Kajian Estetika Fotografi Urban “#JakartaBelumHabis” Karya Chris Tuarisa

Erlina Novianti, Silviana Amanda Tahalea, Asih Retno Dewanti

Abstract


ABSTRAK

Fotografi urban adalah fotografi yang dilakukan dengan pendekatan urban life. Fotografi urban mengacu pada kehidupan dalam lingkup perkotaan. Salah satu fotografer yang menghasilkan karya fotografi urban adalah Chris Tuarisa. Karya-karya yang dihasilkan merupakan visualisasi masyarakat urban, tetapi juga memperlihatkan kawasan perkotaan dari sisi masyarakat menengah kebawah yang tidak dapat dipungkiri juga merupakan bagian dari masyarakat urban. Fotografer dapat menceritakan sisi lain dari isu perkotaan yang belum pernah dilihat oleh sebagian masyarakat Jakarta sendiri, karya foto Christ Tuarisa sekaligus menjadi kritik untuk pemerintah untuk dapat menyelesaikan isu perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memaknai dan membaca karya Chris Tuarisa menggunakan teori estetika fotografi. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menganalisa lebih dalam sisi lain tampilan foto urban karya Chris Tuarisa dalam estetika fotografi. Adapun metode yang digunakan adalah metode studi kasus, peneliti akan menggunakan karya foto dari hasil karya fotografer Chris Tuarisa. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa teori estetika merupakan teori yang tepat untuk digunakan untuk menganalisa sebuah foto, karena teori estetika dapat menantu spektator menaknai sebuah foto secara lebih dalam. Karya Chris Tuarisa bercerita mengenai kesenjangan sosial yang besar dalam keseharian masyarakat Jakarta, sekaligus menjadi kritik bagi pemerintah agar dapat memberikan solusi untuk permasalahan tersebut.

 

Aesthetic Study of Urban Photography “#JakartaBelumHabis By Chris Tuarisa. Urban Photography has become a part of photography genre that can be carried out with an urban life approach. Urban photography is related to urban space and  activity. One of the photographers doing urban photography is Chris Tuarisa. His works are visualizations of urban society, from the perspective of the middle and low class society as part of urban community. Chris’ works showing highlight about other side of urban issues that some people in Jakarta may have never see., Upon a closer examination, Christ Tuarisa's photographic work is actually a form of criticism addressed to the government to point out the urban issues. The purpose of this research is to interpret and comprehend the context of Chris’s works using the aesthetic theory of photography. The aim of this research is to study and analyze other perspectives from the visualization of urban photos by Chris Tuarisa using photographic aesthetics theory profoundly. The method used was a case study method. The conclusion of this study is that aesthetic theory is an applicable theory to analyze photography, because aesthetic theory can give the spectator a deeper interpretation and signification of the photo. Chris Tuarisa's works tell stories about the social gap in the daily life of Jakarta’s citizen, as well as being a criticism for the government to be able to provide solutions to these problems.

 

Keywords


photography aesthetics; urban photography; Christ Tuarisa's photographs; study case research methods

Full Text:

PDF

References


Aji, D. T. (2021). Literasi Visual sebagai Pendekatan dalam Pembelajaran Fotografi. Rekam, 17(2), 123–134. https://doi.org/10.24821/rekam.v17i2.5660

Astiti, A. (2016). Fotografi Urban Landscape dengan Objek Hiburan Alternatif di Yogyakarta. Capture : Jurnal Seni Media Rekam, 3(1). https://doi.org/10.33153/capture.v3i1.633

Design, Q. I. (1989). Studi Kasus ( John W. Creswell ) Oleh Yani Kusmarni. 1–12.

Faza, S. S. (2019). Fotografi Dokumenter “Surabi” Melalui Metode EDFAT. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya, 62–73(1).

Goldman, A. (n.d.). Alan Goldman. Philosophy.

Ismanto, I. (2018). Budaya Selfie Masyarakat Urban: Kajian Estetika Fotografi, Cyber Culture, dan Semiotika Visual. REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Dan Animasi, 14(1). https://doi.org/10.24821/rekam.v14i1.2138

Junaedi, Deni. (2016). Estetika Jalinan Subjek Objek dan Nilai. Yogyakarta: ArtCiv.

Rahmad, C. Y. (2011). Volume 3 No. 1 Desember 2011. 3(1), 1–10.

Rose, G. (2014). Visual culture, photography and the urban: An interpretive framework. Space and Culture, India, 2(3), 4–13. https://doi.org/10.20896/saci.v2i3.92.

Rusli, E. (2022). Realisme Magis Imaji Ke Imajinasi Visual Fotografi. Rekam, 18(1), 17–24. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i1.6904

Tahalea, S. (2019). Kritik Fotografi: Mendeskripsikan Sebuah Foto Dari Sisi Subjek, Bentuk, Media Dan Gaya. Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, 16(1), 85–96. https://doi.org/10.25105/dim.v16i1.6165




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v19i1.7582

Article Metrics

Abstract view : 328 times
PDF - 370 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View Rekam Stats