Eksistensi Ragam Hias Sulur Gelung Teratai

Akhmad Nizam, Wisma Nugraha Ch R, SP Gustami

Abstract


Dinding candi-candi Hindu dan Buddha di Jawa, sering ditemukan pahatan ragam hias sulur tumbuhan teratai yang tumbuh dari bonggol atau guci bergelung-gelung. Pada masa Islam awal, eksistensi ragam hias ini tetap bertahan. Berdasarkan kitab-kitab Purana Hindu, terdapat penjelasan mengenai konsep pembentangan alam semesta yang diwujudkan dalam bentuk gulungan teratai. Sementara itu, dari naskah lama milik para Wali, meskipun terbatas dalam lingkup tasawuf Tarekat Syaththariyah terdapat penjelasan mengenai teratai dengan nama bunga tunjung. Artikel ini membahas tentang konsep penciptaan karya seni berdasarkan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon dalam bukunya: A Theory of Adaptation. Pembahasan lebih ditekankan pada aspek-aspek estetis visual yang terdapat di candi Lara Jonggrang Prambanan di Kalasan Yogyakarta, Candi Surowono di Kediri Jawa Timur dan makam Sunan Drajat di Lamongan Jawa Timur. Ragam hias tersebut, yang konsep penciptaannya diadaptasi dari kitab-kitab purana Hindu, maka pada masa Islam awal diyakini mengikuti prosedur teori tersebut, begitu juga pada masa berikutnya, tetapi makna filosofisnya mungkin kurang begitu dikenal.

 

Kata kunci: ragam hias, sulur gelung, padmamūla, tunjung, etnik

 


The Existance of Ornament of Lotus Tendrils. The walls of Hindu and Buddhist temples in Java are often found in the carved ornament of lotus plants that is grown from tubers or urns. In early period of Islam in Java, the existence of this decorative variety remained. Based on the books of the Hindu Purana, there is an explanation of the concept of the the universe creations embodied in the form of lotus scrolls. Meanwhile, from the old manuscripts belonging to the Wali, although limited in the scope of Sufism of the Tarekat Syaththariyah there is an explanation of the lotus with the name of the Tunjung flower. This article discusses the concept of creating works of art based on the theory of adaptation by Linda Hutcheon in his book: A Theory of Adaptation. The discussion is more emphasized on the visual aesthetic aspects contained in Lara Jonggrang Prambanan temple in Kalasan Yogyakarta, Surowono Temple in Kediri East Java and Sunan Drajat tomb in Lamongan, East Java. The ornamental variety, whose concept of creation was adapted from Purana books of Hindu, was in early Islam believed to follow the theoretical procedures, as well as in later times, but the philosophical meaning may be less well known.

 

Keywords: ornament, sulur gelung, padmamūla, tunjung, ethnic

 


Keywords


ragam hias, sulur gelung, padmamūla, tunjung, etnik

Full Text:

PDF

References


Alisyahbana, Sutan Takdir. 1982. Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat Dari Segi Nilai-Nilai. Jakarta: PT. Dian Rakyat.

Asyārie, Musa. 2001. “Spiritualitas Seni dan Agama dalam Islam” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. VIII, No. 03 Januari 2001: 288.

Bosch, F.D.K. 1960. The Golden Germ: An Introduktion To Indian Symbolism. Terj. J.W. de Jong dan F.B.J. Kuiper, ed. Mouton & Co.-`S-Gravenhage.

Burckhardt, Titus dan William Stoddart. 1987. Mirror of the Intellect : Essays On Traditional Science & Sacred Art Suny. USA: State University of New York Press, Albany.

__________ . 2009. Art of Islam: Language and Meaning. Bloomington, Indiana: World Wisdom, Inc.

Coomaraswamy, Ananda K. 1931. Yaksas: Part II. Washington, D. C.: Smithsonian Institution Freer Gallery of Art.

Darmawan, Darwin. 2012. “Jangan Bakukan Aku: Identitas Hybrid Islam di Indonesia” dalam Kawistara: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Sekolah Pascasarjana UGM, Vol. II, No. 2 Agustus 2012: 155.

Dermawan T, Agus. 1995. “Interior Berwawasan Budaya”, dalam Indonesian Ethnic for Modern Interior. Jakarta: PT Laras Indra Semesta.

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu: Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan Serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Surabaya: Paramita.

Feng, Tian. 1998. “Pencarian Makna Perubahan: Kajian Awal Tentang Modernitas, Tradisi, dan Kebangkitan Budaya Pluralistik” dalam Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, Keragaman dan Silang Budaya: Dialog Art Summit, Th. IX – 1998-1999: 43-44.

Fischer, Joseph. 1994. The Folk Art of Java. Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Gustami, Sp. 1992. “Filosofi Seni Kriya Tradisional Indonesia” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. II, No. 01 Januari 1992: 75-76.

_________ . 2008. Nukilan Seni Ornamen Indonesia. Yogyakarta: Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia, Arindo.

Hadi W.M. Abdul. 2000. Islam: Cakrawala Estetik dan Budaya. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Hadiwijono, Harun. 1971. Agama Hindu dan Agama Buddha. Djakarta: Badan Penerbit Kristen.

