmik dalam pendidikan jasmani di Sekolah Dasar. Pendidikan Jasmani Indonesia, 7(1), 1–16.

Sunarman, Y. B. (2010). Bentuk Rupa Dan Makna Simbolis Ragam Hias Dan Pura Mangkunegaran Surakarta. Universitas Sebelas Maret.

Tindaon, Rosmegawaty, GR Lono Lastoro Simatupang, Victor Ganap, dan T. H. (2018). Anndung-Andung Mate di Ranto. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 19(2), 46–53.

Triyanto. (2018). Belajar dari kearifan Lokal Seni pesisiran. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Vuust, P., Ostergaard, L., Johanne, K., Bailey, C., & Roepstorff, A. (2009). Predictive coding of music – Brain responses to rhythmic incongruity. CORTEX, 45(1), 80–92. https://doi.org/10.1016/j.cortex.2008.05.014

Wijayanto, Bayu, G.R. Lono, L. S. dan V. G. (2015). Strategi Musikal dalam Ritual Pujian dan Penyembahan. Jurnal Resital, 16(3), 125–140. Retrieved from http://journal.isi.ac.id/index.php/resital/article/view/1678/450




DOI: https://doi.org/10.24821/resital.v19i3.3511

Article Metrics

Abstract view : 89 times
PDF - 311 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.