Toxic Masculinity Tokoh Ken Pada Film Barbie Live Action 2023

Katon Dicken Adi Wicaksono, Fitrinanda An Nur

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik maskulinitas toksik yang berasal dari karakteristik maskulinitas yang disalahartikan pada sosok Ken. Toksik maskulinitas adalah karakteristik gagah yang pada dasarnya, namun hal ini menjadi toxic atau salah arah ketika pria dituntut harus memiliki dan menunjukkan maskulinitas secara berlebihan hingga merugikan orang di sekitarnya. Hal ini tercermin dalam film ini melalui tokoh Ken yang selalu mengedepankan konsep patriarki. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, yang terdiri dari tiga tingkatan pengkodean: tingkat realitas (lingkungan dan perilaku), tingkat representasi (setting dan angle kamera), dan tingkat ideologi (realitas dan representasi sebagai kode ideologi). Hasil analisis mencakup tanda-tanda verbal dan nonverbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan percakapan tokoh Ken. Karakter Ken juga sering menunjukkan memiliki kekuasaan dan status sosial yang tinggi agar bisa dihormati oleh orang lain, berperilaku kasar dan agresif, serta mendominasi orang lain, serta berusaha tampil macho untuk menyembunyikan ketidaksempurnaannya, yang merupakan contoh negatif dari dominasi maskulinitas yang dipaksakan, disalahpahami, dan disalahgunakan. Selain itu, film ini mencerminkan ideologi individualisme yang kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya.


Keywords


Makulinitas; Maskulinitas Toksik; John Fiske; Karakter Ken; Film Barbie 2023

Full Text:

PDF

References


Adevy Vanie, M. M. (2022). Representasi Maskulinitas Toksik pada Tokoh Utama dalam Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.” Jurnal Mahardika Adiwidia, 2, 71.

Agusman Wahyudi, Anis Endang SM, B. R. (2022). Representasi Toxic Masculinity Pada Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.” Jurnal Komunikasi Budaya, 03, 2.

Anindita, K. E. (22 C.E.). Gender dan Seksualitas dalam Film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021). Universitas Airlangga.

Baas, M., de Dreu, C., & Nijstad, B. A. (2012). Emotions that associate with uncertainty lead to structured ideation. Emotion, 12(5), 1004–1014. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/a0027358

Desy, W. (2021). Tegas Membangun Batas (Agni (ed.); 1st ed.). Laksana.

FIkri Andi M. (2023). Pola Komunikasi Keluarga Dalam Film Pengabdi Setan Setan 2 Communion. DIGICOM : Jurnal Komunikasi Dan Media, 3, 13.

Fiske, J. (2010). Culture and Communication studies: sebuah pengantar paling komprehensif. Yogyakarta : Jalasutra.

Haider, S. (2016). The shooting in Orlando, terrorism or toxic masculinity (or both?). Men and Masculinities: Sage Journals, 19(5), 555–565.

Hans van Dijk, M. L. van E. (2019). The Flywheel Effect of Gender Role Expectations in Diverse Work Groups. Tilburg University, Tilburg, Netherlands, 10.

Jonathan Adi Wijaya, A. D. F. (2021). Representasi Gender Pada Film Tilik Menurut Studi Semiotik Roland Barthes. Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi, 2, 166.

Jusuf Fadilah, Widarti, A. D. (2021). Representasi Maskulinitas Tokoh Lelaki Dalam Film Susah Sinyal. Universitas Bina Sarana Informatika, 12, 137.

Köse, Ö., Arıcı-Şahin, F., & Abakay, A. (2021). A Tale of Three Sisters: A Movie Analysis from Critically Informed Family Therapy Perspective. Journal of Feminist Family Therapy, 33(4), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/08952833.20 21.1880187

Kupers, T. A. (n.d.). Toxic Masculinity as a Barrier to Mental health Treatment in Prison. Journal of Clinical Psychology, 713–724.

Mark McGlashan, J. M. (2023). Toxic Masculinity: Men, Meaning and Digital Media (J. M. Mark McGlashan (ed.); 1st ed.). Taylor & Francis. https://doi.org/10.4324/9781003263883-1

Mulyana, D. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif, paradigma baru ilmu komunukasi dan ilmu sosial lainnya (pipih latifah (ed.); cetakan ke).

Mursid Muhammad Alfathoni, D. M. (2020). Pengantar Teori Film. CV BUDI UTAMA.

Nexen Alexandre Pinontoan. (2022). Representasi Patriotisme Pada Film Soegija (Analisis Semiotika John Fiske). Universitas Budi Luhur, VOL. 08 NO, 192.

Nur Firdigoyo. (2022). Kntruksi Sosial Maskulinitas Pisitif Dan Kesehatan Mental.

Richardo, Y. &. (2020). Maskulinitas Toksik dalam Film Fight Club oleh David Fincher. Jurnal Seminar Nasional Ilmu Terapan, 4, 1–2.

Ridwan Fauzi, A. M. (2019). Representasi Feminisme Pada Tokoh Utama Dalam Film Crazy Rich Asian: Kajian Semiotika. Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Indonesia, 1, 27.

Rizca Haqqu, T. A. P. (2022). Representasi Terorisme Dalam Dua Adegan Film Dilan 1990 Dengan Analisis Semiotika John Fiske.

Rekam : Jurnal Fotografi, Televasi, Animasi, 18, 70.

Sobur, A. (Ed.). (n.d.). Semiotika Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.

Veissière, S. P. L. (2018). “Toxic Masculinity” in the age of# MeToo: Ritual, morality, and gender archetypes across cultures. Society and Business Review.




DOI: https://doi.org/10.24821/jocia.v9i2.10975

Article Metrics

Abstract view : 1183 times
PDF - 1164 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN 2442-3394 (media cetak)  || ISSN 2442-3637 (media online)


View My Stats