Berdisco Sebagai Bentuk Pengalaman Proses Penggarapan Karya Tari

I Nyoman Galih Adi Negara

Abstract


Berdisco merupakan judul dari karya tari ini. Disco berarti sebuah kegiatan berdansa di lantai dansa secara bersama-sama, berikan awalan ber- yang merujuk pada proses disco tersebut. Berdisco memiliki makna melakukan disco baik dalam tari, musik, dan busana, namun dalam karya ini merujuk pada proses bagaimna disco itu menjadi sebuah jati untuk berkarya. Karya ini menekankan pada proses pencarian dan menetapkan pilihan hingga berjuang untuk pilihan tersebut. Dahulu disco dianggap sangat tidak pantas untuk ditampilkan di publik karena dianggap merusak generasi. Bentuk tari, musik, dan busana yang digunakan oleh seniman disco dianggap tidak senonoh dan diluar dari aturan yang berlaku pada saat itu. Disco sangat kelam pada saat itu, apapun yang berbau disco dihancurkan hingga tidak tersisa. Disco dianggap membawa perubahan yang buruk bagi masyarakat pada saat itu.
Karya ini memiliki alur dramatik yang hampir mirip dengan situasi disco pada saat itu. Situasi tersebut dikaitkan dengan apa yang terjadi pada proses penggarapan karya tari ini. Proses yang sangat tidak mudah, karena disco dianggap kurang “keren”. Padahal hingga saat ini disco masih setia diperdengarkan, ditayangkan, dan diaransemen ulang agar lebih menarik.
Karya tari Berdisco disajikan dengan menampilkan dua belas orang penari putra dan putri. Musik iringan yang digunakan pada karya ini adalah rekaman bentuk WAV dari midi. Busana yang berkilau, menghadirkan disco ball, dan aksesoris yang dikenakan penari dimaksudkan dapat mewakili disco.

 

Berdisco is the title of this masterpiece. Disco means a dance activities on the dance floor together each other, added “ber-“ refer to disco proses. Berdisco meaning do disco in dance, music, or fashion style, but in this work refers to the proses of how disco became a identity. This masterpiece emphasize on proses to find a choice and struggle for that choice. Before disco considered inappropriate to show on public because it can damaging generations. Dance form, music, and fashion style was used by disco artist are considered not profanity and out of applicable rule in that era. Disco has a dark time, they destroyed anything about disco until no remaining. Disco considered to bring a bad change for society at that time.
This masterpiece has a dramatic flow is almost similar to situation at era. That situation related to what happens in the proses of this masterpiece. Perform productions proses is never easy, because disco concendered is not cool. Whereas until now they still played, dance, and listen disco. Berdisco displaying twelve male and female dancers. Musical accompaniment used are recording from midi. Blink costume design, displaying disco balls, and many disco setting, lighting they wearing.


Full Text:

PDF

References


Hadi. Y. Sumandiyo. 2011. Koreografi (Bentuk-Tehnik-Isi). Yogyakarta: Cipta Media

Jones, Randy and Mark Bego. 2009. Macho Man The Disco Era and Gay America’s “Coming Out”. United State Of America. Greenwood Publishing Group.

Hadi. Y. Sumandiyo. 2011. Koreografi (Bentuk-Tehnik-Isi). Yogyakarta: Cipta Media

SUMBER MEDIA ELEKTRONIK

Free Genre Of Music dalam artikerl berjudul “Sejarah Asal Mula Musik Disco”, 2003, facebook.co.id

SUMBER VIDEOGRAFI

Disco – Spinning The Story

Disco dance – 1979 – UK Finals (pt1)

Madonna Confession On The Dance Floor 2006

Madonna Sweet Candy 2012

Tomorrowland 2014 Aftermovie




DOI: https://doi.org/10.24821/joged.v8i1.1589

Article Metrics

Abstract view : 190 times
PDF - 118 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats