Sejarah dan Makna Fotografi Karya Pelukis Istana, Dullah

Mikke Susanto, Irwandi Irwandi

Abstract


History and Meaning of Photography of a Palace Painter, Dullah. The existence of Dullah the painter is equal with other famous painters, such as Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono and Hendra Gunawan. In 1950 to 1960, he was appointed by President Sukarno as a palace painter. Apart from painting, he also liked to take pictures. His object was around his work as a palace painter and President Sukarno's figure. Reviewed from the historical approach and the meaning explored in it, the photos have an interesting connection. Those photos hold important narratives, especially in the field of history for the Indonesian people. Dullah's photography was able to record the life of President Sukarno while at the palace and outside the presidential palace. The photos clearly illustrate the human side of Sukarno, as a father, a leader, and an art lover. By knowing the connection,, photographs of Dullah's work need to be socialized to the public and can be used as a means of national education for Indonesia, especially for prospective leaders.

 

 

ABSTRAK

Eksistensi pelukis Dullah sejajar dengan pelukis ternama lain, seperti Affandi, Basoeki Abdullah, S. Soedjojono, dan Hendra Gunawan. Pada tahun 1950 hingga 1960, ia ditunjuk Presiden Sukarno sebagai pelukis istana. Selain melukis, ia juga hobi memotret dengan objek sekitar pekerjaannya sebagai pelukis istana dan figur Presiden Sukarno. Setelah dikaji dari pendekatan sejarah dan digali makna di dalamnya, foto-foto tersebut memiliki simpul menarik. Foto-foto tersebut menyimpan narasi penting, khususnya dalam bidang sejarah bagi bangsa Indonesia. Fotografi Dullah mampu merekam kehidupan Presiden Sukarno pada saat di istana dan di luar istana presiden. Sisi kemanusiaan Sukarno digambarkan dalam foto-foto tersebut, baik sebagai ayah, pemimpin, maupun penyuka seni. Dengan mengetahui simpul tersebut, foto-foto karya Dullah ini perlu disosialisasikan kepada publik dan dapat digunakan sebagai sarana pendidikan kebangsaan bagi Indonesia, terutama bagi para calon pemimpin.

 


Keywords


photography; Dullah; Sukarno; presidential palace

Full Text:

PDF

References


Dhakidae, D. (2013). “Soekarno: Memeriksa Sisi-sisi Hidup Putra Sang Fajar.” Majalah Prisma Edisi Khusus, Vol. 32, No. 2 dan No. 3.

Dullah. (1982). “BUNG KARNO Pemimpin, Presiden, Seniman (Dari kumpulan surat-surat pelukis Dullah kepada isterinya: Biby Fatimah.” Harian Minggu Merdeka.

Flusser, V. (2000). Towards a Philosophy of Photography. London: Reaktion Books.

Ismanto, I. (2018). “Budaya Selfie Masyarakat Urban Kajian Estetika Fotografi, Cyber Culture, dan Semiotika Visual.” REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi, 14(1), 67–76.

Kress, G., & Leeuwen, T. van. (2006). Reading Image: The Grammar of Visual Design (Second Edi). New York: Routledge.

Motuloh, O., & Surjoatmodjo, Y. (2013). IPPHOS Remastered. Jakarta: Galeri Foto Jurnalistik Antara.

Rusli, E. (2018). “Citra dan Tanda Malioboro dalam Konstruksi Fotografi.” REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi,14(1), 1–15.

Sawega, A. M. (n.d.). “Dullah, Pelukis Istana: Mumpung Masih Ada Waktu, Kebutlah.” Kompas.

Setiyanto, P. W., & Irwandi. (2017). “Foto Dokumenter Bengkel Andong Mbah Musiran: Penerapan dan Tinjauan Metode EDFAT dalam Penciptaan Karya.” REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi, 13(1), 29–40.

Sudarmaji. (1988). DULLAH, Raja Realisme Indonesia. Bali: Sanggar Pejeng.

Sukarnoputra, G. (2019). Wawancara dilakukan melalui Whattapps pada 13 Oktober 2019, pukul 11.01-15.31 WIB.

Susanto, M. (2014). Bung Karno Kolektor & Patron Seni Rupa Indonesia. Yogyakarta: Dicti Art Laboratory & Agung Tobing.

Susanto, M. (2019). BUNG KARNO Pemimpin, Presiden, Seniman. Yogyakarta: Dicti Art Laboratory dan Museum Dullah.

Yayasan_Idayu. (1984). Bung Karno Sebuah Bibliografi. Jakarta: Yayasan Idayu.

Audio/Video

Dullah. 1990. “Dullah, Raja Realisme”. Dokumentasi Keluarga.

Video “Dullah: Raja Realisme Indonesia”, (1987). Film Dokumentasi Keluarga. Museum Dullah Solo.




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v16i1.3847

Article Metrics

Abstract view : 603 times
PDF - 714 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View Rekam Stats