Analisis Struktur, Tekstur dan Permasalahan Politis Wayang Beber Jaka Kembang Kuning

Wahid Nurcahyono

Abstract


Abstrak: Hasil penelitian ini berguna untuk melihat bentuk pementasan serta persoalan yang melingkupi sebuah bentuk kesenian bernama Wayang Beber Panji Jaka Kembang Kuning yang berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dari penelitian ini kita berharap agar  keberadaan kesenian ini tidak akan hilang meski harus mengikuti perkembangan selera masyarakat yang terus berubah. Salah satu usaha yang ditempuh adalah menuliskan struktur dan tekstur pertunjukan ini. Dengan mengetahui struktur dan tekstur serta persoalan lain yang melingkupi, maka generasi penerus pertunjukan ini tidak terbentur pada persoalan yang  menyebabkan pertunjukan ini semakin dijauhi masyarakat. Dalang atau penyaji pertunjukan bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai pedoman untuk menciptakan pertunjukan yang lebih menarik agar tidak selalu terjebak pada bentuk pertunjukan yang membosankan. Akibatnya penonton akan lebih mudah menikmati dan memahami pertunjukan seni tersebut. Akhirnya Wayang Beber sebagai pertunjukan akan tetap eksis karena mampu hadir dalam konteks masyarakatnya.

Kata kunci : Struktur, tekstur, stagnasi, wayang beber, konteks.

 

Abstract: The results of this study are useful for observing the form of performances and issues surrounding an art form called Wayang Beber Panji Jaka Kembang Kuning in Pacitan Regency, East Java.  From this research we hope that the existence of this art will not be lost even though we have to keep up with the changing tastes of society.  One of the efforts taken was to write down the structure and texture of this performance.  By knowing the structure and texture as well as other problems that surround it, the next generation of this show will not run into problems that cause this show to be increasingly shunned by the public.  The puppeteers or performance presenters can use the results of this research as a guideline for creating more interesting performances so they don't always get stuck in boring performances.  As a result, the audience will find it easier to enjoy and understand the art performance.  Finally, Wayang Beber as a show will still exist because it is able to be present in the context of its society.

Keyword: structure, texture, stagnation, Wayang Beber, context.


References


Dantes, N. (2012). Metode Penelitian.Penerbit Andi.

Hadi, S. (1980). Metodologi Riset. Penerbit Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Harymawan.(1998). Dramaturgi. Remaja Rosdakarya.

Hauskeller, M. (2015). Seni-apa itu?: posisi estetika dari Platon sampai Danto. Penerbit Kanisius.

Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang terlupakan: Pengantar studi sastra lisan.Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Komisariat Jawa Timur.

Kernodle. G.R.(1978).Invitation to The Theatre.Harcourt Brace Jovanovic.

Kutha Ratna, N. (2011). Teori. Metode, dan Teknik Penelitian Sastra—dari Strukturalisme hingga Poststrukturalisme Perspektif Wacana Naratif Yogyakarta.Pustaka Pelajar.

Moleong.L.J. (1997). Metodologi Penelitian Kualitatif.Remaja Rosdakarya

Mulyana.D. (2003).Metodologi Penelitian Kualitatif.RosdaKarya.

Pudentia, M. P. S. S. (Ed.). (2015). Metodologi kajian tradisi lisan (edisi revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ratna, N. K. (2019). Metodologi penelitian kajian budaya dan ilmu sosial humaniora pada umumnya.Pustaka Pelajar.

Sahid.N. (2008).Sosiologi Teater. Prasista.

Satoto.S.(2012).Analisis Drama & Teater I, Analisis Drama & Teater II.

Ombak.Sawega, A. M. (Ed.). (2013). Wayang beber: Antara inspirasi dan transformasi.Bentara Budaya Balai Soedjatmoko.

Schechner, R.(2002).Performance Studies, An Introduction. Routledge

Sutyasmono, Y. (2013).Wayang Beber, Antara Inspirasi dan Transformasi.Bentara Budaya Balai Soedjatmoko.




DOI: https://doi.org/10.24821/tnl.v17i2.4457

Article Metrics

Abstract view : 789 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 1623 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Flag Counter 

  

View My Stats

 

 

ISSN: 1411-6464 (Print)

ISSN: 2685-8274 (Online)