Ekstrakurikuler Tari dan Minat Belajar Siswa dalam Bidang Seni Budaya di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta

Rika Agustina

Abstract


Pendidikan dapat mengembangkan karakter seseorang dan memupuk individu menjadi pribadi yang beretika dan bermoral. Pengembangan karakter tidak hanya dilakukan melalui proses belajar-mengajar di kelas yang memiliki konsep, tetapi dapat juga melalui kegiatan belajar di luar jam sekolah yaitu ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana minat belajar siswa pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta dan diharapkan penelitian ini mencapai tujuannya sebagai upaya mendapatkan problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam pembelajaran seni tari di kelas. Program ekstrakurikuler yang dimiliki di SMPN ini adalah ekstrakurikuler tari yang berfokus pada siswa kelas VII dan kelas VIII. Ekstrakurikuler seni tari penting dalam membentuk karakter peserta didik serta memberikan pengalaman bagi siswa dan membantu siswa menjadi pribadi yang mencintai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi nonpartisipan melalui melihat proses yang dilaksanakan siswa ketika mengikuti ekstrakurikuler serta dengan wawancara. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta menjadi problem solving yang dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas. Ekstrakurikuler tari dapat membantu siswa dalam meningkatkan keberhasilan proses belajar siswa sehingga prestasi mata pelajaran seni budaya menjadi lebih baik karena melalui ekstrakurikuler tari siswa berkesempatan untuk lebih mengeksplorasi diri dalam menguasai pembelajaran seni budaya tanpa batasan-batasan tertentu yang dihadapi di ruang kelas.


Education can develop a person's character and nurture an individual into an ethical and moral person. Character development is not only done by the concept through the process of teaching and learning in the classroom, but also through learning activities; extracurricular outside the school hours. This study aims to describe how the students' interest in the extracurricular dance in SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta and this research is expected to achieve the goal as an effort to solve the problem of improving the student achievement in learning dance art in the classroom. The extracurricular program held in this junior high school is an extracurricular dance that focuses on students of class VII and class VIII. Extracurricular dance is important in shaped the character of learners as well as provide experience for students and help the students love the culture itself. This research used qualitative approach. The data collected by nonparticipant observation technique through seeing the process of students activities when following extracurricular as well as by interview. Based on the research, it can be concluded that the extracurricular dance at SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta becomes problem solving which can increase student's learning interest in class. Extracurricular dance can help students in improving the success of student learning process furthermore that the achievement of art and culture subjects become better because through extracurricular dance ,students have the further opportunity to explore themselves in mastering the eyes of art and culture learning without certain limitations encountered in the classroom.

Keywords


minat, ekstrakurikuler, tari

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. 2016. Research Design. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ghullam Hamdu dan Lisa Agustina. 2011. “Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar IPA Di Sekolah Dasar: Studi Kasus Terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Twang Kota Tasikmalaya”. Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 12 No. 1 April 2011.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Kajian Tari Teks dan Konteks.Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Hidajat, Robby. 2011. Koreografi & Kreativitas. Yogyakarta: Kendil Media Pustaka Seni Indonesia.

Kartono, Ario, dkk. 2007. Kreasi Seni Budaya. Jakarta: Ganeca Exact.

Leung, Yat-yin. 2015. “A School-Based Study on Situational Interest of Investigative Study In Senior Physics” Asia Pasific Forum on Science Learning and Teaching. Volume 16 No. 2 Desember 2015:1-23.

Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Patton Michael Quinn. 1987. Qualitative Evaluation Methods. Beverly Hills: Sage Publications.

Schiefele, Ulrich. “Interest, Learning, and Motivation” Education Psychologist Volume 26 No. 3 November 1991:299-323.

Siagian, E.V.S. “Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika” Jurnal Formatif. Volume 2 No. 2 Agustus 2012:122-131.

Viljantara, Jaana dkk. “The Developmental Dynamics Between Interest, Self-concept of Ability, and Academic Performance”. Scnadinavian Journal of Education Rresearch. Volume 58 No.6 Juni 2014:734-756.




DOI: https://doi.org/10.24821/invensi.v3i2.2421

Article Metrics

Abstract view : 38 times
PDF - 38 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi/Tata Usaha

Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Jl. Suryodiningratan No. 8 Yogyakarta 55143

Tlp/Fax : (0274) 419791

e-mail : isijurnalinvensi@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.