MAKNA PENYAJIAN GONDANG PADA PROSESI KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA DI KECAMATAN DOLOK MASIHUL PROVINSI SUMATERA UTARA

Tria Ocktarizka

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi kematian masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Masihul, dan makna penyajian musik gondang pada prosesi kematian masyarakat Batak Toba di Kecamatan Dolok Masihul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gondang memiliki peranan penting sebagai iringan setiap upacara Suku Batak. Prosesi kematian saur matua (kematian yang diharapkan) menyajikan gondang dan tortor sesuai dengan tata aturan adat. Setiap jenis gondang yang didendangkan oleh pargonsi (pemain gondang) dalam prosesi kematian memiliki makna yang berbeda beda. Gondang mula-mula ini ditujukan untuk Tuhan. Gondang Mula-mula memiliki makna bahwa semula Dia (Tuhan) sudah ada, dan Dia (Tuhan) memulai ada. Gondang Somba dimaksudkan sebagai sembah syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan dan memelihara hidup manusia. Gondang Mangaliat memiliki makna bahwa Tuhan senantiasa memberikan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan. Gondang Hasahatan memiliki makna bahwa segala pinta yang meliputi hidup sejahtera bahagia dan penuh rejeki didengar Tuhan. This study aims to describe the procession of Batak Toba’s death in Subdistrict of Dolok Masihul, and the meaning of serving music gondang on procession Batak Toba’s death in subdistrict of Dolok Masihul. This study is using a qualitative approach with descriptive type. The data collection was done by using observation, interview, and documenttaion techinques. The results showed that gondang has an important role as an accompaniment in every ceremony performed by Batak tribe community. Saur Matua (the expected death) funeral procession presented gondang and tortor based on the customary rules. Every kind of gondang which sang by pargonsi (gondang’s player) in funeral procession has the meaning all it is own. Gondang mula-mula is presented for God. Gondang mula-mula originally means that since the very beginning Him (God) is already there. Gondang Somba means as a praise to worship God who created and maintain human life. Gondang Mangaliat has a meaning that God is always giving a salvation, joy and prosperity for the family remained. Gondang Hasatan means that every request including the prosperity life and full of fortune which listened by God.

Keywords


makna, penyajian gondang, kematian, batak toba; meaning, presentation of gondang, death, batak toba

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta:

Rineka Cipta.

Munthe, Nurelide. 2015. Meretas Budaya Masyarakat Batak Toba dalam Cerita

Sigalegale. Medan: CV Mitra.

Rumahuru, Yance Z. 2012. Kesenian Tradisional di Seram Bagian Barat. Ambon:

Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon.

Sanjaya, Wina. 2013. Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media

Group.

Sinaga, Richard. 2013. Meninggal Adat Dalihan Natolu (Adat tu na Monding). Jakarta:

Dian Utama dan Kerabat.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/invensi.v2i2.1869

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi/Tata Usaha

Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Jl. Suryodiningratan No. 8 Yogyakarta 55143

Tlp/Fax : (0274) 419791

e-mail : isijurnalinvensi@gmail.com

Web Analytics Made Easy - StatCounter