LAKON PUNAKAWAN DALAM KARYA FOTOGRAFI SENI

Gea Rosa, Arti Wulandari, Oscar Samaratungga

Abstract


Abstrak

 

Penciptan karya seni ini bermula dari keprihatinan terhadap pementasan wayang yang sudah mulai ditinggalkan di era milenial ini, sangat disayangkan apaila pementasan tersebut hilang begitu saja. Padahal kesenian ini sangat banyak memberikan pelajaran yang dapat membentuk karakter generasi muda menjadi lebih baik. Sebagai seorang yang lahir dan besar di Jawa, berkewajiban untuk turut andil dalam melestarikan kesenian peninggalan nenek moyang ini. Penciptaan karya seni ini mengambil tokoh Punakawan yang beranggotakan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Tokoh-tokoh wayang tersebut diambil karena perannya dalam dunia pewayangan sangat besar. Penciptaan karya seni ini memvisualkan cuplikan lakon Punakawan ke dalam karya fotografi seni. Selain itu, ingin menyampaikan pesan moral yang terdapa dalam lakon Punakawan di  karya fotografi seni. Karya visual ini  mengandung elemen-elemen  pendukung sesuai dengan topik yang diangkat. Elemen-elemen  tersebut digabungkan dengan teknik montase yang diproses menggunakan digital imaging dan dicetak di media kertas foto.   Dengan demikian, visual yang dihadirkan sesuai dengan harapan dan pesan yang akan disampaikan bisa tersampaikan dengan baik.

 

Kata kunci : lakon, Punakawan, fotografi seni

 

Abstract

 

Punakawan Play in Fine Art Photography. The creation of this art work originated from the concern about puppet showa that already  abandoned in this millenial era. It is unfortunate if the show just disappear. Exen trough this art provides a lot of knowledge that can estabilish young generation  character to be better. As a person born and raised in Java,  emerged a sense of  having an obligation to take part in perserving traditional arts. The creation of this art work takes in the figure of a slownman who consist of Semar, Gareng, Petruk and Bagong.  The Puppet caracter is taken, because of the role in the world  of puppetry is very large. The creation of this artwork visualizes snoppet of the clown. Storie into photographic artwork. Moreover, want  to convey a moral  message contained in the storie of clowns into photography artwork. The creation contain elemens that supporting as compatible as the topic raised. The  elements  combaineed with montage technique that proceeded using digital imaging and printed on photo paper, so the visual that served consistent to the hope. Also the message delivered,conveyed well.

 

Keywords: Punakawan, play, fine art photography


Full Text:

PDF

References


Desrianti, L. (2017). "Diplomasi budaya Indonesia melalui wayang kulit di Amerika Serikat". JOM FISIP, 4(2).

Haryanto, S. (1992). Bayang-bayang adiluhung “filsafat, simbolis,dan mistik dalam wayang.” Semarang: Dahara Prize.

Kartika, D. S. (2007). Seni rupa modern. Bandung: Rekayasa Sains.

Redaksi, T. (2007). Kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga. Jakarta: : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional dan Balai Pustaka.

Soedjono, S. (2007). Pot-pouri fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.

Sumukti, T. (2005). Dunia batin orang Jawa. Yogyakarta: Percetakan Galangpress.

Zairul Haq, M. (2009). Tasawuf semar hingga bagong, “simbol, makna, dan ajaran makrifat dalam punakawan.” Yogyakarta: Kreasi Wacana.




DOI: https://doi.org/10.24821/specta.v3i2.2790

Article Metrics

Abstract view : 37 times
PDF - 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ISSN: 2614-3477 (CETAK)   ||   ISSN: 2615-0433 (ONLINE)