TREND KAMERA ANALOG INSTAN DI KALANGAN REMAJA

Yurif Setya Darmawan

Abstract


Maraknya penggunaan kamera analog instan baru-baru ini merupakan sebuah fenomena menarik. Fotografi menjadi ajang berekspresi penggunanya, untuk menunjukkan eksistensi mereka di media online. Caption menjadi salah satu hal yang penting di sini, seperti caption berbentuk tagar “#35mm” dan “#indo35mm” di Instagram menjadi salah satu pertanda bahwa postingan foto tersebut diambil menggunakan kamera analog. Munculnya komunitas fotografi virtual seperti KLASTIC, menandai awal mula tumbuhnya komunitas fotografi analog di Indonesia. Kemunculan kembali brand fotografi analog khususnya Instant Camera (kamera instan) Polaroid merupakan sebuah fenomena unik. Dalam fokus penelitian ini penulis berusaha menganalisa bagian-bagian terpenting pada keberlangsungan tumbuhnya industri fotografi analog yang mulai tergeser oleh digitalisasi. Secara umum terdapat pertumbuhan tren global terhadap eksistensi kamera analog dan kamera instan. Ada beberapa faktor yang dapat diteliti lebih dalam, dari segi teknologi, saluran komunikasi, kepuasan pengguna (kepuasan emosional dan kesamaan hobi ‘homophily’), waktu dan sistem sosial (agen perubahan sosial dan pemimpin opini), (Rogers, 1983). Penelitian ini hanya sebatas kajian analisa deskriptif kualitatif metode observasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan teori difusi inovasi dengan perkembangan trend penggunaan kamera analog instan. Inovasi produk berupa kebaruan bentuk dari kamera instan ternyata diminati di kalangan remaja. Ada sebuah fenomena disruptif, dengan munculnya aplikasi media sosial Instagram, foto hasil dari kamera instan difoto ulang dan diposting di Instagram. Terangkatnya trend penggunaan kamera analog instan juga merupakan dampak dari perkembangan komunitas pehobi kamera analog.

 


Keywords


fotografi, fotografi analog, kamera instan, Polaroid

Full Text:

PDF

References


Ang, T. (2005): Photography, 1 ed., New York: DK Publishing, Inc., 375

Hudson Street, New York, New York 10014.

Bull, S. (2010): Photography, New York: Routledge 2 Park Square, Milton, Abingdon, Oxon OX144RN.

Frankel, T. C. (2017): Kodak says it’s bringing back Ektachrome film, and photographers everywhere are smiling, diperoleh melalui situs internet: https://www.washingtonpost.com/news/the-switch/wp/2017/01/06/kodak-says-its-bringing-back-ektachrome-film-and-photographers-everywhere-smile/?utm_term=.3a6404f404cf.

Hegijanto, A. D. (2004): Retro Sebagai Wacana Dalam Desain Komunikasi Visual, Nirmana, 6, 82–94.

KBBI (2014): Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online - definisi kata, Potensi, diperoleh melalui situs internet: http://kbbi.web.id/.

Kuntowidjoyo, Damono, S. D., Siregar, A., Ibrahim, M. D., Danarto, Redana, B., Singarimbun, M., Rakhmat, J., Sunindyo, S., Foulcher, K., Kayam, U., Geertz, C., Jatman, D., Malna, A., Piliang, Y. A., Ongokham, Sarwono, S. W., Sen, K., Heryanto, A., Frederich, william H., Atmaja, J., dan Adlin, A. (1997): LIFESTYLE ECSTASY KEBUDAYAAN POP DALAM MASYARAKAT INDONESIA, Yogyakarta: Jalasutra.

Langford, M. (2000): Basic Photography, 7 ed., London: Licensing Agency Ltd, 90 Tottenham Court Road.

Luck, S., dan Freeman, J. (2011): Digital and Classic Photography, (R.

Gordon dan P. Caaviero, Ed.), Leicestershire: Joanna Lorenz.

Oxford University Press (2015): Oxford Advanced Learner’s Dictionary

International Student’s Edition, 9 ed., Oxford: Oxford University Press.

Piliang, Y. A. (2004): Dunia Yang Berlari, Jakarta: Grasindo.

Rogers, E. M. (1983): DIFFUSION OF INNOVATIONS, 3 ed., New York: A Division of Macmillan Publishing Co., Inc.

Schaefer, J. P. (1999): The Ansel Adams Guide Book 1 Basic Techniques of Photography, 1, Bosron, New York, London: Little, Brown and Company.

Setiawan, R., dan Bornok, M. B. (2015): Estetika Fotografi, Universitas Katholik Parahyangan.




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v14i2.1930

Article Metrics

Abstract view : 59 times
PDF - 36 times

Refbacks