The Symbolic Meaning of Beksan Manunggal Jati Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta
Abstract
Abstract
Beksan Manunggal Jati diambil dari ide dan gagasan menyatunya Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman Yogyakarta. Dalam tari klasik gaya Yogyakarta terdapat beberapa macam bentuk sajian pertunjukan tari yang berbeda.Beksan Manunggal Jati ini merupakan jenis tari kelompok yang ditarikan oleh tujuh orang penari putera dengan konsep bedhayan menjadi pijakan dalam karya tari ini. Menyatunya Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman dalam DIY mencerminkan semangat persatuan dan nasionalisme kedua kerajaan tradisional ini dalam mendukung berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka. Secara kontekstual, aspek-aspek koreografis yang terdapat pada sajian beksanManunggal Jati ini memuat makna, nilai simbolik, dan filosofis tentang spiritual dan ajaran luhur kehidupan yang terkandung dalam lambang Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. Beksan ini mengadaptasi beberapa esensi konsep bedhaya gaya Yogyakarta serta memunculkan idiom-idiom gerak baru dalam penyajiannya. Ciri kontekstual tari bedhaya terdapat pada makna yang terkandung didalam gerak tari, pola lantai, busana, tembang atau sekar yang terdapat pada iringan juga sebagai sarana penyampaian narasi cerita dalam bedhaya.
Full Text:
PDFReferences
Hadi, Y. Sumandiyo. 2007. Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2011. Koreografi Bentuk-Teknik-Isi. Yogyakarta: Cipta Media.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2001. Pasang Surut Tari Klasik Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Hadi, Y. Sumandiyo. 2013. Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Legitimasi Warisan Budaya. Yogyakarta: Lembah Manah.
Hadi Y. Sumandiyo. 2003. Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: ELKAPHI.
Koentjaraningrat. 2014. Pengantar Antropologi 1. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kuswarsantyo. 2023. Intermedialitas dan Makna Beksan Ajisaka Karya Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10. Pidato pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pengkajian Seni Tari. Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya. Universitas Negeri Yogyakarta.
Martono, Hendro. 2012. Ruang Pertunjukan dan Berkesenian. Yogyakarta: Multi Grafindo.
Meri, La. 1986. Elemen-Elemen Dasar Koreografi Tari. Terj. Soedarsono. Yogyakarta. Lagaligo.
Smith, Jacqueline. (1985). Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, Terj. Ben Suharto. Yogyakarta: Ikalasti.
Sumaryono. 2011. Antropologi Tari dalam Prespektif Indonesia, Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.
Sumaryono. 2014. Karawitan Tari, Suatu Analisis Tata Hubungan. Yogyakarta: Cipta Media.
Soedarsono, R.M. 2002. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Perss.
Sudarmanto. 2012. Kamus Lengkap Bahasa Jawa (Jawa-Indonesia, Indonesia-Jawa). Semarang: Widya Karya.
Wibowo, Fred. 1981. Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Dewan Kesenian Propinsi DIY.
DOI: https://doi.org/10.24821/dtr.v8i2.17576
Refbacks
- There are currently no refbacks.





