Fotografi sebagai Rekonstruksi Visual dalam Seni Bercerita Rakyat Studi Kasus “Sarip Tambak Oso”

Aryo Bayu Wibisono, Aphief Tri Artanto, Alfian Candra Ayuswantana

Abstract


Cerita rakyat memiliki gambaran yang menarik untuk digambarkan kembali pada era kemajuan teknologi ini, mengingat cerita rakyat atau “folklore” adalah ciri khas dan kekayaan suatu bangsa. Namun beberapa “folklore” di Indonesia menjadi menghilang, karena kurang dimunculkan dan jarang dibicarakan lagi karena banyaknya faktor, salah satunya ketidaktahuan kronologis suatu cerita. Beberapa cerita yang hilang ini tentunya perlu rekonsiliasi dari berbagai pihak untuk memunculkan kembali cerita rakyat yang hilang  atau tidak populer. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembalikan eksistensi suatu cerita rakyat yang hilang atau tidak lagi populer. Metodenya melalui rekonstruksi visual pada cerita rakyat, dengan menggunakan metode perekaman Fotografi. Rekonstruksi cerita rakyat melalui teknik fotografi ini menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena akan merepresentasikan kembali cerita rakyat yang tidak populer. Penelitian ini adalah model penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat definisi awal penelitian, kemudian hasilnya dikembangkan lebih lanjut pada penelitian berikutnya. Penelitian ini mengambil studi kasus “Sarip Tambak Oso” yang berada pada wilayah Sidoarjo – Surabaya, hal ini karena jarak kampus peneliti dengan objek lokasi penelitian berjarak 10 menit. Selain itu wilayah Tambak Oso termasuk Renstra (Rencana Strategis) pengembangan Tri Dharma kampus UPN Veteran Jatim. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni wawancara, observasi, pendalaman literasi dan artikel ilmiah untuk mendukung pola rekonstruksi visual Sarip Tambak Oso. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Tambak Oso, wilayah perbatasan Surabaya dan Sidoarjo.

Keywords


photography; visual; folktale; “Sarip Tambak Oso”

Full Text:

PDF

References


Afrianto, D. T. (2014). Selendang Lurik: Lambang Keperkasaan Perempuan-Perempuan Dusun Niten, Kelurahan Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten (Sebuah Kajian Estetika). Jurnal Ornament Kriya ISI Surakarta, 11(02).

Ajidarma, S. G. (2016). Kisah Mata ; Fotografi Diantara Dua Subjek: Perbincangan Tentang Ada. Galang Press.

Arsita, A., & Aji, D. T. (2020). Eksplorasi Jukstaposisi Visual Dalam Novel Grafis The Photographer. Jurnal Rekam, 16(01), 37–44. https://doi.org/10.24821/rekam.v16i1.3853

Galloway, J. (1992). Seeing the Invisible: Photography in Science (Photography: At The Frontier Between Art And Science). Taylor and Francais.

Gibbs, L. S. (2018). Faces of Tradition in Chinese Performing Arts. Journal of Folklore Research, 55(01), 1–19. https://doi.org/10.2979/jfolkrese.55.1.01

Gusal, L. O. (2015). Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara Karya La Ode Sidu. Jurnal Humanika, 03(15).

Herlina, N. A. (2005). Nilai Edukatif Cerita Rakyat Tolaki. Pusat Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara Depdiknas.

Janottama, I. P. A., & Putraka, A. N. A. (2017). Gaya Dan Teknik Perancangan Ilustrasi Tokoh Pada Cerita Rakyat Bali. Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar, 05(1), 25–41. https://doi.org/10.31091/sw.v5i0.189

Kartika, E. D. (2018). Perlindungan Hukum Atas Cerita Rakyat Yang Ditulis Oleh Pencipta Dalam Rangka Benefit Sharing. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(02), 379–392. http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol48.no2.1669

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Malinda, L. (2018). Sarep Tambak Oso. https://www.youtube.com/watch?v=dmlLqMEyv9A

Mashuri, & Nilofar, N. (2008). Peran Ibu Dalam Cerita Sarip Tambak Oso. Balai Bahasa Surabaya.

Mullen, L. (1998). Truth In Photography: Perception, Myth And Reality In The Postmodern World. University Of Florida.

Purwaningsih, I. (2019). Kecamatan Waru Dalam Angka. BPS Kabupaten Sidoarjo.

Sholihatin, E. (2013). Apakah Pisuhan Selalu Bermakna Negatif ?: Fungsi Pisuhan dalam Masyarakat Arek dan Masyarakat Mataraman. Jurnal Mozaik, 13(02), 158–167. http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v13i2.3843

Sopudin. (2019). Kajian Struktur dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Palabuhanratu. Jurnal Lokabasa, 10(01), 100–107. https://doi.org/10.17509/jlb.v10i1.16948

Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia. Jurnal Rekam, 12(01), 31–42. https://doi.org/10.24821/rekam.v12i1.1385

Wardhani, J. K. (2019). Dramaturgi Ludruk Karya Budaya Mojokerto Jawa Timur Lakon Sarip Tambak Oso. SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya Dan Perubahan Sosial, 03(01).

Widodo, D. (2013). Sidoarjo Tempo Doeloe. Dukut Publishing.

Wulandari, A., & Maryani, Z. (2017). Fotografi Potret Wanita Penambang Pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 13(01), 53–66.

https://doi.org/10.24821/rekam.v13i1.1578

Yuwono, U. (2007). Gerbang Sastra Indonesia Klasik. Wedatama Widya Sastra.




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v17i1.4940

Article Metrics

Abstract view : 349 times
PDF - 229 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View Rekam Stats