BENTUK VISUAL KOSTUM TARI MERAK JAWA BARAT KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO

Venny Agustin Hidayat

Abstract


Tari Merak Jawa Barat, merupakan jenis tarian tontonan (pertunjukan). Tari Merak pertama kali diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955. Kemudian pada tahun 1965, tari Merak dikemas kembali oleh Irawati Durban Ardjo, yang bertujuan untuk dipertunjukkan pada misi kesenian Soekarno. Tari Merak yang sering kita jumpai saat ini merupakan Tari Merak karya Irawati Durban Ardjo.Tarian ini mempresentasikan keindahan yang dimiliki oleh burung merak pada saat burung merak jantan melebarkan ekornya. Kebanyakan masyarakat Indonesia salah berasumsi jika tarian ini bercerita tentang kehidupan burung merak betina, sedangkan sang jantanlah yang memamerkan keindahan bulu ekornya. Sang jantan melakukan gerak-gerik yang tampak seperti tarian gemulai untuk menunjukkan pesona dirinya, sehingga sang betina terpesona dan bersedia kawin dengannya. Gerakan itulah yang mengekspresikan dibuatnya Tari Merak. Untuk mendukung keindahan tari, maka dibuat bentuk visual Merak pada kostum Tari Merak yang telah diinovasikan oleh Irawati. Irawati mengonsepnya melalui ide-ide kreatif dan mengindahkan esensi burung merak pada bentuk visual. Beberapa bagian kostum tari Merak Irawati, yaitu siger (mahkota), susumping, giwang (anting), kelat bahu, garuda mungkur, gelang tangan, kemben, ekor, Ikat pinggang, kacih, selendang, dan sinjang. Kostum yang memiliki banyak unsur estetika seperti garis (lurus, lengkung, bergelombang), bentuk (lingkaran, setengah lingkaran, persegi panjang, ekor merak, dan penyederhanaan burung merak), ornamen (ragam hias binatang, ragam hias tumbuhan, geometris, ulir). Beberapa motif yang digunakan yaitu motif ekor, bulu, ataupun keseluruhan bentuk burung merak.

 

ABSTRACT

Peacock Dance is a type of spectacle dance (performance). The Peacock Dance was first created by Rd. Tjetje Somantri in 1955. Then in 1965, the Merak dance was repackaged by Irawati Durban Ardjo, which aimed to be performed on Soekarno's art mission. The Peacock Dance that we often encounter at the moment is the Peacock Dance by Irawati Durban Ardjo. This dance presents the beauty of peacocks. The peacock is the inspiration for the creation of the Peacock dance and its beauty is found when the male peacock widens its tail. Most Indonesian people wrongly assume that this dance tells the story of the life of a female peacock, while the male exhibits the beauty of its tail feathers. The male performs movements that look like graceful dances to show his charms so that the female is fascinated and willing to marry him. That movement expresses the Peacock Dance. With the visual form of the Peacock Dance costume that has been innovated by Irawati. Irawati conceptualized it through creative ideas and heeded the essence of the peacock in visual form. Some parts of the Merraw Irawati dance costume, namely siger (crown), susumping, ear studs (earrings), kelat shoulders, garuda mungkur, wristbands, kemben, tail, belt, belts, shawls, and sinjang. Costumes that have many aesthetic elements such as lines (straight, curved, wavy), shapes (circles, semicircles, rectangles, peacock tails, and simplifications of peacocks), ornaments (various animal decoration, plant decoration, geometric, threaded). Some of the motifs used are the tail, feather, or overall shape motif.


Keywords


Bentuk visual kostum, Irawati Durban Ardjo, Tari Merak Jawa Barat | Costume visual form, Irawati Durban Ardjo, Peacock Dance in West Java

Full Text:

PDF

References


Caturwati, Ending. 2000. R Tjetje Somantri (1892-1963) Tokoh Pembaharu Tari Sunda. Tarawang, Giwangan Yogyakarta.

Dibia Widaryanto, Suanda. 2006. Tari Komunal. Jakarta: Lebaga Pendidikan Nusantara.

Endo Suanda, Sumaryono. 2006. Tari Tontonan: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Penerbit: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Sachari, A. 2005. Pengantar Metodologi Penelitian Budaya Rupa. Bandung: Penerbit Erlangga.

Somaryono, Suanda. 2006. Tari Tontonan. Jakarta: Lembaga Pendidikan Nusantara.

Subiyantoro, Slamet. 2011. Antropologi Seni Rupa. Penerbit: Sebelas Maret University Press.

Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.24821/joged.v15i1.4664

Article Metrics

Abstract view : 2232 times
PDF - 1075 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats