PERANCANGAN INTERIOR GALERI, TOKO DAN CAFE SELASAR SUNARYO ART SPACE BANDUNG

Teddy Rahadianto

Abstract


Kota Bandung merupakan kota yang dijadikanp royekrintisan kota berbasis ekonomi kreatif. Hal ini didasari pada pertemuan internasional di Yokohama tahun 2007. Salah satu hal yang menyebabkan tercapainya prestasi ini ialah adanya aktifitas pelaku kreatif dan apresiasi masyarakat kota Bandung sendiri terhadap aktifitas pelaku kreatif. Art space merupakan salah satu wadah bertemunya antara pelaku kreatif khususnya bidang seni dan masyarakat yang ingin mengetahui aktifitas yang terjadi didalamnya. Selasar Sunaryo Art space merupakan salah satu Art space di kota Bandung yang sudah berdiri selama kurang lebih 15 tahun dan dikelola secara mandiri. Selama perjalanannya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, pengelola dihadapi oleh bermacam permasalahan termasuk dari segi Interior ruang. Permasalahan utama yang dihadapi ialah faktor tat akondisi pencahayaan ruang, dan pengorganisasian penyimpanan barang dikarenakan terbatasnya area penyimpanan.
Tujuan dirancangnya Interior Selasar Sunaryo Art space untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dalam melangsungkan beragam kegiatan serta para pelaku seni dapat terakomodasi kebutuhannya selama berkegiatan didalamnya.
Proses perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space menggunakan metode perancangan analisis dan sintesis. Proses analisis didapat dengan cara menarik kesimpulan dari hasil survey secara langsung di Selasar Sunaryo Art Space, proses wawancara, dan permasalahan desain. Proses sintesis berupa
memasukan konsep perancangan berupa program – program dan rancangan fisik yang dimasukan kedalam elemen perancangan untuk mencapai hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space yang kemudian dievaluasi kembali terhadap tujuan perancangan.
Hasil perancangan interior Selasar Sunaryo Art Space kedalam wujud desain berupa panel – panel sirip pada bukaan di dindingr uang yang dalam penggunaanya dapat direspon oleh pengguna ruang untuk mendapatkan konfigurasi cahaya didalam ruang sesuai kebutuhan, penggunaan dinding – dinding temporer dengan sistem geser untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan, mempermudah dalam penggunaan dinding temporer, serta diharapkan dapat meningkatkan aktifitas pelaku seni dalam merespon keadaan ruang.
Dirancangnya, perabot penunjang aktifitas dengan sistem knock – down untuk mengurangi pemakaian area penyimpanan ketika tidak difungsikan.

Kata Kunci : Bandung, interior Art space, SelasarSunaryo Art space, dinding temporer, perabot knock-down




DOI: https://doi.org/10.24821/srs.v0i0.712

Article Metrics

Abstract view : 417 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.






UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

Jl. Parangtritis KM 6,5 Yogyakarta

email: lib@isi.ac.id website: http://lib.isi.ac.id