ANALISIS KOREOGRAFI TARI KETIMANG BURONG SUKU SAWANG

Martha Sarassati Afnal

Abstract


Tari Ketimang Burong adalah sebuah pertunjukan tari yang lahir dari masyarakat suku Sawang Belitung. Tari ini adalah tari kelompok yang ditarikan oleh 6 orang penari laki-laki dan 6 orang penari perempuan secara berpasangan. Dilihat dari gerak, pola lantai, dan syair yang dilantunkan oleh para penyanyi memberikan gambaran mengenai kehidupan keseharian masyarakat suku Sawang yang dahulunya adalah suku yang menghabiskan hidupnya di lautan lepas.
 Pemahaman analisis koreografi terdiri dari prinsip-prinsip kebentukan yang meliputi: keutuhan, variasi, repetisi, transisi, rangkaian, perbandingan dan klimaks.Dengan pendekatan Koreografi yang meliputi aspek bentuk, teknik, dan isi, serta menganalisis gerak tari dari aspek tenaga, ruang, dan waktu. Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan dalam bentuk tari yang tidak dipisahkan dan merupakan satu kesatuan bentuk tari yang utuh. 
Tari Ketimang Burong suku Sawang merupakan suatu tari hiburan dengan bentuk koreografi tari kelompok. Koreografi dalam tari ini memiliki motif gerak yang sangat sederhana, setiap motif geraknya dilakukan berulang-ulang. Dari kesederhanan yang terdapat dalam tari Ketimang Burong menyimpan berbagai makna disetiap hal yang terkait dengan tari tersebut, diantaranya tema, gerak, kostum, pola lantai, dan syair yang menjadi aspek penting dalam tari Ketimang Burong.

This researchment analyze choreography of Ketimang Burong as a dance that comes from Sawang’s People of Belitung. This dance is a group dance that was danced by 6 male dancers and 6 female dancers in pairs. This dance is a dance that’s very closely related to daily life of the Sawang’s people. Judging from the motion, pattern of the floor, and the lyrics that sung by the singer provide an overview of the tribe of Sawang people who were former as the tribe who spend their life  in the sea.
 This Researchment uses choreography appoarch, covering the aspect of form, technique, and content. And analyze the motion of dance from the aspect of energy, space, and time. The three concepts are unity in the form of dance that is not separated and is a unified whole dance form. The understanding of choreographic analysis consists of the principles of deformity which include : wholeness, variety, repetition, transition, sequence, comparison and climax.
 Ketimang Burong dance of Sawang’s people is a entertainment dance where the form of choreography is a group dance. Choreography in this dance has a very simply motif, it is like every single of motion motif is done repeatedly. From the simplicity of Ketimang Burong dance, there are various meaning in ever thing related to the dance among theme are theme, motion, costume, floor pattern, and poem which become important aspect in Ketimang Burong dance.


Keywords


Analisis koreografi, Ketimang Burong, suku SawangChoreography analysis, Ketimang Burong, Sawang’s Tribe.

Full Text:

PDF

References


Ellfeld, Louis. 1967. A Primer For Choreographers, University Of Southern California, terjemahan Sal Murgiyanto, 1977. Pedoman Dasar Penata Tari. Jakarta: LPKJ

Hadi, Y. Sumandiyo. 1996. Aspek-aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: Manthili. , 2005. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Pustaka

, 2007. Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. , 2012. Seni Pertunjukan Masyarakat Penonton. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.

, 2014. Koreografi (Bentuk-TeknikIsi). Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins, Alma M. 2003. Moving From Within: A New Method for Dance Making (Bergerak menurut Kata Hati). Terjemahan I wayan Dibia, Jakarta : Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Koentjaraningrat. 1984. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta Pusat: Djambatan.




DOI: https://doi.org/10.24821/joged.v10i1.2807

Article Metrics

Abstract view : 1628 times
PDF - 574 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats