Pelestarian Nilai-Nilai Civic Culture dalam Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat: Makna Simbolik Ulos dalam Pelaksanaan Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Sitorang

Lopiana Margaretha Panjaitan, Dadang Sundawa

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelestarian nilai-nilai civic culture dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Batak Toba melalui makna simbolik ulos dalam pelaksanaan upacara perkawinan. Fokus penelitian ini adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai civic culture, dan mengapa masyarakat Batak Toba perlu untuk melestarikan nilai-nilai civic culture tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan partisipasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ulos tidak bisa lepas dari kehidupann orang Batak Toba karena merupakan warisan nenek moyang sejak dahulu kala, ulos juga sebagai simbol kasih sayang di antara keluarga, yaitu antara orang tua dan anak, dan juga antar sesama anggota masyarakat; (2) upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan nilai-nilai civic culture tersebut adalah dengan cara memberikan pemahaman dan penjelasan kepada generasi muda dan membangun sebuah cagar budaya; (3) alasan mengapa masyarakat Batak Toba perlu melestarikan nilai-nilai civic culture tersebut adalah agar warisan nenek moyang tetap terjaga karena di dalam makna simbolik ulos tersebut terdapat nilai-nilai luhur Pancasila, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

 

 

Preservation of The Value of Civic Culture in Strengthening The Cultural Identity of The Community: Case Study on The Symbolic Meaning of Marriage of Ulos in The Implementation of Batak Toba Society in Sitorang). This reseach aims to understand the preservation the value of civic culture in strengthening the cultural identity of Batak Toba society through the symbolic meaning of ulos in the implementation of the marriage. This research focuses to have the efforts made by the community in preserving the value of civic culture, and to find out why the people of Batak Toba need to preserve the value of the civic culture. The study uses a qualitative case study method. The techniques of data collection are done through interviews, observation, documentation, and direct participation. The reseach results show that: (1) Ulos is not separated from the life of Batak Toba, because it is a heritage since a very long time ago, ulos is also as a symbol of affection among family,

between parents and children, as well as among members of society; (2) The effort made by the public and the government in prevising the value of the civic culture is to provide an understanding and explanation to the younger generation and build a cultural heritage; (3) Reasons why people of Batak Toba need to preserve the value of the civic culture is that the heritage is maintained, because the noble values of Pancasila can be found in the symbolic meanings of ulos, as the value of divinity, humanity, unity, democracy, and justice.


Keywords


civic culture, ulos, perkawinan, masyarakat Batak Toba, marital, community Batak Toba

Full Text:

PDF

References


Agustina, C., 2016. “Makna dan Fungsi Ulosdalam Adat Masyarakat Batak Toba di DesaTalang Mandi Kecamatan Mandau KabupatenBengkalis.” Jom Fisip, 3(1), p.13.

Annisa, F., 2015. “Civic Culture: Media, KaumMuda, dan Mengenali KeistimewaanYogyakarta.” Jurnal Komunikator, 7(1), p.6.

Gulo, A.N., 2012. “Degradasi Budaya dalamUpacara Perkainan Masyarakat Nias diDenpasar.” E-Jurnal Kajian Budaya UniversitasUdayana, 1(1), p.52.

Gustinungrum, P. W., & Affandi, I. 2016.“Memaknai Nilai Kesenian Kuda Renggongdalam Upaya Melestarikan Budaya Daerahdi Kabupten Sumedang”. Journal of UrbanSociety’s Arts, 3(1), 20–27.

Karthago, A.H., 2014. “Peran Dinas Kebudayaandan Pariwisata dalam Pengembangan Seni danBudaya di Kabupaten Bulungan.” E-JournalIlmu Pemerintah, 2(1), pp.1998–1999.

Nilam, S.P., 2015. “Peran Dinas Kebudayaan danPariwisata dalam Pengembangan BudayaDaerah di Kabupaten Malinau.” E-JournalPemerintah Integrative, 3(4), p.577.

Pangaribuan, Y., 2013. “Penekanan UnsurDekoratif Melalui Aplikasi Ornament UlosBatak Toba pada Perancangan Busana.” JurnalGeneral Kampus, 6(2), p.107.

Pardosi, J., 2008. “Makna Simbolik Umpasa,Sinamot, dan Ulos pada Adat PerkawinanBatak Toba.” Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra,VI(2), pp.106–107.

Putri, F.D., 2015. “Makna Simbolik UpacaraMangongkal Holi Bagi Masyarakat Batak Tobadi Desa Simanindo Kecamatan SimanindoKabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara.”Jom Fisip, 2(2), p.5.

Regar, K. & Tangkudung, 2014. “Pola KomunikasiAntar Budaya dan Identitas Etnik Sangihe-Taulud-Sitaro Studi pada Masyarakat EtnikSanger-Tahuna-Sitaro di Kota Manado.”Journal Acta Diurna, III(4), p.7.

Sherly, M., Sukardi & Ermarita, 2015. “MaknaSimbolik Kain Ulos pada Masyarakat BatakToba di Palembang.” Jurnal Kalpataru, 2(2),pp.40–41.

Sidabutar, G., 2015. “Komunikasi Intrabudayadalam Upacara Pernikahan Adat Batak TobaSamosir di Kabupaten Kuantan Singingi.” JomFisip, 2(2), p.4.

Sigalingging, S., 2012. “Struktur dan NilaiBudaya Batak Toba dalam Sastra Lisan HutaSilahisabungan.” Jurnal Sasindo, 1(2), p.2.

Simorangkir, 2007. Berhala, Adat Istiadat danAgama, Jakarta: Yayasan Lobu Harambir.

Sirait, D. & Hidayat, D., 2015. “Pola Komunikasipada Prosesi Mangulosi dalam PernikahanBudaya Adat Batak Toba.” Jurnal IlmuKomunikasi (J-IKA), II(1), p.23.

Sulissusiawan, A., 2015. “Makna Simbolik Pantundalam Tradisi Mulang-Mulangkan padaMasyarakat Melayu Sambas.” Jurnal Litera,14(1), pp.140–141.

Suriati, 2015. “Analisis Nilai-Nilai BudayaKaria dan Implementasinya dalam LayananBimbingan dan Konseling.” Jurnal Psikologi

Pendidikan dan Konseling, 1(1), pp.9–18.Tampubolon, A., & Darmawan, C. 2016. “FashionBudaya Nasional dalam Konteks Wawasan

Kebangsaan: Studi Kasus pada Jember FashionCarnaval”. Journal of Urban Society’s Arts, 3(11–19).

Tilaar, H.A.R., 2007. Mengindonesia Etnisitas danIdentitas Bangsa Indonesia, Jakarta: RinekaCipta.

Vergouwen, J.., 1986. Masyarakat dan Hukum AdatBatak Toba, Jakarta: Pustaka Azet.

Winataputra, U. & Budimansyah, D., 2012.Pendidikan Kewarganegaraan dalam PersfektifInternasional (Konteks, Teori, dan ProfilPembelajaran), Bandung: Widya Aksara Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/jousa.v3i2.1481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).