Ekspresi Fotografi Seni dengan Objek Rangda

I Gede Budiwijaya

Abstract


Abstrak
Dalam karya seni fotografi, banyak hal yang dapat diangkat sebagai objek penciptaan yang
memiliki nilai-nilai estetika, salah satunya adalah Rangda. Ekspresi fotografi seni dengan
objek Rangda merupakan sebuah konsep penciptaan karya fotografi seni, yang pada hakikatnya
adalah upaya perwujudan ide kreatif dalam menanggapi sosok Rangda melalui media seni
fotografi. Rangda, yang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dipandang sebagai
benda (topeng) yang disucikan, ternyata memiliki potensi yang luar biasa, apabila dipandang
dan disikapi sebagai sumber serta objek penciptaan seni, khususnya fotografi seni. Melalui
eksplorasi dan observasi diperoleh pengalaman empiris selanjutnya ditranformasikan lewat
model objek-objek imajinatif dan diolah secara digital imaging. Pengetahuan tentang estetika
dalam menyusun elemen-elemen objek serta pemahaman dan kemampuan penguasaan teknik
fotografi diterapkan untuk mewujudkan karya ekspresi fotografi seni dengan objek Rangda.

 

The Expression of Art Photography with “Rangda” as the Object. In the work of art
photography, there are so many things used as the object for the artwork, with some aesthetic
values, one of those things is Rangda. Art photography with Rangda as it’s object is a concept
to create the creative idea of Rangda to be kind of a real thing with an art photography as the
media. Rangda, in the daily life of Balinese people, is a sacred thing (mask), but when it is
seen as an artwork source, in fact it has a great potential, especially in the art photography.
The empiric experience of those are gained from the exploration and observation transformed
by the imagination object and then developed by a digital imaging. The knowledge of the
aesthetic of how to arrange the object elements, with comprehension and skill of photography
technic the will be used to create the expression of art photography artwork with Rangda as
it object.


Keywords


photography; art photography; Rangda; digital imaging

Full Text:

PDF

References


Budhiartini, Pan Putu. 2000. Rangda dan

Barong Unsur Dualistik: Mengungkap

Asal Usul Umat Manusia. Lampung.

Djelantik, A.A.M. 1999. Estetika Sebuah

Pengantar. Bandung: Foundation

Penerbit The Ford.

Guta Arta Laras, Ketut. 2010. “Visualisasi

Teknik Kolase dalam Fotografi Ekspresi

Gurat Karat”. Dalam Jurnal Capture

Volume 2 No. 1, hlm. 68-83.

Bandem, I Made dan Fredrik Eugene deBoer.

Kaja dan Kelod: Tarian Bali

dalam Transisi. Yogyakarta: BP ISI

Yogyakarta.

Mat Kodak. 1984. 1 Gambar = 1000 Kata,

Kata Siapa? Jakarta: PT Temprint.

Nardi, Leo. 1996. Diktat Fotografi. Bandung.

Nugroho, R Amien. 2006. Kamus Fotografi.

Yogyakarta: Penerbit Andi

Soedjono, Soeprapto. 2006. Pot-Pourri

Fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.

Sularko, R.M Prof. Dr. 1978. Komposisi

Fotografi. Bandung: PT Indira.

Sukarya, Daniek G. 2001. “Menciptakan

Foto Berbeda dari Subjek yang Sama”.

Majalah Fotografi Populer Foto Media,

No. 33/ Desember.

Swadiana, Jero Mangku Oka. 2008. Barong

Landung Bernuansa: Magis – Religius.

Surabaya: Paramita.




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v10i2.3249

Article Metrics

Abstract view : 113 times
PDF - 433 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View Rekam Stats