Lunar

Dewi Sinta Fajawati

Abstract


Bulan merupakan sumber inspiratif dalam penggarapan karya tari ini. Secara ilmu pengetahuan, Bulan adalah benda langit yang disebut satelit, satelit satu-satunya yang dimiliki Bumi dan tercipta secara alami. Banyak teori yang mengatakan tentang terbentuknya Bulan, salah satunya adalah teori Big bang atau dentuman besar. Pada dasarnya Bulan hanyalah sebuah Benda besar berbentuk bulat yang tidak bisa bercahaya, cahaya yang kita lihat pada malam hari merupakan refleksi dari cahaya matahari. Akan tetapi keindahannya memang tidak bisa dipungkiri, karena dia paling bercahaya diantara hamparan langit yang gelap. Cahayanya tidak selalu terang, bahkan tidak selalu bulat, terkadang hanya terlihat setengah atau terlihat seperti sabit..

            Penata tari memetaforakan objek bulan yang berada di tempat yang sangat tinggi sebagai sebuah cita-cita yang ingin dicapai. Seringkali lagu anak-anak yang menjadi pengalaman auditif penata tari, menjadikan bulan sebagai objek yang ingin digapai, misal lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’. Namun intisari yang akan dipakai dalam penggarapan koregrafinya adalah tentang fase bulan yang tercipta. Bersumber dari rangsang awal melihat bulan atau rangsang visual, penata tari menginterpretasikan fase-fase bulan yang terjadi sebagai fase kehidupan yang dijalani untuk menggapai sebuah cita-cita tersebut.

            Koreografi diwujudkan dalam bentuk kelompok dengan membagi dua karate penari. Delapan penari merupakan simbolisasi Bulan, dan satu penari sebagai manusia yang bercita-cita. Dengan bentuk tari dramatik, penyajiannya dibagi menjadi 5 adegan, yaitu Introduksi Big bang, Adegan 1 Moon happen, Adegan 2 Mengejar Impian, Adegan 3 Dancing with Moon, dan Ending ‘Catch Your Dream’.

 

The moon is the essential inspirations of this choreograph. Theoretically, the moon is a sky object which is called as satellite. The one and only naturally created satellite belongs to the planet Earth. There are many theories that explain how the moon was created. One of those theories is Big Bang theory or massive crash. Basically, the moon is just a huge circle thing which is unable to shine its glow. The light that we experience in the evening is the reflection of the sun. However, the

beauty of the moonlight is undeniable as it has the significant light within the darkest night sky. Its light is not always the strongest, even it’s not always circle (full), every so often it is seemed only the half part of it or crescent moon.

            The choreographer interpreted the moon that belongs in the highest as the goals that she wants to reach. Most of the time, the children songs (lullaby) that pick the moon as the main object that is desired to be reached, for example the song “Ambilkan Bulan, Bu”. The essential idea that is explored in this choreograph is the creational phase of the moon itself. It was started by way of visual reaction when the choreographer observed the moon, she interpret the moon’s phases as the phases in human’s life which are gone through to reaching their goals. Fall and recovery, passionate, and even sometimes they give it in, are interpreted from the moonlight. The full moon which has the brightest and the most perfect light is likened as the strong spirit. The crescent moon with its soft light is interpreted as low spirit and unconfident.

            This in-group-choreograph is separated into two characters with 8 female dancers that are the symbolization of the moon and the other one female dancer symbolizes a human with aspire. With dramatic dance form, this choreograph is presented into five parts, including introduction part of Big Bang, Moon Happen in part one, Chasing Dream is part two, Dancing With The Moon in part three, Catch Your Dream in the ending part.


Keywords


bulan, cita-cita, koreografi kelompok

Full Text:

PDF

References


a. Sumber Tertulis

Banes, Sally, 1987, Terpsichore in Sneakers Post-Modern Dance, Middletown: Wesleyan Unyversity Press.

Basuki, Fira, 2002, Pintu, Jakarta:Grasindo. Carnegie, Dale, 10 Steps to a More Fulfillinf Life, Jakarta:Change.

Hadi, Y Sumandiyo, 2011, Koreografi Bentuk- Teknik-Isi, Yogyakarta: Cipta Media.

_________________, 2003, Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok, Yogyakarta :eLKAPHI

Haryanto, Sindung, 2013, Dunia Simbol Orang Jawa,Yogyakarta: KEPEL PRESS

Hawkins, M Alma, 1964, Creating through Dance, New Jersey: Prentice Hall Inc. Dialaihbahasakan oleh Y Sumanadiyo Hadi, 2003, Mencipta Lewat Tari, Manthili

Hendro Martono, 2008, Sekelumit Ruang Pentas, Yogyakarta: Cipta Media

_____________,2010, Mengenal Tata Cahaya Seni Pertunjukan, Yogyakarta: Cipta Media

Humprey, Doris, 1987, Te Art of Making Dance, Highstown: Princeton Book

Company

Meri, La , 1965, Dances Compotition, the Basic Elements, Massachusetts, Jacob’s Pillow Dance Festival Diterjemahkan oleh Seodarsono, Elemen-Elemen Dasar Komposisi Tari, Yogyakarta: LAGALIGO

Morgenroth, Joyce, 2004, Speaking of Dance, New York: Routledge Russel, Bertrand, 1960, The ABC of Relativity, New York: Mentor Books diterjemahkan Dariyatno, 2009, Teori Relativitas Einstein Penjelasan Populer Untuk Umum, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Smith, Jacqueline, 1976, Dance Composition A Practical Guide for Teacher, London : Lepus Books. Terjemahan Ben Suharto, 1985, Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, Yogyakarta : IKALASTI,

Sugiharto, I. Bambang, 1996, Postmodernisme Tantangan Bagi Filsafat,Yogyakarta : Kanisius

b. Videografi

Dokumentasi tari “Pintu” karya Ari Ersandi, 2012

Dokumentasi tari “Moonnari” karya Dewi Sinta Fajarwati, 2016

Film “Cirque du Soleil - Worlds Away”, 2012

c. Internet

http://www.youtube.com




DOI: http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1599

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.24821/joged.v8i2.1599.g399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.