BHUMI MATA: Ekspresi Persembahan Dalam Bentuk Karya Tari Virtual

Ni Kadek Rai Dewi Astini, I Nyoman Cau Arsana, Putu Ayu Arindyasari

Abstract


Penelitian dengan judul Bhumi Mata: Ekspresi Persembahan dalam Bentuk Karya Tari Virtual merupakan penciptaan karya tari Bhumi Mata yang termotivasi dari  situasi alam pada saat pandemi Covid-19. Bumi sedang berduka, untuk itu penciptaan karya tari Bhumi Mata hadir sebagai wujud ungkapan persembahan, doa kepada alam, menyampaikan rasa penghormatan kepada alam semesta sebagai Ibu Pertiwi. Dilandasi dengan pemahaman tentang konsep ekologi Hindu yang dikenal dengan Tri Hita Karana, sebuah ajaran falsafah Hindu sebagai tuntunan menjaga jalinan keharmonisan, dan penyelarasan dengan alam semesta. Karya ini diharapkan dapat menggugah dan mengajak umat manusia untuk membangkitkan rasa keterhubungan antara manusia dengan alam semesta. Penciptaan karya tari Bhumi Mata juga bertujuan memaparkan sebuah proses penciptaan sebagai alternatif pertunjukkan karya virtual. Hadir dalam bentuk karya eksperimental dengan menggunakan pendekatan tari video dan alih wahana. Memadukan elemen-elemen keindahan seperti gerak, musik, properti tari, tata rias  busana, dan penggunaan area pentas. Dalam proses penggarapan karya tari mengacu pada metodologi penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah, serta menggunakan metode penggarapan tari video yang merupakan karya tari berbasis sinematografi yang ditangkap kamera.


Bhumi Mata,  ekspresi persembahan, tri hita karana, tari virtual


Full Text:

PDF

References


Alfiyanto. (2020). Sebuah Proses Kreatif Karya Tari Virtual Dalam Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Seni Makalangan, 1–13.

Arsana, C. N. (2022). Gita Sewana: Strategi Penciptaan Musik pada Masa Pandemi. Resital, 23(2), 128–138.

Astini, N. K. R. D. (2020). Proses Kreatif Penciptaan Karya Tari Janger Abhinaya Di Tengah Era Pandemi. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 3(2), 84–99. https://doi.org/10.26740/geter.v3n2.p84-99

Damono, D. S. (2018). Alih Wahana. Percetakan PT gramedia.

Dibia, I. W. (2020). Metodologi Penciptaan Seni Panca Sthiti Ngawi Sani. Pusat Penerbitan LP2MPP.

Donder, K. I. (2007). Kosmologi Hindu Penciptaan, Pemeliharaan, dan Peleburan Serta Penciptaan Kembali Alam Semesta. Paramita.

Haryati, N. M. (2021). Kajian Estetika Pada Pertunjukan Virtual Tari Kenapa Legong “Japatuwan.” 131–141.

Martono, H. (2014). Koreografi Lingkungan Revitalisasi Gaya Pemanggungan dan Gaya Penciptaan Seniman Nusantara (ke 1). Cipta Media.

McPherson, K. (2006). Making Video Dance. In Making Video Dance A step-by-steo guide to creating. Routledge Taylor & Francis Group. https://doi.org/10.4324/9781315452654

Miroto, M. (2021). Tari Virtual: Akankah Menjadi New Normal Di Lingkungan Akademis? Webinar Dies Natalis ISI Yogyakarta Ke-37, 8 Juni 2021.

Putri, A. S. (2021). Makna Tarian dalam Ibadah sebagai Sarana Pemulihan Jiwa. Prosiding Pelita Bangsa, 1(2), 139. https://doi.org/10.30995/ppb.v1i2.524

Smith, J. (1981). Dance Composition: A Practical Guide For Teacher, (Komposisi Tari: Petunjuk Praktis Bagi Guru) Terjemahan Ben Suharto. Ikalasti Yogyakarta.

Suhardana, K. M. (2006). Dasar-Dasar Kepemangkuan Suatu pengantar dan Bahan Kajian Bagi Generasi Mendatang. Paramita.

Suhardana, K. M. (2021). Panca Sraddha. Paramita.

Sumandiyo, H. Y. (1996). Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Manthili.

Sumandiyo, H. Y. (2006). Seni dalam Ritual agama. Pustaka bekerjasama dengan Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

Sumandiyo, H. Y. (2014). Koreografi Bentuk -Teknik-Isi. Multi Grafindo.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. ITB.

Wiana, K. (1995). Yajna dan Bhakti Dari Sudut Pandang Hindu. PT Pustaka Manikgeni.

Wiana, K. I. (2007). Tri Hita Karana Menurut Konsep Hindu. Paramita.




DOI: https://doi.org/10.24821/dtr.v8i2.17642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

 

Flag Counter