Arja Siki Sebuah Monolog Gaya Bali: Tinjauan Etno-Dramaturgi Victor Turner

Arinta Agustina Hamid, Renata Kalyana Duhita

Abstract


Abstrak: Arja Siki merupakan pertunjukan monolog hasil hibridasi antara dramatari Arja Bali dengan dramaturgi dari Barat, yang digagas oleh Cokorda Sawitri. Berbeda dengan dramatari Arja yang menjadi hipogramnya, Arja Siki gaya Cok Sawitri ini memiliki kecenderungan lebih fleksibel dan leluasa dalam mengeksplorasi pertunjukannya. Dengan menggunakan metode kualitatif, melalui observasi langsung, kajian pustaka, wawancara mendalam, dokumentasi video dan foto, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan konvensi dramaturgi dari pertunjukan Arja Siki ini. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan etno-dramaturgi dari Victor Turner di mana praktik pertunjukan Arja Siki dilihat sebagai bentuk “drama sosial”. Selain itu mengkaji unsur-unsur eksternal yang berkaitan dengan konsep artistik dalam pertunjukan, pola produksi yang khas, dan mempertimbangkan respon dari penonton. Dapat disimpulkan bahwa seni pertunjukan Arja Siki adalah sebuah pertunjukan monolog gaya Bali. Adapun hasil kajian ini memberikan kontribusi bagi keilmuan seni pertunjukan, khususnya seni pertunjukan kontemporer.

Kata kunci: Etno-Dramaturgi, Arja Siki, Monolog Bali, Seni Pertunjukan Kontemporer


References


Agustina, Arinta. (2022). Ecofeminism Diplomacy in The Performing Arts, Arja Siki Bali. Conference proceeding Southeast Asia Conference on Media, Cinema, and Art, “Rediscovering Southeast Asia Amidst Its Multi-layered Burdens”, Universitas Gadjah Mada, 4–5 October 2021.

Ariani, Ni Putu Novia, I Made Suartai, dan I Wayan Sugama. (2021). Eksistensi Seni Pertunjukan Dramatari Arja RRI Denpasara Pada Masyarakat Bali Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Batarirupa: Jurnal Pendidikan Sendratasik dan Seni Rupa, Volume I, Nomor 2.

Bandem, I Made, dan Fredrik Eugene deBroer. 2004. Kaja and Kelod: Balinese Dance in Transition. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI.

Bandem, I. M., & Murgiyanto, S. (1996). Teater daerah Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Clifford Geertz. (1992). Tafsir Kebudayaan terj. F. Budi Hardiman. Yogyakarta: Kanisius.

David Kaplan & Albert A.Manners. (1999). Teori Budaya, Terj. Landung Simatupang Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dibia, I Wayan. (1992). Arja: A Sung Dance-Drama of Bali a Study of Change and Transformation (Disertasi). University of California, Los Angeles.

Hatley, Barbara. (2014). Pengantar Seni Pertunjukan Indonesia Pasca Orde Baru. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

J. Collier, Bethany. “Looking to the Future: Training a New Generation for Balinese Arja”. Asian Theatre Journal Vol. 31 No. 2 tahun 2014.

J. Collier, Bethany. “Even Stronger Yet: Gender and Embodiment in Balinese Youth Arja”. Southeast Asia Program, Publications at Cornell University, tahun 2022.

Michael Banton. (1973). Anthropological Approaches to study of Religion. London: Tavistock Publications.

Pramayoza, Dede. (2021). Dramaturgi Bakaua dalam Masyarakat Minangkabau: Studi atas Ritual Tolak Bala Dengan Perspektif Victor Turner. Jurnal Bercadik: Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 5 No. 1.

Turner, Victor. (1982). From Ritual to Theatre: The Human Seriousness of Play. New York: PAJ Publications.




DOI: https://doi.org/10.24821/tnl.v23i1.19467

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Flag Counter 

  

View My Stats

 

 

ISSN: 1411-6464 (Print)

ISSN: 2685-8274 (Online)