Kekerasan Simbolik pada Produksi Komsit Yang Maha Luwes : Dekonstruksi Religiusitas Ketuhanan

Umilia Rokhani

Abstract


Produk karya sebagai produksi kultural yang membawa simbol-simbol sebagai bagian dari ekspresi pemikiran agen pemroduksi dapat mendekonstruksi kultur budaya masyarakatnya. Karya yang hadir tidak dari kekosongan budaya juga akan mengisi nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakatnya. Salah satu nilai yang dapat turut berkembang adalah nilai-nilai ketuhanan di tengah masyarakat religius. Hal ini dibidik oleh Hompimpa Sinema Nusantara dalam karyanya Yang Maha Luwes. Dengan mengkaji tema karya sebagai bagian dari produksi karya serta menafsirkan nilai-nilai yang dapat digali, nilai-nilai ketuhanan yang ada di tengah masyarakat Indonesia yang religius dapat terdekonstruksi. Oleh karena itu, digunakan pendekatan konstruktivisme sosial yang berkaitan dengan metode production activity yang direlasikan dengan metode hermenutika radikal untuk menafsirkan karya dengan pijakan dekonstruksi Derrida sehingga dapat digunakan untuk melihat nilai-nilai ketuhanan dan menghubungkannya dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Produksi komsit tersebut selain bertujuan untuk menunjukkan eksistensi berkarya, juga memberikan hiburan parodi sederhana kepada masyarakat. Tema terdekat yang diangkat adalah nilai-nilai ketuhanan dengan membentuk konsep parodi sederhana melalui penokohan tuhan dengan sifat-sifat manusia. Pemahaman konstruksi berpikir penikmat atas Tuhan menjadi kontras ketika diperankan dengan sifat-sifat dan kebiasaan manusia. Sekalipun masyarakat Indonesia dikatakan masyarakat religius dengan keberadaan enam agama dan berbagai aliran kepercayaan, tetapi pemahaman awam seolah menempatkan Tuhan berjarak dengan manusia sebagai hamba-Nya. Komsit ini mendekonstruksi pemahaman tersebut dengan menanggalkan dikotomi jauh – dekat, langit – bumi antara Tuhan dan manusia. Tuhan berada di mana pun hamba-Nya berada.

Keywords


kekerasan simbolik, dekonstruksi, ketuhanan, komsit, Yang Maha Luwes

Full Text:

PDF

References


Akmaliah, W. (2014). When Ulama Support a Pop Singer Fatin Sidqiah and Islamic Pop Culture in Post-Suharto Indonesia. Al-Jami’ah, 52(2), 351–373. https://doi.org/10.14421/ajis.2014.522.351-373

Bourdieu, P. (1991). Language & Symbolic Power. Polity Press.

Bourdieu, P. (1993). The Field of Cultural Production: Essays on Art and Litarature. (R. Johnson (ed.)). Columbia University Press.

Cooper, N. I. (2015). Retuning Javanese Identities: The Ironies of a Popular Genre. Asian Music, 46(2), 55-88,145. https://search.proquest.com/docview/1691586168?accountid=38628

Devi, Z. N., & Utami, C. D. (2021). Interaksi Tokoh Utama dalam Pembentukan Karakter pada Film GIE. Sense: Journal of Film and Television Studies, 4(2), 223–236. https://doi.org/10.24821/sense.v4i2.5834

Elvaretta, V., & Ahmad, A. (2021). Perancangan Film Pendek Yang Berjudul “Ask Myself.” Sense: Journal of Film and Television Studies, 4(2). https://doi.org/10.24821/sense.v4i2.5425

Hardiman, F. B. (2015). Seni Memahami: Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida. Kanisius.

Junaidi, A. A. (2013). Janengan Sebagai Seni Tradisional Islam-Jawa. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 469. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.254

Langga, F. H., Ahmad, H. A., & Mansoor, A. Z. (2020). Representasi Islami dalam animasi “Nussa” sebagai media pembelajaran untuk anak. Rekam, 16(2), 125–133. https://doi.org/10.24821/rekam.v16i2.3612

Mustafa, M. S. (2015). Religious Values In Song Lyrics Tingkilan. Analisa, 22(1), 109. https://doi.org/10.18784/analisa.v22i1.147

Setiawan, B. (2022). The Narration of Religion on Television, Reconstruction of Meaning and Diversity. Informasi, 52(1). https://doi.org/10.21831/informasi.v52i1.51628

Tolstaya, S. M. (2021). Christianity and Slavic Folk Culture: The Mechanisms of Their Interaction. Religions, 12(7), 459. https://doi.org/10.3390/rel12070459

Tony Bennett, M. S.-C. (2009). Culture, Class, Distinction. Routledge.

Ulfa, M. (2018). Remembering God and Da’wa through English Islamic Song Lyrics of Indonesian Nasyid. Insaniyat: Journal of Islam and Humanities, 2(2), 131–146.




DOI: https://doi.org/10.24821/sense.v5i2.8272

Article Metrics

Abstract view : 55 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Umilia Rokhani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.