Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben

I Nyoman Cau Arsana, G. R. Lono L. Simatupang, R. M. Soedarsono, I Wayan Dibia

Abstract


Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1) mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2) menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi) yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.

 

Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1) mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2) menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi) yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos.


Keywords


tetabuhan, ngaben, Balinese music, tetabuhan, ngaben, musik Bali

Full Text:

PDF

References


Ardana, I Ketut. 2013. ”Pengaruh Gamelan terhadap Baleganjur Semaradana” dalam Resital Jurnal Seni Pertunjukan, Volume 14. No. 2 – Desember 2013: 141-152.

“Awig-awig Desa Adat Sedang Kecamatan Abiansemal Daerah Tingkat II Badung Tahun 1992”

Bandem, I Made, terj. 1986. Prakempa: Sebuah Lontar Gambelan Bali. Denpasar: Akademi Seni Tari Indonesia.

Bakan, Michael B. 1999. Music of Death and New Creation: Experiences in World of Balinese Gamelan Beleganjur. Chicago: The University of Chicago Press.

Bagus, Lorens. 2005. Kamus Filsafat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Dibia, I Wayan. 2008. ”Seni Kekebyaran” dalam I Wayan Dibia (ed.). Seni Kakebyaran. Denpasar: Balimangsi Foundation.

__________. 2012a. Taksu: dalam Seni dan Kehidupan Bali. Denpasar: Bali Mangsi.

__________. 2012b. Ilen-ilen Seni Seni Pertunjukan Bali. Denpasar: Bali Mangsi.

Donder, I Ketut. 2005. Esensi Bunyi Gamelan dalam Prosesi Ritual Hindu Perspektif Filosofis-Teologis, Psikologis, Sosiologis, dan Sains. Surabaya: Paramita.

__________. 2007. Kosmologi Hindu: Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan Serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Surabaya: Paramita.

Kaler, I Gusti Ketut. 1993. Ngaben: Mengapa Mayat Dibakar? Denpasar: Yayasan Dharma Narada.

Maswinara, I Wayan. 1999. Sistem Filsafat Hindu Sarva Darsana Samgraha. Surabaya: Paramita.

McPhee, Colin. 1966. Music in Bali A Study in Form and Instrumental Organization in Balinese Orchestral Music. New Haven: Yale University Press.

Palguna, IBM Dharma. 2008. Leksikon Hindu. Lombok: Sadampaty Aksara.

Prabhupada, A.C. Bhaktivedanta Swami, Sri Srimad. 2000. Bhagavad-Gita Menurut Aslinya. Jakarta: Hanuman Sakti.

Purwita, Ida Bagus Putu. 1989/1990. Upacara Ngaben. Denpasar: Pemda Tingkat I Bali Proyek Penerbitan Buku-buku Agama.

Rai S., I Wayan. 1992. ”Gamelan Gambang di Sempidi: Deskripsi, Fungsi, dan Struktur Gendingnya”. Makalah disampaikan pada Sarasehan Kesenian Gambang di Taman Budaya Denpasar.

__________. 2008. ”Seni Kekebyaran Dewasa Ini” dalam I Wayan Dibia (ed.). Seni Kakebyaran. Denpasar: Balimangsi Foundation.

Senen, I Wayan. 1998. ”Gong Kebyar: Instrumen, Pola Tabuhan, dan Jenis Gendingnya”. Yogyakarta: Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

__________. 2013. ”Bunyi-bunyian Pancagita dalam Upacara Odalan di Kabupaten Karangasem Bali. [Disertasi] Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Siagian, Renville. 2002. Candi: Sebagai Warisan Seni dan Budaya Indonesia. Yogyakarta: Cempaka Kencana.

Sinti, I Wayan. 2011. Gambang: Cikal Bakal Karawitan Bali. Denpasar: TSPBOOKS.

Suamba, I.B. 2003. “Siwa Nataraja: Simbol, Filsafat, dan Signifikansinya dalam Kesenian Bali, dalam I.B.G. Yudha Triguna (ed.). Estetika Hindu dan Pembangunan Bali. Denpasar: Widya Dharma.

Sukerta, Pande Made. 1998. Ensiklopedi Karawitan Bali. Bandung: Sastrataya – Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

__________. 2009. Gong Kebyar Buleleng: Perubahan dan Keberlanjutan Tradisi Gong Kebyar. Surakarta: ISI Press.

Sumardjo, Jakob. 2010. Estetika Paradoks. Bandung: Sunan Ambu STSI Press.

Wiana, I Ketut. 1993. Bagaimana Umat Hindu Menghayati Tuhan. Jakarta: Pustaka Manikgeni.

­­­__________. 2004. Makna Upacara Yajna Dalam Agama Hindu II. Surabaya: Paramita.

__________. 2007. Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Surabaya: Paramita.

Wikarman, I Nyoman Singgin. 1998. Ngaben Sederhana (Mitra Yajña, Pranawa, dan Swastha). Surabaya: Paramita.

Informan

Ida Bagus Gede Januraga (50 tahun). Tokoh masyarakat/tokoh agama, tinggal di Br. Sigaran, Sedang, Abiansemal, Badung, Bali.

Ida Bagus Putu Catem (50 tahun). Seniman (juru gender), tinggal di Br. Banjaran, Abiansemal, Badung, Bali.




DOI: https://doi.org/10.24821/resital.v15i2.846

Article Metrics

Abstract view : 712 times
PDF - 698 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





ISSN: 2085-9910 (print) | ISSN: 2338-6770 (online)