Hidajat, Robby. 2015. “Sungai sebagai Transmisi Ritual Urban Kesuburan melalui Pertunjukan Wayang Topeng” dalam Journal of Urban Society`s Arts, Vol. 2 No. 1-April 2015: 5.

Hoop, A.N.J. Th. à Th. van der. 1949. Indonesische Siermotiven. Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Hutcheon, Linda. 2006. A Theory of Adaptation. New York: Routledge.

Kempers, A.J. Bernet. 1954. Tjandi Kalasan dan Sari. Terj. R. Soekmono Djakarta: Dinas Purbakala Republik Indonesia Penerbitan Dan Balai Buku Indonesia.

Kieven, Lydia. 2013. Following the Cap-Figure in Majapahit Temple Reliefs. Leiden-Boston: Brill.

Kinney, Ann R. 2003. Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java. Honolulu: University of Hawai`i Press.

Kinsley, David R. 1988. Hindu Goddesses: Visions of the Divine Feminine in the Hindu Religious Tradition. London, England: University of California Press, Ltd.

Kirno. 2012. “Ragam Hias Binatang dalam Medalion” dalam Corak: Jurnal Seni Kriya, Vol. 1, No. 2 November 2012: 177.

Krisnanto, Sri. 2007. “Akar dan Luku di Kota, Traktor di Desa: Kriya Kayu Rastik dalam Konteks Valorisasi, Partikularisasi Gaya Hidup dan Perubahan Sosio-Kultural Masyarakat Kontemporer” dalam Ars: Jurnal Seni Rupa & Desain, No. 06 September-Desember 2007: 20.

Madden, Edward H. 1975. “Some Characteristics of Islamic Art” dalam The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 33, No. 4 Published by: Blackwell Publishing on behalf of The American Society for Aesthetics Stable URL: http://www.jstor.org/stable/429655 Summer 1975: 425.

Muchtar, But. 1991. “Daya Cipta di Bidang Kriya” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. I, No. 03 Oktober 1991: 9.

Muslim. 1992. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr.

Sedyawati, Edi. 1981. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.

_________ . 1992. “Seni: Mula Jadinya di Masa Lalu” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Oktober 1992: 2.

_________ . 2014. Kebudayaan di Nusantara: Dari Keris, Tor-Tor sampai Industri Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Sjamsudduha, et al., ed. 1998. Sejarah Sunan Drajat: dalam Jaringan Masuknya Islam di Nusantara. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

Soedarso Sp. 1999. “Seni Kriya: Cabang Seni yang Sedang Gelisah” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. VII, No. 01 Agustus 1999: 33.

__________ . 2006. Trilogi Seni, Penciptaan, Eksistensi, Dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Soedjono, Soeprapto. 2015. “Creative by Way of Adaption: Ramayana Relief of Prambanan Temple” dalam Journal of Urban Society`s Arts, Vol. 2 No. 2-Oktober 2015:104.

Subiyantoro, Slamet. 1999. “Perubahan Fungsi Seni Tradisi: Upaya Rasionalisasi Terhadap Pengembangan dan Pelestarian Kebudayaan”, dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. VI, No. 04 Mei 1999: 344.

Sudiro. 2001. “Seni Bangunan Rumah Tradisional Jawa” dalam Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol. VIII, No. 03 Januari 2001: 280.

Sukanadi, I Made. 2010. Seni Hias Pura Dalem Jagaraga. Yogyakarta: Arindo Nusa Media bekerja sama dengan Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa.

Sumartono. 2007. “Revitalisasi Seni Kriya Indonesia” dalam Ars: Jurnal Seni Rupa & Desain, No. 05 Mei-Agustus 2007: 52.

Sunarya, I Ketut. 2003. “Garis Lintang Penampang Kriya: Seni Refleksi Jiwa Zaman yang Ambigu” dalam Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, Vol. I, No. 2 Agustus 2003: 199.

Sunaryo, Aryo. 2003. “Ragam Hias Figuratif pada Masjid Mantingan Jepara” dalam Ekspresi: Jurnal Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, Vol. IX, Tahun 3, 2003: 7.

_________ . 2009. Ornamen Nusantara, Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize.

Alisjahbana, S. T. (1982). Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Nilai-nilai. Jakarta: Jakarta: Dian Rakyat.

Asyārie, M. (2001). Spiritualitas Seni dan Agama dalam Islam. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 8(2), 288.

Bosch, F. D. K., & Fontein, A. (1960). The Golden Germ. An Introduction to Indian Symbolism. (Translator, A. Fontein.). Mouton & Company.

Burckhardt, T. (1987). Mirror of the Intellect: Essays on Traditional Science and Sacred Art. SUNY Press.

Coomaraswamy, A. K. (1931). Yakṣas, part II. Smithsonian Institution, Freer Gallery of Art, Wa-Shington.

Darmawan, D. (2012). “Jangan Bakukan Aku” Identitas Hybrid Islam di Indonesia. Jurnal Kawistara, 2(2).

Dermawan T, A. (1995). “Interior Berwawasan Budaya”, dalam Indonesian Ethnic for Modern Interior. Jakarta: PT Laras Indra Semesta.

Donder, I. K. (2007). Kosmologi Hindu (Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan serta Penciptaan Kembali Alam Semesta). Surabaya: Paramita.

Feng, T. (1998). “Pencarian Makna Perubahan: Kajian Awal Tentang Modernitas, Tradisi, dan Kebangkitan Budaya Pluralistik.” Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, Keragaman Dan Silang Budaya: Dialog Art Summit, Th. IX, 43–44.

Fischer, J. (1994). The folk art of Java. Oxford University Press.

Gustami, S. P. (1992). Filosofi Seni Kriya Tradisional Indonesia, Seni: Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni II/01. BP ISI. Yogyakarta.

Gustami, S. P. (2008). Nukilan Seni Ornamen Indonesia. Yogyakarta: Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia, Arindo.

Hadiwijono, H. (1971). Agama Hindu dan agama Buddha. Badan Penerbit Kristen.

Hidajat, R. (2015). Sungai sebagai Transmisi Ritual Urban Kesuburan melalui Pertunjukan Wayang Topeng. Journal of Urban Society’s Arts, 2(1), 1. https://doi.org/10.24821/jousa.v2i1.1264

Hoop, A. N. J. (1949). Th. à Th. van der (1949), Indonesische siermotieven/Ragam-ragam perhiasan Indonesia/Indonesian ornamental design. Batavia: Koninklijk Bataviaansch Genootschap van Kunsten En Wetenschappen.

Kempers, A. J. B. (1954). Tjandi Kalasan dan Sari. (T. R. Soekmono, Ed.). Jakarta: Dinas Purbakala Republik Indonesia Penerbitan Dan Balai Buku Indonesia.

Kieven, L. (2013). Following the Cap-Figure in Majapahit Temple Reliefs. Brill.

Kinney, A. R. (2003). Worshiping Siva and Buddha: The Temple Art of East Java. Honolulu: University of Hawai`i Press.

Kinsley, D. R. (1988). Hindu Goddesses: Visions of the Divine Feminine in the Hindu Religious Tradition. London, England: University of California Press, Ltd.

Kirno. (2012). Ragam Hias Binatang dalam Medalion” dalam Corak. Jurnal Seni Kriya, 1(2), 177.

Krisnanto, S. (2007). Akar dan Luku di Kota, Traktor di Desa: Kriya Kayu Rastik dalam Konteks Valorisasi, Partikularisasi Gaya Hidup dan Perubahan Sosio-Kultural Masyarakat Kontemporer” dalam Ars. Jurnal Seni Rupa & Desain, (6), 20.

Linda, H. (2006). A theory of Adaptation. Routledge, New York.

Madden, E. H. (1975). some characteristics of Islamic art. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 33(4), 423–430.

Muchtar, B. (1991). Daya Cipta di Bidang Kriya. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 1(3), 9.

Muthari, A. H. W., & Akbar, A. (2000). Islam: cakrawala estetik dan budaya. Pustaka Firdaus.

Sedyawati, E. (1981). Pertumbuhan seni pertunjukan. Penerbit Sinar Harapan.

Sedyawati, E. (1992). Seni: Mula Jadinya di Masa Lalu. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 2.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: dari keris, Tor-tor sampai industri budaya. Komunitas Bambu.

Sjamsudduha. (1998). Sejarah Sunan Drajat: dalam Jaringan Masuknya Islam di Nusantara. Surabaya: PT. Bina Ilmu.

Soedarso, S. (1999). Seni Kriya: Cabang Seni yang Sedang Gelisah. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 7(1), 33.

Soedarso, S. (2006). Trilogi Seni, Penciptaan, Eksistensi, Dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Soedjono, S. (2015). Creative by Way of Adaption: Ramayana Relief of Prambanan Temple. Journal Of Urbarn Society’s Arts, 2(2), 104. https://doi.org/10.24821

Subiyantoro, S. (1999). Perubahan Fungsi Seni Tradisi: Upaya Rasionalisasi Terhadap Pengembangan dan Pelestarian Kebudayaan. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 6(4), 344.

Sudiro. (2001). Seni Bangunan Rumah Tradisional Jawa. Seni: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Seni, 8(3), 280.

Sukanadi, I. M. (2010). Seni Hias Pura Dalem Jagaraga. Yogyakarta: Arindo Nusa Media.

Sumartono. (2007). Revitalisasi Seni Kriya Indonesia. Ars: Jurnal Seni Rupa & Desain, 5, 52.

Sunarya, I. K. (2003). Garis Lintang Penampang Kriya: Seni Refleksi Jiwa Zaman yang Ambigu. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 1(2), 199.

Sunaryo, A. (2003). Ragam Hias Figuratif pada Masjid Mantingan Jepara. Ekspresi: Jurnal Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, 1(2), 7.

Sunaryo, A. (2009). Ornamen Nusantara: kajian khusus tentang ornamen Indonesia. Dahara Prize.




DOI: https://doi.org/10.24821/jousa.v5i1.2416

Article Metrics

Abstract view : 77 times
PDF - 63 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).