Hasil Interpretasi Problematika Kesetaraan Gender dalam Proses Kreatif PenciptaanTari

Yussi Ambar Sari

Abstract


Jenis kelamin secara biologis merupakan kodrat Tuhan, sedangkan gender merupakan perbedaan yang bukan biologis dan bukan kodrat Tuhan. Gender merupakan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, bukan berdasarkan kodrat dari Tuhan melainkan diciptakan oleh manusia melalui proses sosial dan kultural yang panjang. Keluarga memiliki berbagai macam aturan, mulai dari cara belajar, pergaulan, norma, tanggung jawab, ibadah, dan tata krama (sopan santun atau etika). Ketika perempuan mulai menyadari bahwa mereka memiliki permasalahan dan pengalaman yang sama, mereka menggunakan pemahaman untuk menentang cara memahami dunia yang sudah lama ada tetapi tidak sesuai dengan pengalaman yang mereka alami dalam memahami dunia. Berdasarkan pengalaman empiris koreografer tanggapan tersebut membuatnya berontak pada beberapa aturan keluarga, khususnya aturan yang dibuat oleh seorang ayah yang lebih protektif terhadap putrinya. Para feminis memandang bahwa keluarga adalah sumber kunci penindasan yang mereka alami Jika semua hal diatur seperti robot, kurang fleksibel terhadap perubahan hidup, sangat memungkinkan adanya pemberontakan terhadap aturan yang mengekangnya.

 

Kata Kunci: Gender, Pengalaman Empiris, dan Feminis.


References


Fakih, Mansour. 2012, Analisis Gender Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress.

Hallows, Joane. 2010, Feminisme, Feminitas dan Budaya Populer. Yogyakarta: Jalasutra.

Insist, 2014, Kretek Sebagai Warisan Budaya, Yogyakarta: Transformasi Sosial Wacana No.34.

Murgiyanto, Sal 2015, Pertunjukan Budaya dan Akal Sehat, Jakarta: Fakultas Seni Pertunjukan IKJ.

Darmaprawira, Sulasmi. 2002, Warna, Teori dan Kreativitas Penggunaannya, Bandung: ITB.

Murdiyanto, Eko. 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: UPN Veteran.

Hadi, Y. Sumandiyo. (2011), Koreografi: Bentuk-Teknik-Isi, Yogyakarta:Cipta Media & Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta.

Sumaryono.2011. Antropologi Tari.Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta

Smith, Jaqueline. 1985, Dance Composition a Practical guide for teachers. London: A & Black. Terjemahan Ben Suharto. Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Yogyakarta: Ikalasti.

Priyatna, Aquarini. 2006, Kajian Budaya Feminis Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Martono, Hendro. 2010, Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan, Yogyakarta: Cipta Media.

Danesi, Marcel. (2012),Pesan, Tanda dan Makna, Yogyakarta: Jalasutra.

Miroto, Martinus. 2022. Dramaturgi Tari. Yogyakarta: Badan Penerbitan ISI Yogyakarta.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA.

Ricoeur, Paul. 2012. Teori Interpretasi. Yogyakarta: IRCiSoD.




DOI: https://doi.org/10.24821/dtr.v6i2.11185

Article Metrics

Abstract view : 144 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 126 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

 

Flag Counter