Pemeranan Tokoh Clara dalam Naskah Jakarta 2039 (40 Tahun 9 Bulan Setelah 13-14 Mei 1998) Karya Seno Gumira Ajidarma

Intan Permata Sari, Rano Sumarno, Joanes Catur Wibono

Abstract


Jakarta 2039 (40 Tahun 9 Bulan Setelah 13-14 Mei 1998) karya Seno Gumira Ajidarma mengisahkan tentang tindakan rasisme dan diskriminasi yang dialami oleh masyarakat etnis Tionghoa khususnya perempuan. Tragedi ini terjadi pada Mei 1998, dimana tragedi ini terdapat penjarahan, kekerasan, dan pemerkosaan terhadap masyarakat etnis Tionghoa yang dipicu oleh krisis moneter pada akhir masa pemerintahan Orde Baru. Argumentasi utama dari penciptaan ini berdasar pada peristiwa kekerasan yang menimpa perempuan etnis Tionghoa pada Mei 1998. Penciptaan ini berfokus pada kronologi kejadian dan trauma yang dialami oleh tokoh bernama Clara yang diakibatkan oleh pemerkosaan. Penciptaan karakter tokoh Clara dengan menggunakan pendekatan akting representasi dan menggabungkan panggung teater dengan teknologi media berbentuk imersif.

Playing the Character of Clara in the Script “Jakarta 2039 (40 Years 9 Months After May 13-14, 1998)” by Seno Gumira Ajidarma

The text "Jakarta 2039 (40 Years 9 Months After 13-14 May 1998)" by Seno Gumira Ajidarma tells the story of the human tragedy, racism and discrimination experienced by the ethnic Chinese community, especially women. This tragedy occurred in May 1998, where this tragedy involved looting, violence and fraud against the ethnic Chinese community which was triggered by the monetary crisis at the end of the New Order government. The main argument of this article is based on the violent incident that befell an ethnic Chinese woman in May 1998. The case in this article focuses on the chronology of events and the trauma experienced by a character named Clara which was caused by this human tragedy. The character creation of Clara uses a representational acting approach and combines the theater stage with immersive technological media.


Full Text:

PDF

References


Andree, A., & Hadiwono, A. (2022). Merancang Teater Imersif Dengan Konsep Membayangkan-Kembali Cerita Kawasan Ancol. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 4(2), 1317-1330.

Anggreini, D. (2014). Tragedi Mei 1998 Dan Lahirnya Komnas Perempuan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Hikmawati, C. L. (2017). Opresi berlapis perempuan etnis Tionghoa: Pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa dalam tragedi Mei 1998 di Jakarta. Jurnal Politik, 2(2), 4.

Hutahaean, J. (2014). Dampak Kerusuhan Mei 1998 Terhadap Pengu-Saha Etnis Tionghoa Di Petukangan Jakarta Tahun 1998-2003. Journal of Indonesian History, 3(1).

Minderop, A. (2005). Metode karakterisasi telaah fiksi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Tim Gabungan Pencari Fakta. (1999). Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta peristiwa kerusuhan Mei 1998. Publikasi Komnas Perempuan bekerjasama dengan New Zealand Official Development Assistance.

Sitorus, E. D. (2002). The art of acting: seni peran untuk teater, film dan TV. Gramedia Pustaka Utama.

Slater, M., & Wilbur, S. (1997). A framework for immersive virtual environments (FIVE): Speculations on the role of presence in virtual environments. Presence: Teleoperators & Virtual Environments, 6(6), 603-616.


Article Metrics

Abstract view : 27 times
PDF - 25 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


___________________________________________________________
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan
ISSN 1411-6472
Published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Website: https://journal.isi.ac.id/index.php/IDEA