Pemujaan Dewi Sri: Pengaruh Tanggapan Sosial Terhadap Seni Pertunjukan Ritual Masyarakat

Bening Krisnasari

Abstract


RINGKASAN

Pada jaman yang maju ini, anggapan masyarakat terhadap budaya lama berbeda-beda karena semakin berkembangan pola pikir dan kehidupan. Melalui kajian sosial dan seni pertunjukan, artikel ini membahas respon sosial masyarakat terhadap pertunjukan yang ada dalam ritual pemujaan Dewi Sri di masa kini. Berbagai pertunjukan dari sebuah ritual yang merupakan peninggalan turun temurun tentu memiliki arti dan alasan khusus untuk terus dilestarikan. Melalui pertunjukan dalam ritual, pesan dan moral disampaikan. Namun perkembangan pertunjukan tersebut akan terus berjalan karena adanya proses interaksi yang secara terus menerus merespon perkembangan jaman. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan sebuah narasi yang diawali dengan penemuan sebuah permasalahan. Dilanjutkan pengumpulkan data berdasarkan fakta sosial atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Dari data yang terkumpul dilakukan analisis yang menghasilkan sebuah asumsi yang juga tidak lupa untuk mencocokan dengan inti permasalahannya.

ABSTRACT

In this advanced era, people's perceptions of the old culture are different because of the growing mindset and life. Through social studies and performing arts, this article discusses the social response of the community to the performances in the present-day Dewi Sri worship ritual. Various performances of a ritual which is a hereditary heritage of course have special meanings and reasons to continue to be preserved. Through performances in rituals, messages and morals are conveyed. However, the development of the show will continue because of the interaction process that continuously responds to the times. By using a qualitative method by explaining a narrative that begins with the discovery of a problem. Continued collecting data based on social facts or phenomena that occur in society. From the data collected, an analysis is carried out which produces an assumption that also does not forget to match the core of the problem.


Keywords


Dewi Sri, Pertunjukan, Tayub, Ritual.|Dewi Sri, Perfomance, Tayub, Ritual.

Full Text:

PDF

References


Badriya, Yaya. 2016. 10 Fungsi Seni Pertunjukan Dalam Kehidupan Masyarakat. Ilmu Seni. https://ilmuseni.com/senipertunjukan/fungsiseni-pertunjukan.

Hadi, Sumandiyo. 2005. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Pustaka

Humaeni, Ayatullah. 2015. Ritual Kepercayaan Lokal dan identitas Budaya Masyarakat Ciomas Banten. El Harakah, Vol. 17, No. 2. http://ejournal.uin-malang.ac.id/

Lestari, Puji. 2009. Antropologi. Jakarta: pusat perbukuan dapartemen pendidikan nasional.

Nastiti, Titi Surti. 2020. Dewi Sri Dalam Kepercayaan Masyarakat Indonesia. Publikasi E-Jurnal.

Suharto, Ben. 1987. Pengamatan Tari Gambyong Melalui Pendekatan Berlapir Ganda. Yogyakarta: ASTI Yogyakarta.

Suharto, Ben. 1999. Tayub Pertunjukan dan Ritus Keuburan. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia Bekerjasama dengan art.line atas bantuan Ford Foundation.

W. Cresswell, John. 2013. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Memilih diAntara Lima Pendekatan.Yogykarta: Edisi Indonesia Diterbitkan Pustaka Belajar.

Widyastutieningrum, Sri Rochana. 2011. Sejarah Tari Gambyong Seni Rakyat Menuju Istana. Surakarta. Isi Press Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.24821/joged.v21i1.9661

Article Metrics

Abstract view : 180 times
PDF - 176 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats