Efektivitas Blended Learning Dalam Pembelajaran Keyboard Di SD Budya Wacana Yogyakarta

Eureka Julius Teruna Ryan, Suryati Suryati, Ayu Tresna Yunita

Abstract


Pendidikan musik saat ini menjadi salah satu hal yang penting bagi siswa. Melalui pendidikan musik, siswa diharapkan lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Pendidikan musik di Sekolah Dasar meliputi bernyanyi dan bermain alat musik. Salah satu sekolah yang menghadirkan pendidikan musik adalah SD Budya Wacana Yogyakarta. Di SD Budya Wacana Yogyakarta terdapat pembelajaran keyboard yang merupakan bagian dalam pelajaran Seni Musik. Pembelajaran keyboard di sekolah ini menghadapi kesulitan ketika siswa tidak hadir, yang menyebabkan siswa tersebut ketinggalan materi sehingga tidak dapat memainkan lagu yang diberikan oleh guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis efektivitas blended learning dalam pembelajaran keyboard di SD Budya Wacana Yogyakarta. Siswa yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 9 siswa kelas IV B dan 11 siswa kelas V C. Proses pembelajaran terdiri dari empat pertemuan onsite dan dua pertemuan online. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk merancang materi pembelajaran dengan menggunakan teknologi dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa blended learning efektif dalam pembelajaran keyboard di SD Budya Wacana Yogyakarta.

kata kunci: blended learning, efektivitas, keyboard, pembelajaran

The Effectiveness of Blended Learning in Keyboard Learning at Budya Wacana Elementary School Yogyakarta

Music education is currently an important thing for students. Through music education, students are expected to be more sensitive to the environment around them. Music education in elementary school includes singing and playing musical instruments. One of the schools that provides music education is SD Budya Wacana Yogyakarta. At SD Budya Wacana Yogyakarta there is keyboard learning which is part of the Music Arts lessons. Keyboard learning at this school faces difficulties when students are absent, which causes the students to miss the material so they cannot play the songs given by the teacher. This research uses a qualitative method with a case study approach to analyze the effectiveness of blended learning in keyboard learning at SD Budya Wacana Yogyakarta. There were 20 students involved in this research, consisting of 9 students in class IV B and 11 students in class V C. The learning process consisted of four onsite meetings and two online meetings. It is hoped that this research can become a reference for designing learning materials using technology and the internet. The research results show that all students achieved scores above the Minimum Completeness Criteria. Thus, it can be concluded that blended learning is effective in keyboard learning at SD Budya Wacana Yogyakarta.

keywords: Blended learning, effectinevess, keyboard learning


Full Text:

PDF

References


A. Rahman, S. A. Munandar, A. Fitriani, Y. Karlina, and Yumriani, “Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan,” Al Urwatul Wutsqa Kaji. Pendidik. Islam, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2022.

R. Syaadah, M. H. A. A. Ary, N. Silitonga, and S. F. Rangkuty, “Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal Dan Pendidikan Informal,” Pema (Jurnal Pendidik. Dan Pengabdi. Kpd. Masyarakat), vol. 2, no. 2, pp. 125–131, 2023, doi: 10.56832/pema.v2i2.298.

A. Ardipal, “Pemanfaatan Perangkat Teknologi dalam Pembelajaran Musik Berbasis Tematik sebagai Peningkatan Keterampilan Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar,” Musik. J. Pertunjuk. dan Pendidik. Musik, vol. 2, no. 2, pp. 77–84, 2020, doi: 10.24036/musikolastika.v2i2.47.

T. Wahyu Widodo, “Teknologi Komputer dan Proses Kreatif Musik Menuju Revitalisasi Pembelajaran Seni Musik,” Promusika, pp. 1–6, 2013, doi: 10.24821/promusika.v0i0.534.

P. Y. Sutikno, A. Widagdo, and Trimurtini, “Digital era ? ‘Culture-Based Music Art Education’ as an Innovation for Learning in Elementary Schools,” Creat. Basic Educ. J., vol. 11, no. 1, pp. 39–49, 2020.

A. P. Rovai and H. M. Jordan, “Blended learning and sense of community: A comparative analysis with traditional and fully online graduate courses,” Int. Rev. Res. Open Distance Learn., vol. 5, no. 2, 2004, doi: 10.19173/irrodl.v5i2.192.

Fathurrohman, M. (2015). Model-model pembelajaran. Jogjakarta: Ar-ruzz media.

S. Suparlan, “Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran,” Islamika, vol. 1, no. 2, pp. 79–88, 2019, doi: 10.36088/islamika.v1i2.208.

G. Iktia, “Pengantar Teori Musik,” Profilm, pp. 131–157, 2017.

Henri, “Evektifitas Pengendalian Internal Rumah Sakit,” Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952., pp. 9–26, 2018.

A. Wicaksana and T. Rachman, “Wicaksana, Arif Rachman, Tahar,” Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952., vol. 3, no. 1, pp. 10–27, 2018, [Online]. Available: https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf

K. Hukum et al., “Metodelogi Penelitian,” pp. 66–79, 2013.

B. A. B. Iv, A. Lokasi, and W. Penelitian, “Subjek penelitian dapat berupa individu, kelompok, institusi atau masyarakat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus merupakan studi mendalam mengenai unit sosial tertentu dan hasil penelitian,” vol. 2, 2008.

T. Ruhimat, “Prosedur Pembelajaran,” Univ. Pendidik. Indones., p. h. 6-7., 2010.

Kadek Cahya, Konsep dan Implementasi pada Pendidikan Tinggi Vokasi. 2019.

Y. Lestanata and U. Pribadi, “Efektivitas Pelaksanaan Program Pembangunan Berbasis Rukun Tetangga Di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2014 – 2015,” J. Gov. Public Policy, vol. 3, no. 3, pp. 368–389, 2016, doi: 10.18196/jgpp.2016.0063.


Article Metrics

Abstract view : 99 times
PDF - 109 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


___________________________________________________________
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan
ISSN 1411-6472
Published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Website: https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA