Ikonografi Karya Sudjojono “Di Depan Kelamboe Terboeka”

Zuliati Zuliati

Abstract


Tinjauan Ikonografi dalam Karya Sudjojono “Di Depan Kelamboe Terboeka”.Penelitian ini mengupas lukisan “Di Balik Kelamboe Terboeka” karya Sudjojonosecara ikonografi. Sebagai cabang ilmu sejarah seni, Ikonografi mempelajarimakna dari sebuah karya seni melalui kajian aspek internal dan eksternal. Aspekinternal sebuah karya seni seperti subject matter, gaya, dan aliran, sedangkan aspekeksternal berkaitan dengan situasi sosiohistoris yang melingkupi ketika karyaseni tersebut dibuat. Maka dengan menggunakan pendekatan ikonografi akandiperoleh pemaknaan yang lebih luas dari sebuah karya seni. Berdasarkan penelitiandapat disimpulkan bahwa “Di Depan Kelamboe Terbuka” menggambarkan jiwanasionalisme sebagai pemberontak estetika Mooi Indie yang telah mapan dalamkultur kolonial feodal. Karya tersebut menunjukkan pergulatan pemikiran dalamsuatu situasi sosial yang didominasi konsep estetika tertentu. Sudjojono mampumerumuskan konsep seni yang berasal dari kejujuran dan kepekaan dalam melihatrealitas sosial dan dikenal dengan kredo jiwa ketok.

 

The Iconographic Study of Sudjono’s ‘Di Depan Kelamboe Terboeka’. Thisstudy discusses the iconography of ‘Di Depan Kelamboe Terboeka’, a painting createdby an influential painter in modern visual art of Indonesia, Sindudarsono Sudjono.Iconography as a branch of Art History learns the meaning of an artwork through thestudy of its internal and external aspects. The internal aspects include the items containedin an artwork such as a subject matter, style, and genre, whereas the external ones arerelated to the socio-historical situation in which the work of art is created. Iconographyprovides a broader understanding of a work of art. Based on this study, ‘Di DepanKelamboe Terboeka’ is one of Sudjono’s achievements depicting the spirit of nationalismas a rebel of the settle Mooi Indie aesthetics in the feudal-colonial culture. This paintingreflects the creator’s inner conflict in dealing with a certain social situation dominatedby a particular aesthetical concept. Sudjono was successful in formulizing an art conceptoriginated from his honesty and sensitiveness in witnessing the social reality known witha credo ‘jiwa kethok’.


Keywords


iconography, Sodjojono, Di Balik Kelamboe Terboeka, mooi indie

Full Text:

PDF

References


Burhan, M. Agus. 2008. Perkembangan Seni Lukis Mooi Indië sampai Persagi di Batavia, 1900-1942. Jakarta: Penerbit Galeri Nasional Indonesia dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

burhan, M. Agus. 2003. “Seni Rupa Modern Indonesia: Tinjauan Sosiohistoris” dalam Aspek-Aspek Seni Visual Indonesia: Politik dan Gender. Yogyakarta: Yayasan Seni Cemeti.

Bustam, Mia. 2006. Aku dan Sudjojono. Jakarta: Pustaka Utan Kayu.

Canaday, John. 1962. Mainstreams of Modern Art. New York: Simon And Schuster.

Feldman, Edmund Burke. 1967. Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Kartodirdjo, Sartono. 1987. Perkembangan Peradaban Priyayi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Panofsky, Erwin. 1955. Meaning in the Visual Arts. Chicago: The University of Chicago Press.

Siregar, Aminudin Th. 2010. Sang Ahli Gambar: Sketsa, Gambar, dan Pemikiran S. Sudjojono. Tangerang: S. Sudjojono Centre.

Soekiman, Djoko. 2011. Kebudayaan Indis dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Yogyakarta: Komunitas Bambu.

Toer, Pramoedya Ananta. 2010. Bumi Manusia. Cetakan ke-15. Jakarta: Lentera Dipantara.

Yulimarni. 2011. “Tabut Subarang Tahun 2010 dalam Tradisi Muharram Masyarakat Pariaman di Sumatera Barat” [Tesis] Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Burhan, M. Agus. 2003. “Kesadaran Sejarah dalam Seni Rupa Kontemporer”. Bahan Kuliah Program “Night Club”, Yayasan Seni Cemeti.

Sumardjo, Trisno. 1949. “Sudjojono Bapak Seni Lukis Indonesia Baru” dalam Majalah Mimbar ‘Indonesia, No. 41, 8 Oktober 1949. Jakarta:

Yayasan Dharma. www.google.co.id/imgres?q=kursi+lenong+betawi+kuno di akses pada tanggal 10 Januari 2011.

http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/2027/sejarah_hindia_belanda_di_belanda diakses pada tanggal 10 Januari 2012.

http://elyshashalies1.blogspot.com




DOI: https://doi.org/10.24821/jousa.v1i1.784

Article Metrics

Abstract view : 304 times
PDF - 971 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).