Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Pengurangan Konsumtivisme

Elfa Swaratama

Abstract


erilaku konsumtif dapat mengakibatkan dampak-dampak negatif seperti membuat
seseorang untuk memiliki pola hidup boros dan dapat membuat orang menjadi tidak
lagi membedakan antara kebutuhan akan tetapi mengutamakan keinginan.
Perancangan komunikasi visual, kampanye pengurangan konsumtivisme ini bertujuan
untuk mengurangi sifat konsumtif khususnya generasi muda. Metode pengumpulan
data yang digunakan dalam perancangan ini adalah kualitatif deskriptif, serta
perancangan ini melalui tiga tahap, yaitu pembuatan konsep kampanye, konsep media,
dan pembuatan konsep kreatif berdasarkan studi literatur, observasi, dan wawancara
terhadap target audiensi. Berdasarkan penelitian berupa observasi dan wawancara
terhadap target audiensi didapati bahwa media-media yang akan digunakan sebagai
media kampanye berdasarkan intensitas pemakaiannya adalah sosial media Facebook
dan Instagram. Sedangkan isi pesan yang akan disampaikan adalah "Belilah Barang
sesuai dengan Fungsinya", dengan cara penyajian pesan yaitu dengan menggunakan
humor satir. Kampanye ini dirancang dalam bentuk lima buah poster yang akan
disebarkan di media sosial seperti yang telah disebutkan di atas, dengan karakter
visual dan verbal yang kontroversial. Penggunaan karakter tersebut diharapkan dapat
membantu target audiensi untuk turut menyebarkan pesan tersebut sehingga
kampanye ini akan menjadi viral.


Consumer behavior can lead to negative effects such as making a person to have an
extravagant lifestyle and can make people no longer distinguish between needs and
desire. Visual communication design consumerism reduction campaign aims to
reduce the consumptive nature of the young generation. Data collection methods used
in this design is qualitative descriptive, and this design through three stages, namely
the concept of the campaign, the concept of media, and the making of creative
concepts based on the study of literature, observation, and interviews with the target
audience. Based on research in the form of observations and interviews with the target
audience, found that the media will be used as a media campaign based on the
intensity of their use of social media is Facebook and Instagram. While the contents
of the message to be conveyed is "buy goods in accordance with its function", by way
of presenting a message that is using satirical humor. The campaign is designed in
the form of five posters that will be distributed in social media such as those mentioned
above, with the controversial visual and verbal content that is expected to help the
target audience to also spread the message so that this campaign will become viral.

Keywords


desain komunikasi visual, konsumtif, viral, kampanye

Full Text:

PDF

References


Antar, Venus. 2004. Manajemen Kampanye; Panduan Teoritis dan Praktis dalam

Mengefektifkan Kampanye Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekaatam Media.

Damsar. 2000. Sosiologi Ekonomi, Jakata: Raja Grafindo Persada.

Dietrich, Gini dan Livingston, Geoff. 2012. Marketing in the round: how to develop an

integrated marketing campaign in the digital era. Indianapolis: Que Publishing.

Edell JA dan Burke MC. 1987. The power of feelings in understanding advertising

effects. Journal of Consumer Research.

Kasali, Rhenald. 1992. Manajemen Periklanan. Bandung: PAU-Ekonomi-UI.

Liliweri, Alo. 1992. Dasar-dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Lina, dkk. 2008. Perilaku Konsumtif Berdasar Locus of Control Pada Remaja Putri,

Jakarta: Grafindo.

Schultz, Don E dan Barnez, Beth E. 1999. Strategic Brand Communication Campaigns

Fifth Edition. NTC Contemporary: Illinois.

Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: Penerbit ITB.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi, 2006. Metode Perancangan Komunikasi Visual Periklanan.

Yogyakarta: Dimensi Press.

Tinarbuko, Sumbo. 2010. Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra.

Qualman, Eric. 2009. Socialnomics. New Jersey:WILEY John & Sos, Inc.

Gupta, Kapil. 2011. Disertasi dari Master of Business Administration di University of

Edinburgh Business School. Viral Marketing of Digital Product using Social

Media. Disertasi tidak diterbitkan. Edinburgh

Godin, Seth. 2000. Unleashing the Ideavirus. Do You Zoom, Inc.

http://ciitha6.blogspot.com/2012/10/bab-i-pendahuluan-belakang-manusia.html diakses

tanggal 21/11/2013 20:32

http://repository.stisitelkom.ac.id/145/1/Mohamad_Fauzi_112130175.pdf diakses tanggal

/11/2013 16:30

http://www.slideshare.net/sms2011/can-you-change-multinationals-strategies-with-socialmedia

diakses tanggal 4/12/2013 12:55

http://fertobhades.wordpress.com/2007/11/29/satir-yang-menyindir/ diakses tanggal

/1/2014 20:24

http://www.microsoft.com/en-us/news/stories/design/ diakses tanggal 23/01/2014 14:45

http://www.sysomos.com/reports/video/ diakses tanggal 11/03/2014 11:57

http://www.kompasiana.com/mulyady1688/10-peringkat-indonesia-

didunia_54f934b0a333112c048b4a1a diakses tanggal 11/03/2014 11:00

Informan:

Alouisius Andito Deliza (25 tahun). Jabatan: Motion Creative, instansi: Rajawali Citra

Televisi.




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/invensi.v3i1.2105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi/Tata Usaha

Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Jl. Suryodiningratan No. 8 Yogyakarta 55143

Tlp/Fax : (0274) 419791

e-mail : isijurnalinvensi@gmail.com

Web Analytics Made Easy - StatCounter